Wujud Nyata, Peradaban Melayu dan keadilan Ekonomi Jadi Pendorong Utama DIR

oleh -77 Dilihat
oleh

Investigasi: Indra Gondrong

​PEKANBARU,saturealita.com-Aspirasi masyarakat Riau untuk mengubah status provinsi menjadi Daerah Istimewa Riau (DIR) semakin menguat.

Hal ini, dibuktikan mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi, DPRD, hingga Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR). Gerakan ini bukan sekadar tuntutan politik, melainkan sebuah ikhtiar historis dan kultural bertujuan u memperkuat kearifan lokal Melayu dan mendapatkan keadilan pengelolaan sumber daya alam.

​Basis historis dan Kultural Marwah Melayu

​Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) menjadi garda terdepan menyusun naskah akademik yang menjadi dasar pengajuan status istimewa ini.

Inti dari perjuangan ini adalah menjadikan peradaban Melayu sebagai basis utama keistimewaan.

​Alasan historis kekuatan menjadikan fondasi utama. Riau merupakan jantung peradaban Melayu dan wilayah yang secara konsisten menyumbang kekayaan besar, baik melalui warisan budaya maupun sumber daya alamnya.

Bahkan, secara sejarah, Sultan Syarif Kasim II dari Kesultanan Siak telah menyerahkan kedaulatan dan harta pribadi untuk mendukung berdirinya Republik Indonesia.

​“Kami ingin menjadikan peradaban Melayu sebagai basis utama dalam memperjuangkan status keistimewaan Riau,” ujar Ketua Badan Pekerja Perwujudan Daerah Istimewa Riau (BPP DIR), Datuk Seri Taufik Ikram Jamil.

Kemudian dalam penegasannya bahwa pengakuan istimewa ini adalah upaya untuk menjaga marwah Melayu bumi Lancang Kuning.

​Tuntutan Keadilan fiskal Kewenangan mandiri.​ Selain aspek budaya, motivasi utama lain di balik wacana DIR adalah tuntutan akan keadilan struktural dan otonomi lebih kuat dalam pengelolaan kekayaan alam.

Sebagai provinsi penghasil minyak dan gas (Migas) terbesar, masyarakat Riau selama ini merasa adanya sebuah ketimpangan, di mana kekayaan alam melimpah tidak sepenuhnya terlihat berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan rakyat lokal.

​Status istimewa, sebagaimana diatur dalam pasal 18B ayat (1) UUD 1945, diharapkan dapat memberikan tambahan kewenangan otonom yang memungkinkan Riau memastikan hasil kekayaan alamnya digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyatnya, bukan hanya mengalir ke pusat.

Kewenangan lebih besar dalam urusan fiskal, sumber daya, dan kebijakan pembangunan dianggap sebagai kunci untuk menanggulangi isu seperti tingginya angka pengangguran masih di atas rata-rata nasional.

​Dukungan Pemprov dan Perhatian Pemerintah Pusat

​Wacana ini mendapat momentum besar setelah Pemerintah Pusat melalui Ditjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sempat mengusulkan enam provinsi, termasuk Riau, untuk memperoleh status istimewa dalam pembahasan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Penataan Daerah.

​Gubernur Riau, Abdul Wahid, secara tegas menyatakan dukungan penuh

“Ini kesempatan bersejarah yang tidak boleh dilewatkan. Status istimewa akan memperkuat Riau sebagai salah satu daerah strategis dan memperkuat pembangunan berbasis kearifan lokal,” ujar Gubernur, menegaskan maupun memastikan bahwa perjuangan tetap berlandaskan konstitusi menjunjung tinggi adat Melayu.

​Saat ini, BPP DIR telah menyusun naskah akademik dan akan diantar pad tanggal 28 Oktober 2025.

Baru sehari semalam, seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh adat, organisasi masyarakat, hingga jajaran legislatif di tingkat kabupaten/kota, telah menyatakan kesiapan untuk bersatu dan mendorong aspirasi ini menjadi kenyataan, sebagai bentuk rekognisi keadilan dari negara untuk Riau.

Elu-elu juga disampaikan masyarakat Riau Joni Irwan, seogianya apa yang menjadi niat baik, tentunya dukungan memperkuat junjungan alur yang akan disampaikan melalui naskah akademik dalam kerangka persetujuan.

“Dimana kita melihat antusias dari semua elemen masyarakat, menyatu dan bersatu yang mana diikat dengan pembacaan ikrar Warkah oleh Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR, Datuk Seri H.R. Marjohan Yusuf dan diikuti seluruh elemen masyarakat berbagai lintas, paguyuban, itenis, dan berbagai organisasi kemasyarakatan serta tokoh Riau”, terangnya usai Maklumat Akbar Wujudkan DIR.

Terkait sebuah kepentingan, tentu ada dan ini, bukan untuk pribadi semata atau sekelompok saja. Maka dari itu kekuatan murni jelas terpancar saat gelar Maklumat Akbar Wujudkan DIR itu sendiri.

“Mari dan tetap semangat, saya rasa dengan kekompakan, tidak ada yang mustahil, insyaallah ini terjadi”, tutupnya.**