Optimisme 2026 Dari Refleksi 2025, Kembangkan Budaya, Perjuangkan Kawasan Adat

oleh -77 Dilihat
oleh

PEKANBARU,saturealita.com-Patut diakui pada tahun 2025 Provinsi Riau, ibarat menelan pil pahit, dimana harus menempuh jalan yang berliku-liku.

Belum lagi, gulungan gelombang tak berkesudahan terhampang-hampang. Begitu juga, masalah ekonomi tajam mendaki, hukum menghantam, politik menggelitik pelik, konflik antar sesama bergelora. Penerbitan kawasan hutan yang diharapkan, salah-salah menjadi senjata makan tuan. Kawasan adat dicelat, hak masyarakat tempatan terhumban tanpa beban.

Cuma waktu tak pernah menunggu, semuanya harus dilalui. Maka, tak ada lain yang dapat dikatakan bahwa semuanya itu harus membuat sadar dan introspeksi diri.

Sebagaimana sejak dulu orang Melayu yang mana diajarkan selalu berserah dan beraandarkan diri kepada ilahi Ya Robbi “kita pun harus bersyukur bahwa masih berada di bumi dengan suatu keyakinan bahwa apa yang sudah berlalu hanya sebatas kenangan bukan sebuah ujung tujuan, tetapi untuk lebih semakin kuat membantu. Bukankah manis dapat kita katakan setelah tahu maung dan pahit. Orang-orang tua mengatakan, pengalaman jadikan kawan untuk menuju keharmonisan dan penahanan”, ungkap Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil, saat helatan Sembang-Sembang Pers, Refleksi LAMR 2025 dan Optimisme 2026 yang digelar Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), Selasa pagi hingga siang, (30/12/2025), bertempat Balai Adat LAMR, Pekanbaru.

Kemudian dalam pemaparannya, ada beberapa kerja nyata telah dibuat oleh LAMR yang lebih dari tahun-tahun telah sebelumnya.

Lembaga, memimpin berbagai elemen masyarakat, mengantarkan Riau untuk menjadi Daerah Istimewa. Memang diakui stuasi keberadaannya sangat dihargai kontribusinya, sehingga berhak memperoleh sesuatu yang lebih dari semestinya.

Pusat lembaga adat rumpun Melayu, kembali ke Riau, untuk dikembangkan menjadi se-Nusantara. Belum lagi terdaftarnya dalam data pendidikan nasional terhadap pelajaran budaya Melayu Riau.

Selain itu, dengan takzim disampaikan, bagaimana LAMR telah selesai mengkaji Syekh Abdul Wahab Rokan sebagai pahlawan nasional, kemudian disambut pemkab Rohul dengan suka cita.

Diterbitkan kembali buku Tunjuk Ajar Melayu. LAMR mendorong kuat terwujudnya Petda Pemajuan Budaya Melayu.

“Beberapa kerja telah kita dirancang untuk tahun 2026, seperti pembuatan video Serindit Bercericit, pemetaan Kawasan Adat dan Pengakuan MHA”,ujarnya dihadapan para wartawan berbagi media cetak maupun online.

Pahit Semakin Membuat Optimisme

Melalui langkah awal tahun 2026 nanti, tetap kedepankan Optimisme dalam sebuah langkah dimana masa pahit itu sama-sama dirasakan.

“Barangkali saya tidak banyak berkata lebih banyak, persoalan apa yang dirasakan tidak terlepas dari sebuah pelajaran berharga untuk direnungkan kembali, jangan sempat terulang”, papar Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR Datuk Sri H. Marjohan Yusuf, sedikit berlinang air mata merasakan sebuah keprihatinan yang datang dari lubuk hati amat dalam.

Sebagai catatan ringkasakan dalam kenerja LAMR sebanyak 416 pada tahun 2025 mengunjungi, sekaligus dikunjungi LAMR, 250 kali, program 41 kali, juga sepanjang tahun 2025. Tentu, kepada Allah jualah meminta, agar semuanya diridoi. ***