Matangkan Muktamar XXIII, SC Al Washliyah Gelar Rapat Perdana di Senayan

oleh -2 Dilihat
oleh
Rapat
Mematangkan persiapan rapat pentinggi dan tokoh Al Washliyah
Rusli : Dorong Para Pendiri Al Washliyah Dapat Gelar Pahlawan Nasional

PEKANBARU,saturealita.com-Panitia Steering Committee (SC) Muktamar XXIII Al Jam’iyatul Washliyah terus mematangkan persiapan pelaksanaan.

Muktamar ini, dijadwalkan berlangsung pada bulan Juli 2026 bertempat di Jakarta. Salah satunya melalui rapat persiapan yang digelar di ruang VIP Gedung Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Senayan, Selasa (21/4/2026).

Rapat perdana tersebut dipimpin langsung Ketua SC Muktamar XXIII, Dr. H. Dedi Iskandar Batubara, serta dihadiri seluruh jajaran panitia SC dan staf ahli.

Sejumlah tokoh yang hadir antara lain H. Ridwan Tanjung, Dr. H. Ismail Efendi, Dr. H. Muhammad Nasir, Dr. H. Rusli Effendi, Dr. H. Iskandar Mirza, hingga Adheri Zulfikri Sitompul.

Agenda ini merupakan tindak lanjut dari rapat panitia nasional yang sebelumnya dilaksanakan pada 17 April 2026 di Kantor Pengurus Besar (PB) Al Washliyah, Jakarta Pusat.

Dalam rapat tersebut, panitia SC melakukan pembahasan awal melalui mekanisme brainstorming atau curah pendapat guna menyempurnakan berbagai materi penting muktamar.

Mulai dari draf Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), agenda dan rundown kegiatan, hingga tata tertib muktamar dan peserta.

“Rapat kali ini bersifat brainstorming. Kita membahas berbagai draf penting agar pelaksanaan muktamar nanti benar-benar matang dan berkualitas,” ujar Dedi Iskandar Batubara, dikutip dari laman resmi organisasi.

Ia menegaskan, panitia SC berkomitmen untuk menyiapkan seluruh materi secara maksimal guna memastikan Muktamar XXIII berjalan lancar tanpa hambatan berarti.

Hal senada disampaikan oleh salah satu panitia SC, Dr. H. Rusli Effendi. Menurutnya, rapat ini menjadi ruang strategis untuk menghimpun masukan dari berbagai pihak agar seluruh draf yang disusun tidak lagi menimbulkan polemik saat muktamar berlangsung.

“Melalui forum ini, tentunya kita ingin memastikan semua materi sudah komprehensif, sehingga pada saat pelaksanaan tidak terjadi perdebatan yang menghambat jalannya sidang,” jelas Rusli.

Ia juga mengusulkan sejumlah agenda tambahan yang dinilai memperkuat nilai strategis muktamar, salah satunya penyelenggaraan Halaqoh Ulama Internasional sebagai rangkaian kegiatan.

Selain itu, Rusli mendorong agar para pendiri Al Washliyah diperjuangkan untuk mendapatkan gelar pahlawan nasional sebagai bentuk penghargaan negara atas jasa-jasa mereka.

“Seperti, H. Muhammad Arsyad Thalib Lubis, H. Abdurrahman Syihab, H. Ismail Banda, H. Yusuf Ahmad Lubis, dan H. Adnan Nur Lubis, mereka ini patut untuk mendapat gelar pahlawan nasional,” ucap Rusli.

Dikatakannya lagi, muktamar juga diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat branding Al Washliyah sebagai organisasi besar memiliki banyak tokoh berpengaruh di tingkat nasional maupun internasional.

“Al Washliyah memiliki banyak tokoh besar. Seperti Ustad Abdul Somad (UAS) yang juga Wakil Ketua Dewan Fatwa PB Washliyah, H. Masyhuril Khamis selaku Ketua Umum PB Al Washliyah, dan tokoh-tokoh lainnya. Ini momentum untuk lebih membumikan organisasi, sekaligus memperkuat peran dan kontribusinya di tengah masyarakat,” tambahnya.

Dengan berbagai persiapan yang terus dimatangkan, Muktamar XXIII Al Washliyah diharapkan tidak hanya menjadi forum organisasi, tetapi juga momentum strategis dalam bentuk sistem memperkuat eksistensi dan kontribusi Al Washliyah bagi bangsa dan negara. ***