Curhatan Hati, Hindari Perpecahan Oraganisasi

oleh -2 Dilihat
oleh
DPP IKJR Gelar KLB Benahi Sistim

PEKANBARU,saturealuta.com-Ikatan Keluarga Jawa Riau (IKJR) menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) dengan tema “Saiyeg Saeka Praya Babarengan Mbangun Riau”.

Kegiatan ini, bertempat City Tel Hotel, Pekanbaru, Ahad (26/4/2026). Ini menjadi momentum penting untuk membenahi organisasi yang tengah dilanda perpecahan internal.

Ketua Kareteker IKJR, H. Suryadi Kushaini, menegaskan bahwa KLB merupakan langkah konstitusional organisasi untuk mengembalikan soliditas dan arah perjuangan IKJR ke depan.

“Ini bagian dari mekanisme organisasi yang taat pada AD/ART. Kita ingin kongres ini menjadi pedoman untuk membawa IKJR kembali ke jalur yang semestinya,” ujarnya.

Ia mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi IKJR saat ini yang dinilai semakin melemah. Menurutnya, organisasi yang dahulu besar kini justru mengalami kemunduran akibat kurangnya soliditas pengurus.

“Jujur, saya prihatin. Mendirikan organisasi ini tidak mudah. Tapi sekarang, bukan semakin besar, malah semakin kerdil. Ini akibat tidak solidnya pengurus,” tegasnya.

KLB ini dihadiri oleh jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP), utusan dari 12 kabupaten/kota, perwakilan paguyuban, serta kader-kader potensial IKJR.

Menurut Suryadi, pelaksanaan KLB didorong oleh keinginan kuat untuk menyelamatkan organisasi dari potensi kehancuran. Ia menegaskan bahwa langkah ini bukan didasarkan pada kepentingan kelompok tertentu, melainkan panggilan moral untuk membenahi organisasi secara menyeluruh.

“Ini panggilan hati. Kami menempuh jalur konstitusional organisasi, bukan sekadar ‘poko e’. IKJR ini didirikan atas dasar kultur dan kebersamaan,” katanya.

Dalam kongres tersebut, salah satu agenda utama adalah penyempurnaan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), termasuk penguatan peran paguyuban yang selama ini dinilai belum terakomodasi secara optimal.

“IKJR hanya satu. Kalau ada organisasi lain yang sejenis, itu bukan IKJR. Kami tidak ikhlas jika organisasi ini sampai bubar,” tegasnya.

Ketua panitia pelaksana, Widodo, menyampaikan bahwa seluruh pengurus DPD IKJR dari 12 kabupaten/kota hadir dalam KLB ini.

Ia memastikan bahwa mekanisme pemilihan dalam kongres akan tetap mengacu pada AD/ART yang berlaku.

“Kami sebagai panitia hanya menghantarkan jalannya kongres. Untuk teknis pelaksanaan, akan diatur dalam tata tertib yang disepakati bersama,” jelas Widodo.

Sementara itu, Ketua DPD IKJR Pekanbaru, Imam Subroto, mengaku merasakan langsung dampak dari lemahnya koordinasi di tingkat pusat. Ia menyebut, selama memimpin di daerah, dirinya kerap ditinggalkan oleh pengurus lainnya dan merasa kehilangan arah.

“Sudah lama saya di IKJR. Tapi dalam perjalanan, kami seperti kehilangan induk karena tidak ada arahan dari DPP,” ungkapnya.

Melalui KLB ini, diharapkan akan lahir kepemimpinan baru yang mampu menyatukan kembali seluruh elemen IKJR serta menghidupkan kembali semangat kebersamaan dalam membangun organisasi dan berkontribusi bagi masyarakat Riau.***