Tarik Tambang Jadi Simbol Kekuatan Pekerja
PEKANBARU,saturealita.com/-Semarak peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT-RI) ke-81 tahun 2026 belum berhenti bergema. Di penghujung rangkaian perayaan kemerdekaan, keluarga besar Niaga, Bank, Jasa, dan Asuransi (NIBA) Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea (AGN) Kota Pekanbaru menghadirkan suasana penuh keakraban melalui kegiatan yang sarat dengan nilai kebersamaan.
Bukan sekadar perlombaan untuk mencari pemenang, momentum tersebut menjadi ruang untuk mempererat hubungan antarpengurus dan anggota, sekaligus meneguhkan kembali semangat perjuangan organisasi pekerja dalam menyongsong masa depan.
Dengan mengusung semangat “Semarak Kemerdekaan, Bersatu Maju Bersama, NIBA Lebih Baik Lagi”, kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kegembiraan. Tawa, sorak-sorai, dan dukungan antarpeserta mewarnai kegiatan yang menghadirkan permainan rakyat serta lomba karaoke.
Tradisi tersebut bukan kali pertama digelar. Kegiatan serupa telah dilaksanakan secara rutin dan tahun ini kembali menjadi bagian dari cara keluarga besar NIBA KSPSI AGN Kota Pekanbaru merayakan kemerdekaan dengan pendekatan yang sederhana, merakyat, namun memiliki makna mendalam.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) NIBA KSPSI AGN Provinsi Riau, Erick Suryadi R Amd AAIJ. Kehadiran pimpinan organisasi tingkat provinsi itu sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap kegiatan yang dinilai mampu membangun rasa persaudaraan di tengah keluarga besar NIBA KSPSI AGN.
Berbagai perlombaan digelar untuk membangkitkan kembali permainan khas masyarakat dalam suasana kemerdekaan. Salah satunya adalah tarik tambang, permainan rakyat yang sejak dahulu menjadi bagian tak terpisahkan dari berbagai perayaan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia.
Tarik tambang menjadi gambaran sederhana tentang arti kekuatan kolektif. Tidak ada satu orang yang dapat memenangkan pertandingan seorang diri. Setiap anggota tim harus bergerak dalam irama yang sama, saling menguatkan, menjaga keseimbangan, dan memiliki tujuan yang sama.
Pesan tersebut sejalan dengan semangat yang ingin dibangun NIBA KSPSI AGN, yakni bahwa kekuatan organisasi tidak hanya bertumpu pada seorang pemimpin, tetapi lahir dari kebersamaan seluruh anggota.
Selain tarik tambang, kemeriahan semakin terasa dengan digelarnya lomba karaoke. Musik dan nyanyian menjadi media hiburan yang mencairkan suasana sekaligus memberikan kesempatan kepada para peserta untuk menunjukkan bakat dan keberanian tampil di hadapan rekan-rekannya.
Bagi NIBA KSPSI AGN Kota Pekanbaru, perayaan kemerdekaan tidak harus selalu dikemas dalam kegiatan yang formal. Justru melalui permainan rakyat dan hiburan sederhana, komunikasi serta hubungan emosional antarsesama anggota dapat terbangun lebih dekat.
Ketua DPC NIBA KSPSI AGN Kota Pekanbaru, Buyung Ahmad Can, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari agenda memperingati HUT RI ke-81 yang kembali dilaksanakan sebagaimana tahun sebelumnya.
Menurut Buyung, permainan rakyat dan lomba karaoke dipilih karena mampu menghadirkan suasana santai sekaligus memperkuat rasa kebersamaan.
Ia menegaskan, perayaan kemerdekaan menjadi momentum penting untuk berkumpul, saling mengenal, dan memperkuat persatuan di lingkungan organisasi.
«“Diujung HUT RI ke-81 ini, kite bersama merayakan dengan penuh rasa kebersamaan, membangun satu kesatuan dalam memberikan kenyamanan untuk bekerja,” ujarnya.»
Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa semangat kemerdekaan bagi pekerja tidak berhenti pada seremoni tahunan. Lebih jauh, kemerdekaan juga dimaknai sebagai upaya membangun lingkungan kerja yang nyaman, hubungan industrial yang harmonis, serta organisasi yang mampu menjadi wadah perjuangan bersama.
Sementara itu, Ketua DPD NIBA KSPSI AGN Provinsi Riau, Erick Suryadi R Amd AAIJ, menyampaikan bahwa semangat kemerdekaan harus diterjemahkan dalam kehidupan organisasi melalui kebersamaan dan kesamaan tujuan.
Menurut Erick, perjalanan sebuah organisasi membutuhkan kekuatan kolektif. Perbedaan latar belakang, profesi, maupun karakter tidak semestinya menjadi penghalang untuk membangun organisasi yang lebih besar dan bermanfaat.
Justru, kata dia, keberagaman harus menjadi kekuatan untuk saling melengkapi.
Erick menilai semangat juang yang diwariskan para pendiri bangsa juga relevan diterapkan dalam kehidupan organisasi pekerja. Sebab, perjuangan tidak akan mencapai hasil maksimal apabila dilakukan secara sendiri-sendiri.
Bersatu, memiliki tujuan yang sama, kemudian bergerak bersama, menjadi prinsip yang harus terus dijaga.
Dalam kesempatan tersebut, Erick juga memberikan penekanan mengenai posisi dan karakter NIBA KSPSI AGN sebagai organisasi pekerja.
Ia menyampaikan bahwa NIBA tidak dapat dipandang sama seperti organisasi kemasyarakatan lainnya. Menurutnya, NIBA berdiri sebagai organisasi yang memiliki orientasi terhadap kepentingan pekerja dan masyarakat luas, sehingga keberadaannya perlu terus diperkuat melalui partisipasi para anggota.
«“Saya sangat mengharapkan, jangan ragu untuk ikut serta bergabung di NIBA KSPSI AGN ini, karena dia bukan ormas, akan tetapi organisasi yang menjunjung tinggi kebersamaan dengan tujuan untuk kepentingan orang banyak,” harap Erick.»
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi ajakan agar para pekerja tidak hanya melihat organisasi sebagai tempat berkumpul, tetapi sebagai wadah untuk membangun solidaritas, memperluas komunikasi, serta memperjuangkan kepentingan bersama secara terorganisasi.
Di tengah perubahan dunia kerja yang semakin dinamis, keberadaan organisasi pekerja dinilai membutuhkan soliditas. Persoalan ketenagakerjaan tidak selalu dapat diselesaikan secara individual. Dibutuhkan komunikasi, kebersamaan, serta kemampuan membangun dialog antara pekerja dan berbagai pihak terkait.
Karena itu, kegiatan sederhana seperti perayaan HUT RI juga memiliki arti strategis. Dari sebuah perlombaan tarik tambang, anggota dapat belajar mengenai kekompakan. Dari karaoke, tumbuh keberanian dan keakraban. Dari pertemuan bersama, terbangun komunikasi yang lebih cair.
Nilai-nilai tersebut menjadi modal sosial yang penting bagi keberlangsungan organisasi.
Perayaan HUT RI ke-81 NIBA KSPSI AGN Kota Pekanbaru akhirnya tidak hanya meninggalkan cerita mengenai siapa yang menjadi juara dalam perlombaan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menyisakan pesan bahwa sebuah organisasi akan menjadi kuat ketika para anggotanya mampu berdiri dalam satu barisan dan saling mendukung.
Kemerdekaan pun dimaknai bukan sekadar mengibarkan Sang Merah Putih, melainkan juga menjaga persatuan, membangun solidaritas, dan menciptakan ruang yang lebih baik bagi kehidupan para pekerja.
Semangat itulah yang kemudian menjadi harapan keluarga besar NIBA KSPSI AGN Kota Pekanbaru dan Riau: terus bersatu, terus bergerak, dan terus membangun organisasi agar semakin baik serta mampu memberikan manfaat bagi kepentingan orang banyak.
Di penghujung perayaan HUT RI ke-81, semangat kemerdekaan pun kembali diteguhkan:
Bersatu dalam kebersamaan, bergerak dalam perjuangan, dan maju bersama untuk NIBA yang lebih baik. ***
