CEGAH KARHUTLA SEBELUM API MENGAMUK! Babinsa Bambu Kuning dan Warga Sisir Titik Rawan, Hotspot Nihil

Patroli di Jalan Payung Sekaki dan Jalan Tuah Sekata 4, Koramil 07/Tenayan Raya Perkuat Kewaspadaan Dini terhadap Ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan

Militer3 Dilihat

PEKANBARU, Saturealita.com-Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus diperkuat di wilayah Kota Pekanbaru. Kali ini, Babinsa Kelurahan Bambu Kuning, Koramil 07/Tenayan Raya, Kodim 0301/Pekanbaru, Praka Dio Gones, bersama masyarakat melaksanakan patroli sekaligus sosialisasi pencegahan karhutla, Jumat (2/10/2026) sekitar pukul 11.30 WIB.

Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah antisipasi untuk mendeteksi potensi kebakaran sejak dini, terutama di kawasan yang dinilai rawan terbakar. Selain melakukan pemantauan lapangan, patroli tersebut juga bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya kebakaran hutan dan lahan serta dampaknya bagi lingkungan dan kesehatan.

Dengan melibatkan masyarakat secara langsung, upaya pencegahan diharapkan tidak hanya bergantung pada aparat, tetapi juga tumbuh menjadi tanggung jawab bersama.

Sisir Dua Ruas Jalan, Pastikan Situasi Tetap Terkendali

Dalam pelaksanaan patroli, Praka Dio Gones bersama warga menyusuri dua ruas jalan di wilayah Kelurahan Bambu Kuning, yakni Jalan Payung Sekaki dan Jalan Tuah Sekata 4.

Pemantauan dilakukan untuk mengantisipasi munculnya titik panas (hotspot), titik api, maupun kepulan asap yang dapat menjadi indikasi awal terjadinya kebakaran.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, tidak ditemukan indikasi kebakaran. Kondisi tersebut ditandai dengan nihilnya hotspot, titik api, dan titik asap selama kegiatan berlangsung.

Meski situasi terpantau aman, kewaspadaan tetap diperlukan. Pemantauan secara berkala dan keterlibatan aktif masyarakat menjadi bagian penting untuk mencegah potensi kebakaran berkembang menjadi bencana yang lebih besar.

Libatkan Masyarakat, Perkuat Deteksi Dini Karhutla

Patroli ini melibatkan satu personel TNI, yakni Babinsa Praka Dio Gones, bersama dua personel Masyarakat Peduli Api (MPA). Kegiatan didukung satu unit sepeda motor untuk menunjang mobilitas selama menyusuri wilayah pemantauan.

Sinergi antara Babinsa dan MPA menjadi salah satu unsur penting dalam memperkuat pengawasan lingkungan. Masyarakat yang berada paling dekat dengan kawasan rawan diharapkan dapat segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda kebakaran, seperti asap, api, atau aktivitas pembakaran yang berpotensi menimbulkan kebakaran.

Sosialisasi pencegahan juga menjadi pengingat agar warga tidak membuka lahan dengan cara membakar serta tidak melakukan tindakan yang dapat memicu kebakaran, khususnya saat kondisi lingkungan rentan terbakar.

Hotspot, Titik Api, dan Asap Nihil

Dari hasil pemantauan di wilayah patroli Kelurahan Bambu Kuning, seluruh indikator kebakaran tercatat nihil.

Titik koordinat pemantauan yang dilaporkan berada pada latitude 0.541794 dan longitude 101.479248.

Hasil tersebut menunjukkan bahwa selama patroli berlangsung tidak ditemukan indikasi karhutla pada lokasi yang dipantau. Namun, kondisi nihil bukan berarti kewaspadaan dapat dihentikan. Patroli rutin dan respons cepat tetap dibutuhkan untuk menjaga situasi agar terus terkendali.

Cegah Sebelum Terlambat, Jaga Pekanbaru dari Ancaman Karhutla

Kegiatan patroli dan sosialisasi yang dilaksanakan Babinsa Koramil 07/Tenayan Raya bersama warga Kelurahan Bambu Kuning berlangsung tertib, aman, dan lancar.

Langkah pencegahan seperti ini diharapkan mampu memperkuat kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekaligus membangun kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan.

Pesan utamanya jelas: mencegah karhutla jauh lebih penting daripada memadamkan api setelah kebakaran meluas. Karena itu, kepedulian warga, pengawasan berkelanjutan, dan koordinasi dengan aparat menjadi kunci untuk menjaga lingkungan tetap aman serta melindungi masyarakat dari dampak karhutla.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *