PEKANBARU,saturealita.com-Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus diperkuat jajaran Koramil 07/Tenayan Raya Kodim 0301/Pekanbaru. Langkah preventif dilakukan dengan menyisir sejumlah kawasan yang dinilai rawan terbakar sekaligus mengedukasi masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan.
Pada Senin, 5 Oktober 2026 sekitar pukul 12.00 WIB, Babinsa Koramil 07/Tenayan Raya, Serka S. Hermanto, bersama seorang anggota Masyarakat Peduli Api (MPA) melaksanakan patroli dan sosialisasi pencegahan Karhutla di wilayah Kelurahan Industri Tenayan, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru.
Patroli menyasar dua jalur, yakni Jalan Matoa dan Jalan Gajah Mada, Kelurahan Industri Tenayan. Dengan menggunakan satu unit sepeda motor, personel menyisir kawasan sekaligus memantau kondisi lingkungan untuk mendeteksi sedini mungkin potensi munculnya titik api maupun asap.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah antisipatif TNI bersama masyarakat dalam mencegah Karhutla, terutama di kawasan yang memiliki potensi mudah terbakar saat kondisi lingkungan kering.
Dalam pelaksanaan patroli, petugas juga memberikan sosialisasi kepada warga mengenai pentingnya menjaga lingkungan serta tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, situasi terpantau aman dan kondusif. Tidak ditemukan adanya hotspot, titik api maupun titik asap.
Hasil pemantauan tercatat hotspot nihil, titik api nihil dan titik asap nihil pada wilayah yang menjadi sasaran patroli.
Sementara itu, salah satu titik koordinat pemantauan berada pada Latitude 0.555828° dan Longitude 101.572742°.
Patroli tersebut melibatkan satu personel TNI dan satu personel MPA. Sinergi tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat deteksi dini sekaligus mempercepat respons apabila sewaktu-waktu ditemukan indikasi kebakaran.
Kegiatan berlangsung tertib, aman dan lancar. Patroli preventif diharapkan dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai langkah menjaga wilayah Tenayan Raya dari ancaman Karhutla.
Pesan yang dibawa sederhana namun penting: mencegah jauh lebih baik daripada memadamkan. Dengan keterlibatan Babinsa dan masyarakat, kewaspadaan terhadap Karhutla diharapkan semakin kuat hingga ke tingkat lingkungan. ***









