Tepuk Tepung Tawar, Simbol Restu Bumi Lancang Kuning, Adat Dijunjung, Amanah Disanjung, Negeri Dihormati

LAMR Riau Sambut Amanah Baru Kapolda, Irjen Pol Arman Achdiat

Budaya, Nasional, News, Riau5 Dilihat

PEKANBARU, Saturealita.com-Adat bersendi marwah, tradisi berbalut doa, begitulah khazanah Melayu Riau menyambut kehadiran pemimpin yang akan mengemban amanah di Bumi Lancang Kuning.

Penyambutan Kapolda Riau, Irjen Pol Arman Achdiat, bersama istri di Mapolda Riau, Ahad (11/10/2026), berlangsung dalam suasana khidmat dan sarat makna adat. Prosesi tepuk tepung tawar menjadi lambang doa restu, penghormatan, serta harapan masyarakat Melayu agar amanah yang dipikul senantiasa mendapat perlindungan dan keberkahan dari Allah SWT.

Dalam pandangan adat Melayu, tepuk tepung tawar bukan sekadar seremoni penyambutan, melainkan ungkapan ketulusan hati, doa keselamatan, dan harapan agar setiap langkah dalam menjalankan tugas senantiasa dilandasi kebijaksanaan, keadilan, serta rasa tanggung jawab.

Kehadiran Arman beserta rombongan disambut Kabaharkam Polri, Komjen Pol Herry Heryawan, bersama istri, Wakapolda Riau Brigjen Pol Simson Zet Ringu bersama istri, serta jajaran pejabat utama Polda Riau.

Penyambutan diawali dengan pengalungan bunga kepada Kapolda Riau dan penyerahan buket bunga kepada istrinya. Jajaran Tim RAGA Polda Riau turut memberikan penghormatan melalui jajar hormat sebagai bentuk penghargaan kedinasan.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penanaman pohon di halaman Mapolda Riau. Penanaman ini menjadi simbol harapan akan tumbuhnya pengabdian yang berkelanjutan, sebagaimana pohon yang ditanam dan dirawat hingga memberikan manfaat bagi lingkungan serta kehidupan masyarakat.

Suasana penyambutan semakin semarak dengan pertunjukan silat di persimpangan dekat Gedung SPKT dan lapangan apel Mapolda Riau. Silat sebagai salah satu warisan budaya Melayu mencerminkan ketangkasan, keberanian, kehormatan, serta kemampuan mengendalikan diri dalam menghadapi berbagai tantangan.

Arman bersama rombongan selanjutnya menuju lobi Mapolda Riau menggunakan kendaraan golf car. Sepanjang jalur penyambutan, para pejabat utama Polda Riau, Kapolres, dan Kapolresta berdiri di sisi kanan dan kiri, menandai penghormatan atas kedatangan pimpinan baru di lingkungan Polda Riau.

LAMR Riau Teguhkan Marwah Adat Melalui Tepuk Tepung Tawar

Puncak acara berlangsung melalui prosesi adat tepuk tepung tawar yang diawali Tari Persembahan. Tarian tersebut merupakan ungkapan penghormatan dan pemuliaan tamu dalam tradisi Melayu Riau, sekaligus penanda bahwa setiap tetamu yang datang disambut dengan hati terbuka dan penuh kemuliaan.

Prosesi tepuk tepung tawar dilakukan Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat Lembaga Adat Melayu (MKA-LAMR) Riau, Datuk Seri H. Raja Marjohan Yusuf; Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (DPH-LAMR) Riau, Datuk Seri Taufik Ikram Jamil, serta Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi.

Prosesi adat kemudian ditutup dengan pembacaan doa oleh Sekretaris Umum DPH LAM Riau, Datuk H. Jonnaidi Dasa, sebelum dilanjutkan dengan foto bersama.

Sentuhan dalam filosofi Melayu, adat bukan sekadar warisan masa silam yang dipertontonkan dalam upacara, melainkan pedoman nilai mengajarkan kesantunan, penghormatan, keseimbangan dan tanggung jawab. Adat menjadi pengingat bahwa kedudukan dan jabatan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan hati yang jernih serta tindakan yang membawa manfaat.

Tepuk tepung tawar yang dilaksanakan dalam penyambutan Kapolda Riau ini mengandung harapan agar Irjen Pol Arman Achdiat beserta keluarga senantiasa diberikan keselamatan, kesehatan, kemudahan, dan kelancaran dalam menjalankan tugas di Provinsi Riau.

Lebih dari itu, prosesi tersebut menjadi pesan budaya bahwa pemimpin yang hadir di suatu negeri patut disambut dengan kehormatan, sementara amanah yang dibawanya diharapkan dapat diwujudkan melalui pengabdian yang tulus kepada masyarakat.

Adat Diujung Marwah Dipelihara, Masyarakat Diutamakan

Bagi masyarakat Melayu Riau, menjunjung adat berarti memelihara identitas dan marwah negeri. Namun, kemuliaan adat tidak berhenti pada indahnya prosesi, merdunya irama persembahan, ataupun khidmatnya pembacaan doa. Nilai adat juga tercermin dalam perilaku, keadilan, kesantunan, dan kesungguhan menjalankan tanggung jawab.

Penyambutan yang memadukan penghormatan kedinasan dengan kearifan lokal ini memperlihatkan bahwa tradisi Melayu tetap memiliki tempat penting dalam kehidupan masyarakat modern. Adat menjadi jembatan silaturahmi antara pemimpin, pemerintah, lembaga adat, dan masyarakat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kabaharkam Polri beserta istri, Wakapolda Riau beserta istri, Irwasda, Karo Ops, para pejabat utama Polda Riau, Kapolres dan Kapolresta jajaran, serta Kepala BNNP Riau.

Melalui tepuk tepung tawar, tersirat doa dan harapan agar kepemimpinan Kapolda Riau yang baru dapat berjalan dengan baik, senantiasa mengedepankan profesionalitas, menjunjung hukum, serta memperkuat hubungan yang harmonis antara kepolisian dan masyarakat.

Sebab dalam petuah Melayu, adat dijadikan suluh, amanah dijadikan pegangan, dan marwah negeri dipelihara bersama.

Di Bumi Lancang Kuning, tepuk tepung tawar bukan hanya menyambut seorang pemimpin, tetapi juga menitipkan doa agar setiap langkah pengabdian membawa keselamatan, ketenteraman, dan kebaikan bagi negeri serta seluruh masyarakatnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *