PEKANBARU, Saturealita.com-Langkah antisipasi terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus digencarkan jajaran TNI di wilayah Kota Pekanbaru. Babinsa Koramil 07/Tenayan Raya, Serka Susanto, bersama masyarakat setempat melaksanakan patroli dan sosialisasi pencegahan karhutla di sejumlah kawasan yang berpotensi mengalami kebakaran, Senin (19/10/2026).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.30 WIB tersebut merupakan bagian dari upaya Koramil 07/Tenayan Raya, Kodim 0301/Pekanbaru, untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap bahaya kebakaran hutan dan lahan, sekaligus mendorong partisipasi aktif warga dalam menjaga lingkungan.
Patroli menyasar dua lokasi, yakni Jalan 70, Kelurahan Tuah Negeri, Kecamatan Tenayan Raya, serta Jalan Melebung, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru.
Dalam kegiatan tersebut, personel melakukan pemantauan kondisi wilayah sekaligus menyosialisasikan pentingnya pencegahan karhutla. Masyarakat diharapkan tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan dan segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda kebakaran maupun kepulan asap yang mencurigakan.
HASIL PEMANTAUAN: HOTSPOT, TITIK API, DAN ASAP NIHIL
Berdasarkan hasil pemantauan di lokasi patroli, tidak ditemukan indikasi kebakaran hutan dan lahan. Kondisi tersebut ditandai dengan nihilnya hotspot, titik api, maupun titik asap.
Salah satu titik koordinat pemantauan tercatat pada posisi lintang 0.59772° dan bujur 101.511075°.
Patroli ini melibatkan satu personel TNI dan dua personel masyarakat peduli api (MPA), dengan dukungan satu unit sepeda motor sebagai sarana operasional untuk menjangkau wilayah pemantauan.
Meski belum ditemukan tanda-tanda kebakaran, kewaspadaan tetap diperlukan. Kondisi lingkungan yang berpotensi mengalami kekeringan dapat meningkatkan risiko kebakaran, sehingga pencegahan sejak dini menjadi langkah penting untuk menghindari dampak yang lebih luas.
SINERGI TNI DAN MASYARAKAT JADI KUNCI
Keterlibatan masyarakat dalam patroli pencegahan karhutla menjadi bagian penting dalam membangun kepedulian bersama terhadap kelestarian lingkungan. Pengawasan wilayah secara rutin diharapkan mampu mempercepat deteksi dini sekaligus mencegah potensi kebakaran berkembang menjadi bencana.
Selain mengancam ekosistem dan permukiman, karhutla juga dapat menimbulkan kabut asap yang mengganggu kesehatan, aktivitas masyarakat, serta kualitas udara.
Karena itu, sinergi antara TNI, masyarakat peduli api, dan warga setempat perlu terus diperkuat agar upaya pencegahan berjalan efektif dan berkelanjutan.
Kegiatan patroli dan sosialisasi yang dilaksanakan Serka Susanto bersama warga tersebut berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar.
Pesan tegasnya, mencegah karhutla bukan hanya tugas aparat, melainkan tanggung jawab bersama. Jangan menunggu api membesar untuk bertindak, karena satu langkah pencegahan hari ini dapat menyelamatkan lingkungan dan kehidupan masyarakat esok hari.***









