PEKANBARU,Saturealita.com-Dalam upaya mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Babinsa Koramil 07/Tenayan Raya, Kodim 0301/Pekanbaru, Serka Susanto bersama masyarakat melaksanakan patroli dan sosialisasi pencegahan karhutla di sejumlah wilayah Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Minggu (1/11/2026).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 11.30 WIB tersebut difokuskan pada kawasan yang berpotensi mengalami kebakaran, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya dan dampak karhutla bagi lingkungan maupun kehidupan masyarakat.
Dalam pelaksanaan patroli, Serka Susanto bersama warga menyusuri dua lokasi, yakni Jalan 70, Kelurahan Tuah Negeri, serta Jalan Melebung, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru.
Patroli ini merupakan bagian dari upaya preventif TNI bersama masyarakat untuk memantau kondisi wilayah, mendeteksi secara dini potensi kebakaran, serta mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.
Selain melakukan pemantauan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana sosialisasi kepada masyarakat agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan, khususnya terhadap aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
Masyarakat diharapkan tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar, serta segera melaporkan kepada aparat setempat apabila menemukan tanda-tanda kebakaran maupun kepulan asap di wilayahnya.
HASIL PEMANTAUAN: NIHIL TITIK API DAN ASAP
Berdasarkan hasil pemantauan selama kegiatan berlangsung, petugas melaporkan tidak ditemukan titik panas (hotspot), titik api, maupun titik asap di lokasi patroli.
Pemantauan dilakukan pada kawasan dengan koordinat geografis lintang 0.546166° dan bujur 101.569172° sebagai salah satu titik acuan kegiatan pengawasan wilayah.
Meski kondisi terpantau aman, kewaspadaan tetap menjadi prioritas. Pencegahan karhutla membutuhkan pengawasan berkelanjutan serta kerja sama seluruh elemen masyarakat agar potensi kebakaran dapat diantisipasi sedini mungkin.
SINERGI TNI DAN MASYARAKAT JADI KUNCI PENCEGAHAN
Dalam kegiatan tersebut, personel yang dilibatkan terdiri atas satu anggota TNI dan satu orang unsur masyarakat peduli api (MPA). Patroli dilaksanakan menggunakan satu unit sepeda motor untuk mendukung mobilitas petugas dalam menjangkau lokasi pemantauan.
Keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam memperkuat pengawasan lingkungan. Melalui komunikasi, sosialisasi, dan patroli bersama, potensi kebakaran diharapkan dapat diketahui lebih awal sehingga langkah penanganan bisa segera dilakukan apabila ditemukan indikasi karhutla.
Upaya ini sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi antara aparat kewilayahan dan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan serta mencegah kerusakan akibat kebakaran hutan dan lahan.
Selama kegiatan berlangsung, situasi dilaporkan dalam keadaan tertib, aman, dan lancar.
Dengan patroli rutin dan peningkatan kesadaran masyarakat, wilayah Tenayan Raya diharapkan tetap terjaga dari ancaman karhutla, sehingga lingkungan yang aman, sehat, dan lestari dapat terus dipertahankan. ***






