RIAU BERKAIN 2026: Kebaya Laboh Jadi Simbol Kebangkitan Wastra Melayu

API Riau Gandeng APR Perkuat Industri Kreatif dan Perajin Lokal

Provinsi Riau20 Dilihat

PEKANBARU,Saturealita.com-Agenda memasuki usia tahun kelima penyelenggaraannya, Riau Berkain terus menunjukkan konsistensinya dalam mengangkat, melestarikan, sekaligus mengembangkan warisan budaya Melayu melalui kekayaan wastra, khususnya kain tenun dan batik khas Riau.

Mengusung semangat pelestarian budaya yang berkelanjutan, kegiatan Riau Berkain mendapat dukungan penuh dari Asia Pacific Rayon (APR). Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem industri tekstil lokal, mendorong kreativitas perajin, serta membuka ruang lebih luas bagi karya wastra Riau untuk berkembang di tingkat regional maupun nasional.

Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Badan Pengurus Daerah (BPD) Provinsi Riau, Ir. Arniningsih, mengatakan bahwa partisipasi APR sejalan dengan komitmen APR 2030, khususnya pada pilar Inclusive Prosperity.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui dukungan terhadap keterampilan tradisional dalam industri tekstil (traditional textile craftsmanship), pemberdayaan perempuan (women empowerment), serta penguatan API Riau sebagai pusat tekstil regional atau regional textile hub.

“Riau Berkain 2026 mendorong eksplorasi penggunaan serat rayon dan lyocell serta lilin sawit asal Riau sebagai bagian dari pengembangan inovasi produk dan kreativitas para perajin tekstil lokal,” ujar Arniningsih, usai kegiatan, didampingi Ketua Panitia Pelaksana, Santi Lestari, SE.

Menurutnya, pengembangan wastra tidak hanya berorientasi pada pelestarian tradisi, tetapi juga harus mampu mengikuti perkembangan zaman melalui inovasi bahan, desain, dan produk yang memiliki nilai ekonomi.

Pembinaan Perajin dan Perlindungan Hak Cipta Motif

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Santi Lestari, menjelaskan bahwa API Riau secara konsisten melakukan pembinaan terhadap para anggotanya melalui kegiatan kelas berbagi yang dilaksanakan setiap bulan.

Program tersebut menjadi wadah bagi para pelaku industri tekstil dan perajin untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta mengembangkan kreativitas dalam menghasilkan karya yang memiliki daya saing.

Selain pembinaan, API Riau juga berkomitmen untuk terus membangun kemitraan dengan pemerintah dan pihak swasta dalam setiap penyelenggaraan agenda tahunan Riau Berkain.

Salah satu perkembangan penting pada tahun ini adalah rencana penyerahan hak cipta kepada para perajin batik dan tenun melalui Kantor Wilayah Kementerian Hukum.

“Perkembangan tahun ini akan ada penyerahan hak cipta untuk perajin batik dan tenun oleh Kanwil Kemenkum. Jadi, motif-motif para perajin mendapatkan perlindungan hukum melalui pencatatan hak cipta,” ungkap Santi.

Langkah tersebut diharapkan memberikan kepastian perlindungan terhadap karya intelektual perajin sekaligus meningkatkan apresiasi terhadap kreativitas dan identitas budaya lokal.

Kolaborasi Organisasi Perempuan dan Desainer

Riau Berkain 2026 juga menghadirkan kolaborasi antara API Riau dengan berbagai organisasi perempuan di Provinsi Riau.

Menariknya, hasil koleksi yang dikembangkan melalui kolaborasi tersebut tidak hanya ditampilkan dalam peragaan busana, tetapi juga dibeli dan dikenakan oleh ibu-ibu dari organisasi perempuan se-Provinsi Riau.

Kolaborasi ini menjadi salah satu bentuk dukungan nyata terhadap produk lokal sekaligus memperluas penggunaan kain tradisional dalam aktivitas sosial dan gaya berbusana modern.

Kebaya Laboh, Warisan Melayu dalam Gaya Masa Kini

Pada penyelenggaraan tahun ini, Riau Berkain 2026 mengangkat tema utama “KEBAYA LABOH: Warisan Melayu dalam Karya dan Gaya Masa Kini.”

Rangkaian kegiatan berlangsung di Grand Elite Hotel Pekanbaru dengan menghadirkan berbagai agenda yang memadukan tradisi, kreativitas, dan perkembangan industri mode.

Kegiatan ini, agenda utama berupa peragaan busana, pameran karya wastra Riau, kolaborasi bersama desainer API BPD Riau, perajin batik dan tenun, serta organisasi perempuan, termasuk Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Riau.

Selain itu, bazar produk kreatif turut memeriahkan kegiatan dengan menampilkan beragam karya yang merepresentasikan kekayaan wastra Nusantara.

Sejumlah karya yang menjadi sorotan di antaranya perpaduan Batik Riau dengan Tenun Ikat Troso dari Jepara, Giska Collection, Leni Titian Pinang, dan Netrinovita, serta berbagai kreasi busana modern dan kontemporer.

Menjaga Tradisi, Membuka Peluang Ekonomi Kreatif

Penyelenggaraan Riau Berkain 2026 menjadi ruang pertemuan antara nilai budaya, kreativitas desainer, keterampilan perajin, dan peluang pengembangan industri tekstil lokal.

Melalui dukungan dunia usaha, pembinaan berkelanjutan, perlindungan hak cipta, serta keterlibatan organisasi perempuan, wastra Riau diharapkan semakin dikenal dan mampu berkembang sebagai produk unggulan daerah.

Lebih dari sekadar peragaan busana, Riau Berkain menjadi bagian dari gerakan bersama untuk memastikan warisan budaya Melayu tetap hidup, berkembang, dan memiliki tempat di tengah perubahan tren mode masa kini.

Riau Berkain bukan hanya merawat warisan leluhur, tetapi juga membuka jalan bagi karya perajin lokal untuk melangkah menuju masa depan industri kreatif yang berdaya saing.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *