PEKANBARU,Saturealita.com-Rangkaian pertemuan Ketua Generasi Muda Putra Jawa Kelahiran Sumatra (GM Pujakesuma) bersama dengan Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Pekanbaru.
Pertemuan tersebut terangkai dalam kata kesepakatan untuk mengelas kegiatan pelantikan GM Pujakesuma Riau yang rencana akan dilaksanakan pada tanggal 14 September 2025 bertempat Taman Rekreasi Alam Mayang Pekanbaru.
Pada kesempatan dalam bentuk rapat kecil, hadir dari Bapas Kelas I Pekanbaru, Setyadi Priyanto Kasubsi Bimbingan Klien Dewasa, Danny Ferianto Kasubsi Bimbingan Klien Anak, Suryadinatta Pembimbing Kemasyarakatan Muda dan Yohanes Nafta Irawan Pembimbing Kemasyarakatan Pertama.
Sementara itu, tim panitia pelaksana pelantikan, Ketua GM Pujakesuma Fuad Santoso SH, MH, Ketua Laboratorium Budaya Anak Negeri, Riyono Gede Trisoko, Ketua Forum Komunikasi Jaranan Kuda Lumping (FKJK) Sularno dan Sekretaris Peguyuban Kuwalo Nyogyakarta Sekitarnya (PKNS), Singgih Supriyadi.
Seiring perbincangan dalam rapat kecil ini, banyak betabur ide dan masukan dalam persiapan pelaksanaan pelantikan yang akan digelar nantinya.
Diawali perkenalan Bapas Riau, bahwa dalam acara nantinya akan membuka luang kegiatan bermanfaat dan berdaya guna terhadap penanganan sampah yang mana dilapas sendiri selalu overload dalam pengelolaan Tempat Pembuangan Sampah (TPS).
“Dari berbagai persoalan ini, muncul ide dalam pemanfaatan sampah yang bisa diolah bermanfaat menambah pengasilan peningkatan ekonomi yang dapat dijadikan bahan bakar, makanan ternak, bahan bangunan dan sovenir”, ungkap Bapas Kelas I Pekanbaru, Yohanes Nafta, Senin, (1/9/25) petang.
Perbincangan semangkin hangat, banyak ide-ide cemerlang dan saran pendapat dari Pembina dan penasehat dalam persiapan pelantikan nantinya.
Sambut bertali, Ketua GM Pujakesuma Riau Fuad Santoso SH. MH mengapresiasi ide yang dilontarkan Bapas Kelas I Pekanbaru dan banyak lain yang akan menjadi kolaborasi terkait para keahlian penghuni lapas itu sendiri.
Dalam penjelas Fuad, keahlian para penghuni lapas salah satunya kerajinan dan keterampilan yang sudah dihasilkan selama menjalani hukumannya.
“Karya-karya mereka bisa kita jadikan dalam bentuk pameran galeri sempena dengan pelantikan nantinya. Saya sangat berharap dengan pola ini, akan menjadikan peningkatan sosial untuk menjadi bekal bagi mereka yang sudah menyelesaikan hukuman dan berbaur kepada masyarakat nantinya”, tutupnya. ***





