Diksi 2026 Terkait Pembantaian Gajah Menuju Kepunahan Ekologis

oleh -60 Dilihat
oleh
Suasana diskusi
Diksi 2026 Terkait Pembantaian Gajah Menuju Kepunahan Ekologis

Jikalahari Menilai, Gajah Sumatra di Riau Terancam Punah Jika Tidak di Jaga Dengan Baik

PEKANBARU,saturealita.com-Kembali Jikalahari mengelar Diskusi dan Aksi (DIKSI) 2026 dan dibalut dengan buka puasa bersama.

Kemudian juga sekaligus pemberian santunan anak Yatim dan pembagian sembako kepada masyarakat disekitar lingkungan kantor Jikalahari Jalan Kamboja Pekanbaru.

Kegiatan bertajuk “Pembantaian Gajah Menuju Kepunahan Ekologis: Krisis Habitat dan Tata Kelola Lanskap Gajah Sumatra di Riau”, Jikalahari mengajak publik membahas krisis habitat dan tata kelola lanskap gajah Sumatra di Riau, serta bagaimana praktik perusakan hutan mendorong gajah menuju kepunahan ekologis.

Dalam kegiatan ini, tentunya bersama para narasumber, meliputi, Ipda Ardi, PS Panit Tipiter Polda Riau, Ujang Holisudin, Kepala Bidang Teknis BBKSDA Riau, Fitriani D. Kurniasari, Wildlife Justice Storyteller dan
Arpiyan Sargita, Wakil Koordinator Jikalahari, Senin, (9/3/26) siang hingga petang bertempat lokasi Sekretariat Jikalahari, Pekanbaru Provinsi Riau.

Selain itu, tamu kehormatan dalam giat tersebut dihadiri tokoh wanita Riau Hj. Azlaini Agus, SH, MH. juga berperan memberikan masukan dan pandangan bagaimana cara teknis untuk bentuk dan mengatasinya.

Selama lebih kurang empat jam durasi waktu yang dipergunakan jalannya giat diskusi diawali pemaparan empat para narasumber, membuat suasana terlihat begitu akrab.

Namun pada intinya, diksi 2026, satu amanah yang mesti dilakukan yakni, bersama-sama untuk menjaga upaya terhadap praktik perusakan hutan mendorong gajah menuju kepunahan ekologis. ***