PEKANBARU,Saturealita.com-Persoalan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Provinsi Riau kembali menjadi sorotan. Gerakan Masyarakat Adat (GEMA) melalui Datuk Tarlaili menyuarakan harapan agar permasalahan yang selama ini dikeluhkan masyarakat dapat segera dituntaskan secara menyeluruh, bukan sekadar berhenti pada pembahasan dan janji penyelesaian.
Pernyataan tersebut disampaikan Datuk Tarlaili usai menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama anggota DPR RI Komisi VI di Auditorium Menara Lancang Kuning, Kantor Gubernur Riau, Rabu (14/10/2026), yang berlangsung sejak pagi hingga siang hari.
Menurut Datuk Tarlaili, pertemuan tersebut menjadi salah satu momentum penting untuk mendengarkan uraian mengenai persoalan kelangkaan BBM di Riau sekaligus menaruh harapan terhadap langkah konkret yang dapat dilakukan untuk mengatasi persoalan tersebut.
“Kita sudah mendengarkan uraian terkait dengan permasalahan kelangkaan BBM di Riau. Tentunya harapan besar, setelah melalui DPRD Riau hingga penggerebekan di salah satu tempat dugaan penimbunan BBM wilayah Tenayan Raya Pekanbaru, dapat terealisasi dengan baik dan penuh syarat harapan yang diinginkan,” jelas Datuk Tarlaili.
GEMA Berharap Penyelesaian Tidak Berhenti pada Rapat
Bagi GEMA, pembahasan mengenai kelangkaan BBM harus diikuti langkah nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Rangkaian pembahasan di tingkat legislatif hingga penanganan dugaan penimbunan BBM di kawasan Tenayan Raya, Pekanbaru, diharapkan menjadi bagian dari upaya menyeluruh untuk mengurai persoalan distribusi dan ketersediaan BBM di Riau.
Datuk Tarlaili berharap berbagai pihak terkait dapat menindaklanjuti persoalan tersebut secara serius, terukur, dan transparan. Dengan demikian, masyarakat tidak terus-menerus dihadapkan pada persoalan kelangkaan yang mengganggu aktivitas sehari-hari maupun kegiatan ekonomi.
Ia juga menaruh harapan agar hasil pembahasan dalam RDP tidak hanya menjadi catatan pertemuan, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui koordinasi dan pengawasan yang efektif sesuai kewenangan masing-masing pihak.
Masyarakat Menanti Langkah Konkret
Kelangkaan BBM merupakan persoalan yang membutuhkan penanganan lintas sektor, mulai dari pengawasan distribusi, ketersediaan pasokan, hingga penindakan apabila ditemukan pelanggaran hukum. Karena itu, tindak lanjut dari berbagai pihak menjadi penting untuk memastikan persoalan tersebut dapat diurai berdasarkan fakta dan hasil pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Sementara itu, dugaan penimbunan BBM di wilayah Tenayan Raya perlu ditangani melalui proses pemeriksaan oleh pihak berwenang. Status dugaan tersebut harus tetap dihormati hingga terdapat hasil penyelidikan dan penetapan hukum yang jelas.
GEMA berharap momentum RDP bersama anggota DPR RI Komisi VI dapat mendorong penyelesaian persoalan kelangkaan BBM di Riau secara lebih konkret. Harapan masyarakat sederhana: pasokan BBM tersedia, distribusinya berjalan sesuai ketentuan, dan pengawasan dilakukan secara konsisten.
Kini, masyarakat menanti realisasi langkah-langkah yang telah dibahas. Bagi Datuk Tarlaili dan GEMA, penyelesaian yang sesungguhnya bukan hanya terletak pada banyaknya pertemuan, melainkan pada hasil nyata yang mampu menjawab persoalan di lapangan.***



