100 Peserta PKNS Siap Gebrak Arak-arakan Budaya di Pekanbaru!

LAMR Gaungkan Persebatian Lintas Etnis, Perkuat Persatuan di Bumi Lancang Kuning

Budaya59 Dilihat

PEKANBARU,Saturealita.com-Semangat persatuan dan kebersamaan lintas etnis bakal menggema di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Melalui pergelaran seni dan budaya bertajuk Arak-arakan Keberagaman dan Persebatian Antar Etnis, masyarakat diajak memperkuat persaudaraan sekaligus merawat kekayaan budaya yang menjadi identitas Bumi Lancang Kuning.

Kegiatan yang diinisiasi Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) bersama Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW), Forum Pembauran Kebangsaan (FPK), dan BPK tersebut dijadwalkan berlangsung pada Ahad pagi, 18 Oktober 2026, dalam rangka memperingati Hari Kebudayaan Nasional (HKN) 2026.

Momentum ini diharapkan menjadi panggung kebudayaan yang tidak hanya menampilkan keragaman tradisi dan kesenian daerah, tetapi juga mempererat hubungan antaretnis dalam kehidupan bermasyarakat di Provinsi Riau.

Ketua Paguyuban Kawulo Ngyogyakarta dan Sekitarnya (PKNS) Provinsi Riau, Riyono Gede Trisoko, melalui Koordinator Arak-arakan Keberagaman dan Persebatian Antar Etnis utusan PKNS, Singgih Supriyadi, menyatakan dukungannya terhadap kegiatan tersebut.

Menurutnya, kegiatan ini memiliki nilai positif dan manfaat besar bagi pelestarian seni budaya, sekaligus mendorong kemajuan kebudayaan di Negeri Melayu Riau.

“Insyaallah, kami akan ikut serta menyemarakkan kegiatan ini dengan menampilkan pagelaran seni dan budaya yang melibatkan sebanyak 100 peserta dari berbagai paguyuban daerah Jawa,” ungkap Singgih, Kamis (15/10/2026), seusai rapat akhir persiapan kegiatan di LAMR.

Libatkan 100 Peserta, Tampilkan Kekayaan Budaya Nusantara

Keikutsertaan PKNS menjadi salah satu bentuk nyata dukungan masyarakat lintas etnis dalam membangun keharmonisan melalui jalur kebudayaan.

Dengan melibatkan sekitar 100 peserta dari berbagai paguyuban daerah Jawa, PKNS berkomitmen menghadirkan penampilan seni dan budaya yang mencerminkan kekayaan tradisi Nusantara.

Singgih juga menjelaskan bahwa partisipasi tersebut mendapat dukungan dan dipelopori oleh Laboratorium Budaya Anak Negeri Provinsi Riau.

“Perlu ditegaskan, kehadiran kami murni dari Paguyuban PKNS dan dipelopori oleh Laboratorium Budaya Anak Negeri Provinsi Riau,” tegasnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan bahwa keterlibatan PKNS merupakan wujud partisipasi paguyuban dalam mendukung pelestarian kebudayaan serta memperkuat semangat kebersamaan di tengah masyarakat yang majemuk.

Keberagaman Bukan Pemisah, Melainkan Kekuatan Pembangunan

Lebih dari sekadar arak-arakan, kegiatan ini diharapkan menjadi simbol bahwa keberagaman etnis, adat istiadat, bahasa, dan kesenian merupakan kekayaan yang harus dijaga bersama.

Riau sebagai negeri yang menjunjung tinggi adat Melayu memiliki ruang luas bagi tumbuhnya kebudayaan berbagai kelompok masyarakat. Keharmonisan antaretnis menjadi modal sosial penting dalam menciptakan kehidupan yang damai, memperkuat persaudaraan, serta mendukung pembangunan daerah.

Melalui peringatan HKN 2026, seluruh elemen masyarakat diharapkan semakin menyadari bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk bersatu, melainkan kekuatan untuk membangun masa depan bersama.

Arak-arakan Keberagaman dan Persebatian Antar Etnis pun diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkokoh persatuan masyarakat Riau, sekaligus menegaskan bahwa seni dan budaya merupakan jembatan yang mampu menyatukan berbagai latar belakang dalam semangat kebangsaan.

Dari keberagaman tumbuh persaudaraan, dari kebudayaan lahir persatuan, dan dari persebatian terbangun kekuatan untuk memajukan Negeri Bumi Lancang Kuning.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *