KAR Berazam Tingkatkan Profesionalitas Penata Bunyi

oleh

PEKANBARU, Saturealita.Com- Komunitas Audio Riau (KAR) yang awalnya bernama Pekanbaru Audio Community (PAC) secara resmi telah melakukan berbagai program utama. Komunitas dengan legalitas dari Kemenkumham Riau ini diazamkan untuk meningkatkan kesejahteraan dan profesionalitas anggotanya.

Salah satu program yang digelar diawal 2021 adalah workshop dan pelatihan pra ujian bagi peserta sertifikasi profesi penata bunyi. Kegiatan tersebut dilaksanakan di ruang meeting prioritas di gedung cabang utama Bank Riau Kepri, 13 Januari 2021 lalu.

Rapat Pengurus KAR

Dilanjutkan dengan kegiatan Ujian Sertifikasi Profesi Penata Bunyi Indonesia untuk Wilayah Riau oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Musik Indonesia (LSPMI) pada 15-16 Januari di Kampus Persada Bunda.

LSPMI sendiri merupakan lembaga resmi untuk melaksanakan kegiatan sertifikasi profesi di bawah naungan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Ujian tersebut yang diikuti 22 peserta itu dilaksanakan dengan standar SKKNI 2018 dengan menghadirkan David Karnadi selaku penguji asesor.

“22 peserta yang ikut ujian itu berdasarkan kuota yang ditetapkan untuk periode pertama. Kami mengucapkan terimakasih atas terlaksananya ujian ini kepada LSPMI dan BNSP,” ungkap Ketua KAR Fatah P’Sound.

Fatah dan kawan-kawan senantiasa mendapat support dari berbagai pihak, terutama tim asesor David Karnadi. Ditambahkannya, kegiatan ini dilaksanakan untuk mendukung program pemeritah melalui standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).

Harapannya, ke depan dengan adanya pengakuan profesi bagi penata bunyi di dunia sound system di Riau, maka profesionalisme dalam bidang ini kian meningkat. Selanjutnya, menambah poin bagi kesejahteraan para pekerja audio.

Jika pekerja audio profesional maka akan memberi keuntungan dan kepuasan bagi pengguna jasa. Tak perlu diragukan lagi sebab para pekerja telah melalui seleksi ketat dan cukup berpengalaman.

“Saat ini, KAR terus melanjutkan visi-misi nya untuk mendukung dan mengembangkan dunia audio serta penggiat dan pelaku audio, khususnya di Riau,” ulas Fatah.(***/rls)

Print Friendly, PDF & Email