Resmi dilantik, GAPKI Cabang Riau Proritaskan Peningkatan Ekonomi Sektor Perkebunan

oleh
Suasana Pelantikan GAPKI Cabang Riau

PEKANBARU, Saturealita.com- Pengurus GAPKI Cabang Riau Periode 2020-2025, Jum’at siang ( 26/3/2021), resmi dilantik.

Hadir dalam pelantikan Wakil Gubernur Riau, Edy Natar Nasution, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Zulfadli dan disaksikan langsung ketua GAPKI Pusat, Joko Supriono, secara online.

Dalam pernyataan GAPKI Cabang Riau bahwa akselerasi peremajaan sawit rakyat menjadi salah satu program prioritas sebagai langkah peningkatan ekonomi para petani.

Ketua GAPKI Cabang Riau, Jatmiko K Santosa menyebutkan, pihaknya menempatkan peremajaan sawit rakyat sebagai fokus utama kepengurusan asosiasi perusahaan perkebunan tersebut.

“Berkaitan peremajaan sawit rakyat, bicara CPO (crude palm oil), kita sangat mengetahui sejalu yakni, kakulasi pendapatan, perusahaan mendekati 5 ton per hektare. Sedangkan petani tak lebih tak kurang 2 ton hektarenya. Ini yang harus dipikirkan untuk memajukan ekonomi rakyat,” tegas Ketua GAPKI) Jatmiko K Santosa, usai pelantikan.

Jatmiko menambahkan, peremajaan sawit rakyat (PSR) selain menjadi prioritas GAPKI, juga menjadi perhatian pemerintah pusat. Maka dari itu, bersama pemerintah dan GAPKI Pusat berupaya mendorong program tersebut sebagai salah satu upaya percepatan pemulihan ekonomi nasional.

Untuk sementara ini, GAPKI Riau segera berkoordinasi dengan pemerintah, guna memetakan daerah yang memiliki potensi besar dalam pelaksanaan PSR. “Saat ini, kita melihat, kabupaten Pelalawan salah satu percontohan pelaksanaan PSR dengan banyak melibatkan perusahaan yang di Riau”,terang Jatmiko.

Kemudian dengan gamlang, dirinya menegaskan, agar progam ini berjalan lancar sesuai dengan keinginan, tentu kerjasama yang baik antara pengusaha dan petani sawit. Dengan kerjasama nantinya, akan menjadi peluang besar melawan kampanye hitam di sektor perkebunan sawit, tentunya dengan sertifikasi PSR dengan perusahaan.

Pria yang juga merupakan CEO PTPN V menerangkan, saat ini perkebunan sawit, khususnya diwilayah Bumi Lancang Kuning telah menjadi salah satu sektor perekonomian bidang perkebunan yang masih tumbuh pesat walaupun di tengah pandemi.

Secara rinci, luas lahan perkebunan sawit berkusar 3,6 juta hektare, dengan kategori terluas di Indonesia, “sudah waktunya Riau memberikan kontribusi nyata pada pertumbuhan ekonomi dari sektor minyak nabati”,ungkapnya sembari mengatakan, GAPKI Riau bersama pemerintah terus memonitor tentang aturan perundang-undangan terkait dengan industri, lahan yang terkesan tumpang tindih dan aturan tentang ketenaga kerjaan.

Selain sektor pertumbuhan ekonomi perkebunan, GAPKI cabang Riau juga fokus dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Secara berkelanjutan, “kita akan menargetkan semua anggota GAPKI cabang Riau akan bertambah. Saat ini, dari total 200 perusahaan berada ditanah melayu, baru 64 perusaaan yang baru menjadi anggota aktif.

Ditempat sama, Ketua GAPKI Pusat, Joko Supriono, mengakui bahwa tugas kepengurusan GAPKI Riau cukup berat. Terutama status Riau sebagai provinsi dengan areal perkebunan sawit terbesar di Indonesia. Ia mengatakan tantangan perkebunan sawit tidak akan pernah usai selama Indonesia masih menjadi negara eksportir CPO.

“Kita perlu terus memperkuat supply chain dari petani maupun perusahaan sehingga jadi satu supply chain yang solid, bersatu, berjuang bersama memajukan sawit antara pelaku usaha dan masyarakat. Saya yakin upaya memajukan industri ini akan mudah dan juga hadapi tantangan global yang lebih berat ini,” urainya secara daring.

Sementara itu, Wakil Gubernur Riau, Edy Natar Nasution, mengakui bahwa perkebunan sawit merupakan sektor yang paling berpartisipasi dalam membangun Riau. Ia mengatakan begitu banyak kantong-kantong keramaian di seluruh penjuru Provinsi Riau akibat keberadaan perkebunan dan pabrik kelapa sawit.

“Perkebunan paling banyak berpatisipasi membangun Riau. sehingga sektor pembangunan boleh dikatakan pesat dan menjadi aset pemerintahan Provinsi Riau kedepannya”, tutup mantan Danrem 031/Wira Bima ini. (Laporan Ln)

Print Friendly, PDF & Email