Penghuni Panti Jompo Mengurung Diri Najaris: Kita Sudah Membujuknya Keluar

oleh
Atuk Kasmin Saat belum mengurung diri

PEKANBARU, Saturealita.Com-Pelayanan lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Khusnul Khotimah, Jalan Kaharuddin Nasution kembali menjadi sorotan. Seorang lansia bernama Kasmin yang mengurung diri dalam kamar, belum mampu dievakuasi.

Waktu sudah menunjukkan pukul 11.50 WIB. Satu-satu tampak para lansia berjalan keluar dari kamarnya menuju dapur mengambil jatah makan siang. Setelah mendapatkan ransum, mereka kembali ke kamar masing-masing.

Namun, satu dari 60-an lansia yang menetap disana ternyata enggan untuk mengambil jatah makannya. Ia memilih mengurung diri di kamar. Kakek yang diketahui bernama Kasmin itu sudah sejak Kamis kemarin mengunci kamarnya dari dalam. Lemari besar dijadikan sebagai penahan pintu agar tidak bisa didobrak dari luar.

Sebagaimana yang pernah diberitakan sebelumnya, Kasmin adalah penghuni panti sejak beberapa tahun. Lelaki yang dulu terlihat bugar dengan pikiran yang masih jernih kini terlihat lemah tak berdaya.

Seperti disebutkan salah seorang pegawai disana, mengurung diri dalam kamar yang dilakukan Kasmin sudah berlangsung sekitar 6 hari. Tak tau persis apa sebabnya, yang jelas ada semacam ketakutan di diri Kasmin yang dulu sempat dibawa ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Tampan sekitar Maret 2021 lalu. Padahal, kakek berperawakan bersih ini terbilang cerdas dalam berkomunikasi.

Kepala Panti Sosial Tresna Werdha Khusnul Khotimah, Hermon Zuhedi melalui Kasi Pembinaan Najaris membenarkan ada seorang lansia yang mengurung diri di kamar. “Mengurung diri bukan dikurung. Jangan salah pengertian pula,” kata Najaris, Senin (27/6/2021).

Terkait itu, pihak panti sudah berupaya meminta Atuk Kasmin untuk membuka pintu dengan cara membujuk dan mendorong pintu.

“Kita tidak bisa membuka pintunya karena diganjal pakai lemari yang ada dalam kamar. Bahkan kepala Panti sudah datang langsung melihat dan membujuk kakek tersebut,” terangnya.

Sampai saat ini, pihak panti hanya bisa mengantar makanan lewat jendela nako yang terbuka. Sebab kakek ini tidak mau bersuara atau pun bergerak menampakkan diri. Ia bersembunyi dibalik meja yang ada lemarinya. Hanya kakinya saja yang terlihat bergerak-gerak sesekali.

Dikatakan Najaris, kelakuan kakek Kasmin yang mengurung diri itu bukan karena depresi. Hanya saja pernah suatu ketika Kasmin berteriak seperti orang gila.

“Waktu itu dia bilang, diluar tidak aman, masih kondisi perang. Kepala panti mati dibacok. Begitu dia pernah meracau. Makanya, beberapa bulan lalu kami membawanya ke RSJ. Dan tak lama pihak RSJ mengembalikannya kembali ke panti,” ucap Najaris membantah berita miring terkait pelayanan kurang baik panti jompo milik pemerintah itu.

Sebelumnya sempat beredar kabar kalau kakek Kasmin mengalami tekanan dari pihak panti. Dimana saat ia dibawa ke RSJ diperlakukan kasar seperti menyeret seekor babi. Ini dibuktikan dengan terdapatnya luka dibagian tumit sang kakek.(***)

Print Friendly, PDF & Email