Babinsa Koramil 07/Tenayan Raya Intensifkan Patroli dan Sosialisasi Karhutla
PEKANBARU,saturealita.com/-Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus menjadi perhatian serius aparat teritorial di wilayah Kota Pekanbaru.
Sebagai bentuk komitmen dalam menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya bencana kabut asap, Babinsa Koramil 07/Tenayan Raya Kodim 0301/Pekanbaru, Sertu S. Hermanto, bersama warga setempat melaksanakan kegiatan patroli sekaligus sosialisasi pencegahan Karhutla di wilayah Kelurahan Industri Tenayan, Kecamatan Tenayan Raya, Rabu (10/6/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari langkah preventif yang secara rutin dilakukan Koramil 07/Tenayan Raya untuk memastikan wilayah binaan tetap aman dari ancaman kebakaran hutan dan lahan yang kerap terjadi saat cuaca panas dan minim curah hujan.
Selain melakukan pemantauan langsung ke sejumlah titik yang dianggap rawan, Babinsa juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan.
Dalam pelaksanaan patroli, Sertu S. Hermanto menyusuri sejumlah kawasan yang berada di Jalan 70 dan Jalan 45, Kelurahan Industri Tenayan. Lokasi tersebut menjadi fokus pemantauan mengingat terdapat area lahan yang berpotensi mengalami kekeringan saat musim kemarau.
Dengan menggunakan kendaraan roda dua milik Koramil, patroli dilakukan secara menyeluruh guna memastikan tidak ada aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
Di sela-sela kegiatan, Babinsa juga berdialog langsung dengan warga yang ditemui di lapangan. Melalui pendekatan komunikasi sosial yang humanis, masyarakat diajak untuk lebih peduli terhadap kondisi lingkungan sekitar serta segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan tanda-tanda munculnya titik api maupun aktivitas pembakaran yang berpotensi menyebabkan Karhutla.
Menurut Sertu S. Hermanto, peran aktif masyarakat menjadi faktor penting dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Pasalnya, sebagian besar kasus Karhutla dapat dicegah apabila seluruh elemen masyarakat memiliki kesadaran dan kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan.
“Patroli ini bukan hanya untuk memantau kondisi lapangan, tetapi juga sebagai sarana mengingatkan masyarakat agar bersama-sama menjaga wilayahnya dari ancaman kebakaran lahan. Pencegahan harus dilakukan sejak dini agar tidak menimbulkan kerugian yang lebih besar,” ujarnya.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, koordinat patroli berada pada titik Latitude 0.555828° dan Longitude 101.572742°. Dari hasil pengecekan yang dilakukan, tidak ditemukan adanya hotspot, titik api maupun kepulan asap yang mengindikasikan terjadinya kebakaran. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa wilayah Kelurahan Industri Tenayan masih dalam keadaan aman dan terkendali.
Meski demikian, kewaspadaan tetap menjadi prioritas utama. Mengingat Karhutla dapat terjadi sewaktu-waktu akibat faktor alam maupun kelalaian manusia, kegiatan patroli akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai langkah antisipasi dini.
Pelaksanaan patroli kali ini melibatkan personel dari unsur TNI dan pihak keamanan (security), sementara unsur kepolisian tidak hadir dalam kegiatan tersebut. Meski dengan jumlah personel yang terbatas, pelaksanaan patroli tetap berjalan efektif berkat sinergi dan dukungan masyarakat yang turut berpartisipasi menjaga keamanan lingkungan.
Komitmen Koramil 07/Tenayan Raya dalam mencegah Karhutla sejalan dengan upaya pemerintah untuk menjaga kualitas lingkungan hidup dan kesehatan masyarakat. Ancaman kabut asap akibat kebakaran lahan tidak hanya berdampak pada kerusakan ekosistem, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas ekonomi, pendidikan, transportasi, serta kesehatan warga.
Karena itu, edukasi dan patroli lapangan terus digencarkan agar masyarakat semakin memahami dampak buruk Karhutla dan pentingnya menjaga kelestarian alam. Dengan adanya kerja sama yang baik antara aparat, pemerintah dan masyarakat, diharapkan wilayah Tenayan Raya tetap terbebas dari bencana kebakaran hutan dan lahan.
Hingga kegiatan berakhir, situasi di lokasi patroli terpantau aman, tertib dan kondusif.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar tanpa kendala berarti, sekaligus menjadi bukti nyata keseriusan aparat kewilayahan dalam menjaga lingkungan dan memberikan rasa aman bagi masyarakat. ***









