Bara Belum Sepenuhnya Hilang

Militer0 Dilihat
Babinsa dan Warga Tenayan Raya Perketat Patroli Karhutla di Lahan Bekas Terbakar

Pekanbaru, saturealita.com/-Upaya mencegah kembali munculnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus digencarkan di wilayah Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru. Kewaspadaan tersebut dilakukan menyusul adanya lahan milik Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru dan lahan milik warga yang sebelumnya terbakar dengan luasan mencapai kurang lebih lima hektare dan dua hektare.

Pada Kamis, 27 Agustus 2026 sekitar pukul 11.00 WIB, Babinsa Koramil 07/Tenayan Raya, Kodim 0301/Pekanbaru, Sertu S. Hermanto, bersama warga Kelurahan Industri Tenayan melaksanakan patroli sekaligus pemantauan terhadap sejumlah kawasan yang dinilai rawan terjadi kebakaran. Kegiatan tersebut juga dirangkai dengan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya mencegah terjadinya karhutla.

Patroli dilakukan sebagai langkah antisipasi agar kawasan yang sebelumnya mengalami kebakaran tidak kembali menyisakan bara atau menjadi titik awal munculnya kebakaran baru. Kondisi lahan pascakebakaran menjadi perhatian karena potensi munculnya kembali asap maupun api tetap harus diwaspadai, khususnya ketika kondisi cuaca dan lahan mendukung terjadinya penyebaran api.

Dalam kegiatan tersebut, personel menyusuri sejumlah jalur yang menjadi rute pemantauan, di antaranya Jalan Tenayan Jaya Ujung, Kelurahan Industri Tenayan, Kecamatan Tenayan Raya, serta kawasan Jalan 45/Gajah Mada, Kelurahan Industri Tenayan. Pemantauan dilakukan dengan mengedepankan kewaspadaan terhadap kemungkinan adanya titik api, asap, maupun aktivitas masyarakat yang berpotensi memicu kebakaran.

Selain melakukan pemantauan lapangan, Babinsa bersama masyarakat juga memberikan sosialisasi mengenai bahaya dan dampak karhutla. Edukasi tersebut menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan karena kebakaran lahan tidak hanya mengancam lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, transportasi, serta kualitas udara apabila berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, situasi pada saat patroli berlangsung relatif aman. Hotspot terpantau nihil, titik api nihil, dan titik asap juga nihil. Kondisi tersebut menjadi kabar positif, namun bukan berarti kewaspadaan dapat dihentikan. Patroli tetap diperlukan secara berkala untuk memastikan kawasan rawan tetap dalam pengawasan dan potensi kebakaran dapat dideteksi sedini mungkin.

Kegiatan patroli ini juga memperlihatkan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan. Dalam pelaksanaannya, unsur TNI melibatkan satu personel, didukung satu orang Masyarakat Peduli Api (MPA) serta lima orang masyarakat. Kehadiran masyarakat secara langsung menjadi bagian dari kekuatan pencegahan di tingkat paling bawah karena warga merupakan pihak yang beraktivitas dan persentuhan langsung dengan kondisi lingkungan sekitar.

Patroli dilaksanakan menggunakan satu unit sepeda motor sebagai sarana mobilitas menyusuri wilayah yang menjadi sasaran pemantauan. Titik koordinat yang menjadi bagian dari pemantauan karhutla tercatat pada Lat 0.555828° dan Long 101.572742°.

Sertu S. Hermanto bersama warga terus mengingatkan bahwa pencegahan karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat. Peran masyarakat sangat menentukan, terutama dalam menjaga agar tidak ada aktivitas pembakaran lahan secara sembarangan dan segera melaporkan apabila menemukan kepulan asap maupun indikasi munculnya api.

Kewaspadaan tersebut menjadi semakin penting karena lahan yang sebelumnya terbakar dapat menjadi kawasan yang membutuhkan perhatian khusus. Pemantauan secara rutin merupakan bentuk kesiapsiagaan agar apabila ditemukan kembali tanda-tanda kebakaran, penanganan dapat dilakukan lebih cepat sebelum api meluas dan sulit dikendalikan.

Sinergi antara Babinsa, MPA dan masyarakat di wilayah Kelurahan Industri Tenayan menjadi gambaran bahwa pencegahan karhutla dapat dimulai dari lingkungan terkecil. Patroli bukan semata-mata kegiatan menyusuri wilayah, tetapi juga menjadi sarana membangun kesadaran bersama bahwa menjaga lahan dan lingkungan merupakan kepentingan seluruh masyarakat.

Dengan hasil pemantauan yang menunjukkan nihil hotspot, nihil titik api dan nihil titik asap, situasi wilayah patroli Koramil 07/Tenayan Raya pada Kamis tersebut terpantau kondusif. Meski demikian, kewaspadaan tetap dipertahankan mengingat potensi kebakaran lahan dapat berubah sewaktu-waktu.

Kegiatan berlangsung dalam keadaan tertib, aman dan lancar. Langkah patroli serta sosialisasi diharapkan mampu memperkuat kesiapsiagaan masyarakat sekaligus memutus potensi karhutla sejak dari sumbernya.

Pesan yang dibawa dari kegiatan tersebut sederhana namun penting: mencegah api jauh lebih mudah daripada memadamkan kebakaran yang telah meluas. Karena itu, keterlibatan masyarakat bersama aparat menjadi benteng awal untuk menjaga wilayah Tenayan Raya agar tetap aman dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *