Minggu Tak Jadi Alasan Lengah
Pekanbaru,saturealita.com/-Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus digencarkan di wilayah Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru. Bahkan di hari Minggu, langkah antisipasi tetap dilakukan untuk memastikan kawasan yang memiliki potensi rawan terbakar berada dalam kondisi aman.
Pada Minggu, 6 September 2026 sekitar pukul 11.00 WIB, Babinsa Koramil 07/Tenayan Raya, Kodim 0301/Pekanbaru, Sertu S. Hermanto, bersama warga Kelurahan Industri Tenayan melaksanakan patroli sekaligus sosialisasi pencegahan Karhutla.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya deteksi dini dan pencegahan terhadap potensi kebakaran lahan, sekaligus memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai bahaya Karhutla serta dampak yang dapat ditimbulkannya terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat.
Patroli menyasar sejumlah jalur yang dinilai perlu mendapat perhatian. Rute yang dilalui antara lain Jalan Matoa, Kelurahan Industri Tenayan, serta Jalan Gajah Mada, Kelurahan Industri Tenayan, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru.
Dalam pelaksanaan patroli, petugas juga melakukan pemantauan kondisi wilayah pada titik koordinat 0.555828° Lintang dan 101.572742° Bujur. Hasil pemantauan menunjukkan kondisi wilayah dalam keadaan kondusif dengan hotspot nihil, titik api nihil, dan titik asap nihil.
Kegiatan ini turut melibatkan unsur masyarakat melalui Masyarakat Peduli Api (MPA) sebanyak lima orang, bersama satu personel TNI. Sinergi tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kewaspadaan bersama, sebab pencegahan Karhutla tidak hanya bergantung pada aparat, tetapi membutuhkan kepedulian dan partisipasi masyarakat di lapangan.
Dengan menggunakan satu unit sepeda motor, patroli berlangsung tertib, aman dan lancar. Kehadiran Babinsa bersama masyarakat sekaligus menjadi pesan bahwa kewaspadaan terhadap Karhutla harus dilakukan secara konsisten, terutama di kawasan yang memiliki potensi terjadinya kebakaran lahan.
Langkah patroli dan sosialisasi secara berkelanjutan diharapkan mampu memperkuat kesadaran masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi titik api maupun asap.
Dengan semangat “cegah sebelum terjadi”, Babinsa dan masyarakat Tenayan Raya terus menjaga wilayah agar tetap bebas dari ancaman Karhutla. ***






