Ketua BAHU PRABOWO Riau Wanton, SH.,MH.,MSi

Desak Copot Area Manager Communication Sumbagut Fahrougi Andriani Sumampouw Buntut Antrean Bio Solar 3-5 Jam

News72 Dilihat

PEKANBARU,Saturealita.com-Lembaga Bantuan Hukum PRABOWO (BAHU PRABOWO) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Provinsi Riau melayangkan desakan keras kepada PT Pertamina Patra Niaga.

Ketua BAHU PRABOWO DPD Riau, Wanton, S.H., M.H., M.Si., meminta Direksi pusat untuk segera mencopot Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), Fahrougi Andriani Sumampouw.

Desakan itu dipicu kelangkaan BBM subsidi jenis Bio Solar yang tak kunjung usai di Riau dan Sumut. Pantauan di lapangan, antrean kendaraan di SPBU di Pekanbaru, Dumai, Siak, Pelalawan, hingga Medan masih mengular panjang 3-5 jam, bahkan ada sopir yang menginap.

“Jika tidak mampu mengatasi kelangkaan Bio Solar, copot saja Area Manager Communication Relation Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw. Rakyat butuh solusi, bukan klarifikasi normatif setiap hari,” tegas Wanton kepada wartawan, Rabu (17/9/2026).

Wanton menilai fungsi komunikasi publik Pertamina Sumbagut telah gagal total. Pernyataan yang selalu menyebut stok aman dan pasokan ditambah 10-20 persen sangat bertolak belakang dengan penderitaan rakyat di lapangan.

“Jabatan Communication itu jembatan antara Pertamina dengan rakyat. Ketika rakyat antre berjam-jam, solar langka, logistik terganggu, petani dan nelayan menjerit, mana tanggung jawab komunikasinya? Ganti dengan orang yang mau turun ke lapangan dan merasakan penderitaan rakyat,” tegas advokat senior tersebut.

Menurut BAHU PRABOWO, kelangkaan ini mencoreng program pro-rakyat Presiden Prabowo Subianto yang ingin memastikan BBM subsidi tepat sasaran.

“Presiden Prabowo ingin rakyat kecil dimudahkan. Kalau di tingkat regional Sumbagut masih terjadi kelangkaan berkepanjangan, berarti manajemennya gagal. Jangan korbankan nama Presiden karena pejabat di daerah tidak becus,” lanjut Wanton.

Adapun tiga tuntutan resmi BAHU PRABOWO DPD Riau:

1.Mendesak Dirut Pertamina Patra Niaga mencopot Fahrougi Andriani Sumampouw dari jabatan Area Manager Communication, Relations & CSR Sumbagut.

2.Audit terbuka distribusi Bio Solar mulai dari Integrated Terminal Dumai dan Fuel Terminal Sei Siak hingga ke seluruh SPBU di Riau-Sumut.

3.Transparansi data harian penyaluran* Bio Solar per kabupaten/kota, agar tidak ada lagi alasan stok aman di atas kertas.

Wanton memastikan pihaknya akan mengirim surat resmi kepada Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Kementerian BUMN, BPH Migas, dan Ombudsman RI Perwakilan Riau.

“Jika dalam 3×24 jam tidak ada tindakan nyata mengurai antrean, BAHU PRABOWO DPD Riau akan membuka posko pengaduan kelangkaan Bio Solar dan menggelar aksi damai di depan terminal BBM Pertamina,” tutup Wanton, S.H., M.H., M.Si.

Hingga berita ini diterbitkan, upaya konfirmasi kepada Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, belum mendapatkan jawaban.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *