JAKARTA,saturealita.com-Universitas Islam As-Syafi’iyah (UIA) Jakarta membuka lembaran baru tahun akademik 2026/2027 dengan semangat besar. Bukan sekadar seremoni penyambutan mahasiswa baru, Kuliah Perdana dan Pelantikan Mahasiswa Baru UIA 2026/2027 menjadi momentum untuk membangun generasi akademisi yang mampu beradaptasi dengan derasnya transformasi teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Graha Alawiyah, Kampus 2 UIA Jakarta, Sabtu (19/9/2026), tersebut sekaligus dirangkai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara UIA dan Persatuan Masyarakat Riau Indonesia (PMRI).
Mengusung semangat “The Future of Entrepreneurship with AI”, agenda tersebut mengajak mahasiswa baru melihat perubahan teknologi bukan hanya sebagai tantangan, tetapi juga sebagai ruang untuk membangun kreativitas, kompetensi, kewirausahaan dan jejaring profesional.

Acara berlangsung mulai pukul 08.30 hingga 12.00 WIB menghadirkan beberapa sejumlah tokoh sebagai pembicara. Prof. Dr. H. Dailami Firdaus dipercaya sebagai keynote speaker, sementara Hj. Diana Dewi, S.E., Ketua Umum KADIN DKI Jakarta, hadir sebagai narasumber. Turut hadir Dr. H. Rusli Effendi, S.Pd.I., S.E., M.Si., selaku Ketua Umum PMRI, Ketua YAPTA Dr. Hj. Nurfitria Farhana, M.M, Pembina Yayasan, Dr. Hj. Syifa Fauziah, M. Art Sekretaris Yayasan, Hj. Lili Kamalia Ihsana, S.E., M.Kom.I, Bendahara Yayasan, H. Syarif Abdullah AS Pengawas Yayasan Prof. Dr. Masduki Ahmad, S.H., M.M, Rektor UIA beserta jajaran, KRAT. Dr. C. Leles Sudarmanto Mangun Nagoro, MM., MBA., CRP., QIA. Ketua Umum Paguyuban Jawa Tengah beserta jajaran, Umar Ohoitenan, S.H. – Ketua Umum Front Pemuda Muslim Maluku
AI dan Pendidikan, Dua Kekuatan Menghadapi Masa Depan
Perkembangan AI yang semakin cepat menjadi salah satu isu penting dalam dunia pendidikan dan kewirausahaan. Mahasiswa tidak lagi cukup hanya mengandalkan pengetahuan akademik, tetapi juga dituntut memiliki kemampuan beradaptasi dengan perubahan teknologi.
Dalam konteks tersebut, pendidikan tinggi memiliki tantangan untuk melahirkan sumber daya manusia yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu menerapkan ilmu pengetahuan dalam menghadapi persoalan nyata di masyarakat.
Gagasan untuk mendorong lahirnya para akademisi hingga jenjang doktoral juga menjadi bagian dari semangat kegiatan. Gelar akademik diharapkan berjalan beriringan dengan penguasaan ilmu, kemampuan riset, inovasi serta pemanfaatan teknologi secara bertanggung jawab.
Era AI membuka peluang yang luas, namun pada saat yang sama menuntut kemampuan manusia untuk terus belajar. Teknologi dapat menjadi alat pendukung, sementara kemampuan berpikir kritis, kreativitas, integritas dan keilmuan tetap menjadi fondasi utama.
MoU UIA-PMRI Perkuat Jembatan Kampus dan Masyarakat
Penandatanganan MoU UIA bersama PMRI turut memberikan warna tersendiri dalam rangkaian kegiatan. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring dan membuka ruang kerja sama antara lingkungan perguruan tinggi dengan organisasi masyarakat.
Kerja sama semacam ini dapat menjadi ruang untuk mempertemukan dunia akademik, profesional, kewirausahaan dan masyarakat sehingga mahasiswa memperoleh perspektif yang lebih luas mengenai tantangan di luar lingkungan kampus.
Bagi mahasiswa baru, momentum tersebut menjadi awal perjalanan untuk mengenal dunia akademik sekaligus membangun koneksi yang dapat berkembang selama menempuh pendidikan.
Bukan Sekadar Seremoni, Tetapi Titik Awal
Kuliah Perdana UIA 2026/2027 pada akhirnya tidak berhenti pada pelantikan dan penyambutan mahasiswa baru. Pesan yang dibawa adalah bagaimana mahasiswa mulai mempersiapkan diri menghadapi dunia yang terus bergerak.
Revolusi teknologi telah mengubah pola kerja, bisnis, komunikasi dan kehidupan sosial. Karena itu, mahasiswa UIA didorong untuk menjadikan masa perkuliahan sebagai ruang membangun kompetensi, memperluas wawasan, mengembangkan jejaring dan mempersiapkan diri menghadapi masa depan.
Dengan dimulainya tahun akademik 2026/2027, mahasiswa baru UIA resmi memasuki fase baru perjalanan pendidikan mereka.
Semangatnya jelas: menguasai ilmu, beradaptasi dengan teknologi, membangun karakter dan menciptakan inovasi.
Di tengah derasnya gelombang AI, kampus bukan hanya tempat memperoleh gelar. Kampus menjadi ruang untuk menyiapkan generasi yang mampu membaca perubahan dan mengambil peran dalam masa depan. ***
