PEKANBARU,Saturealita.com-Upaya memperkuat ketahanan pangan dan mendorong terwujudnya swasembada pangan nasional terus digerakkan melalui kolaborasi pemerintah daerah dan kelompok tani. Kali ini, Kelompok Tani (Poktan) Agro Mandiri Sejahtera Kota Pekanbaru mengambil langkah nyata melalui kegiatan penanaman jagung pipil yang dirangkaikan dengan penyerahan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari Wali Kota Pekanbaru kepada petani dan Kelompok Wanita Tani (KWT).
Kegiatan dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 1 Oktober 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai tersebut, akan dipusatkan di lokasi Poktan Agro Mandiri Sejahtera, Jalan Badak Ujung, Pekanbaru.
Agenda ini menjadi bagian dari upaya mendorong peningkatan produksi dan produktivitas pertanian, khususnya komoditas jagung pipil, sekaligus memperkuat peran kelompok tani dalam mendukung program swasembada pangan.
Bantuan Alsintan Jadi Pemicu Petani Didorong Lebih Produktif
Penanaman jagung pipil dan disertai dengan penyerahan bantuan Alsintan diharapkan menjadi momentum penting bagi pengembangan sektor pertanian di Kota Pekanbaru. Dukungan sarana dan prasarana pertanian memiliki peran strategis dalam membantu petani meningkatkan efektivitas kegiatan usaha tani, mulai dari pengolahan lahan hingga proses produksi.
Bagi petani dan Kelompok Wanita Tani, bantuan alsintan diharapkan dapat mendukung kelancaran kegiatan pertanian, meningkatkan efisiensi kerja, serta membuka peluang pengembangan usaha tani yang lebih produktif.
Selain itu, penanaman jagung pipil juga menjadi langkah mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian agar memberikan nilai ekonomi dan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
Namun, keberhasilan peningkatan produksi tidak hanya bergantung pada ketersediaan alat pertanian. Pendampingan, pengelolaan lahan, pemilihan benih, pemeliharaan tanaman, serta kepastian pemasaran hasil panen juga menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan usaha tani.
Sinergi Pemerintah dan Kelompok Tani Perkuat Ketahanan Pangan
Program ini mengedepankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, instansi terkait, kelompok tani, petani, serta seluruh pemangku kepentingan dalam membangun sektor pertanian yang produktif dan berkelanjutan.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mendorong peningkatan kapasitas petani, memperluas pemanfaatan lahan, serta memperkuat kontribusi sektor pertanian terhadap ketahanan pangan di Kota Pekanbaru.
Keterlibatan Kelompok Wanita Tani juga menjadi bagian penting dalam pengembangan pertanian berbasis masyarakat. Dengan dukungan sarana yang memadai dan penguatan kapasitas kelompok, KWT berpeluang meningkatkan peran dalam kegiatan produksi pertanian maupun pengembangan usaha ekonomi keluarga.
Di tengah kebutuhan pangan yang terus menjadi perhatian, pengembangan komoditas jagung pipil diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap ketersediaan bahan pangan dan bahan baku pakan, sesuai dengan kebutuhan pasar dan hasil produksi yang dicapai.

Agro Mandiri Sejahtera Dorong Pertanian Berkelanjutan
Ketua Kelompok Tani Agro Mandiri Sejahtera, Drs. Riyono Gede Trisoko, M.M., bersama Singgih Supriyadi, S.E., mengharapkan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan kelompok tani dalam mewujudkan pertanian yang lebih maju.
Melalui kegiatan penanaman jagung pipil dan penyerahan bantuan alsintan, para pemangku kepentingan diharapkan semakin terdorong untuk mengembangkan potensi pertanian lokal serta memaksimalkan pemanfaatan lahan yang tersedia.
Dukungan pemerintah daerah, apabila diiringi dengan pengelolaan yang tepat dan pendampingan berkelanjutan, diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi petani, baik dari sisi produktivitas maupun peningkatan kesejahteraan.
Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa mewujudkan swasembada pangan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif petani, kelompok tani, dan masyarakat secara luas.
Dari lahan pertanian di Jalan Badak Ujung, semangat membangun kemandirian pangan Pekanbaru diharapkan terus tumbuh. Penanaman jagung pipil menjadi langkah awal, sementara keberhasilan sesungguhnya akan terlihat dari keberlanjutan produksi, hasil panen, dan manfaat ekonomi yang dirasakan petani. ***





