Pekanbaru Pacu Kebangkitan Petani!

Tanam Jagung Pipil dan Salurkan Alsintan, Petani serta KWT Didorong Jadi Motor Swasembada Pangan

Militer3 Dilihat

PEKANBARU,Saturealita.com-Upaya memperkuat ketahanan pangan dan mendorong produktivitas sektor pertanian di Kota Pekanbaru terus digencarkan. Melalui kegiatan penanaman jagung pipil sekaligus penyerahan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada petani dan Kelompok Wanita Tani (KWT), Pemerintah Kota Pekanbaru berupaya memperkuat peran kelompok tani sebagai penggerak pertanian produktif dan berkelanjutan.

Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (1/10/2026) tersebut dipusatkan di Jalan Badak Ujung, RT 04/RW 03, Kelurahan Tuah Negeri, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru.

Dalam kegiatan ini, Babinsa Koramil 07/Tenayan Raya, Kodim 0301/Pekanbaru, Serma Herman, mewakili Danramil 07/Tenayan Raya untuk memantau sekaligus mengikuti rangkaian kegiatan penanaman jagung pipil dan penyerahan bantuan alsintan dari Wali Kota Pekanbaru kepada para petani dan KWT.

Momentum ini menjadi bagian dari upaya mendorong modernisasi pertanian, meningkatkan kemampuan produksi petani, serta memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, kelompok tani, dan berbagai pemangku kepentingan di sektor pangan.

Bantuan Alsintan Jadi Dorongan untuk Meningkatkan Produktivitas Petani

Penyerahan bantuan alsintan menjadi salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut. Dukungan peralatan pertanian diharapkan dapat membantu petani meningkatkan efektivitas pekerjaan, mempercepat proses pengolahan lahan, serta menunjang kegiatan budidaya hingga masa panen.

Pemanfaatan alsintan juga menjadi bagian penting dalam mendorong pertanian yang lebih modern. Dengan dukungan sarana yang memadai, kelompok tani diharapkan mampu mengembangkan kegiatan usaha tani secara lebih terarah dan produktif.

Tidak hanya menyasar kelompok tani, kegiatan ini turut melibatkan Kelompok Wanita Tani (KWT), yang memiliki peran dalam pengembangan kegiatan pertanian keluarga dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Sinergi tersebut diharapkan dapat memperluas partisipasi masyarakat dalam pembangunan sektor pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tingkat lokal.

Penanaman Jagung Pipil, Langkah Konkret Mendukung Ketahanan Pangan

Selain penyerahan bantuan alsintan, penanaman jagung pipil menjadi agenda penting yang menandai komitmen bersama dalam mengembangkan potensi pertanian di Pekanbaru.

Jagung merupakan salah satu komoditas pangan yang memiliki nilai strategis, termasuk sebagai bahan baku pakan ternak dan pendukung rantai pasok pangan. Karena itu, pengembangan budidaya jagung di tingkat kelompok tani diharapkan mampu membuka peluang usaha, meningkatkan nilai ekonomi lahan, dan memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat.

Keterlibatan kelompok tani Agro Mandiri Sejahtera dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan potensi pertanian di wilayah Tenayan Raya.

Melalui pengembangan budidaya jagung pipil yang didukung sarana pertanian, pendampingan, dan koordinasi lintas sektor, kegiatan pertanian diharapkan dapat berkembang secara berkelanjutan.

Namun, keberhasilan program ini nantinya juga akan ditentukan oleh keberlanjutan perawatan tanaman, ketersediaan sarana produksi, pendampingan teknis, serta kepastian penyerapan hasil panen.

Dihadiri Unsur Pemerintah, DPRD, TNI-Polri, dan Pemangku Kepentingan

Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Pekanbaru, Wakil Wali Kota Pekanbaru, Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru, Ketua DPRD Kota Pekanbaru, Ketua dan anggota Komisi II DPRD Kota Pekanbaru, serta perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau.

Hadir pula Kepala Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Riau, Kepala Perum Bulog Wilayah Riau dan Kepulauan Riau, Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Riau, serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Pekanbaru.

Unsur perangkat daerah yang hadir mencakup bidang perekonomian dan pembangunan, pertanian dan perikanan, ketahanan pangan, perindustrian dan perdagangan, koperasi dan UKM, perencanaan pembangunan daerah, hingga Badan Pusat Statistik dan BPJS Ketenagakerjaan Kota Pekanbaru.

Turut hadir Camat Tenayan Raya, Camat Kulim, Kapolsek Kulim, Danramil 07/Tenayan Raya, para penyuluh pertanian lapangan (PPL) se-Kota Pekanbaru, serta lurah dari Kecamatan Tenayan Raya dan Kecamatan Kulim.

Kegiatan ini juga melibatkan pengurus dan anggota Kelompok Tani Agro Mandiri Sejahtera, pengurus dan anggota STII Provinsi Riau serta STII Kota Pekanbaru, perwakilan Syngenta Group, dan anggota kelompok tani lainnya.

Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam mendukung pengembangan pertanian, mulai dari penyediaan sarana produksi, pendampingan petani, hingga penguatan ekosistem usaha tani.

Babinsa Koramil 07/Tenayan Raya Ikut Kawal Kegiatan

Kehadiran Serma Herman selaku Babinsa Kelurahan Tuah Negeri dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan tugas pembinaan teritorial di wilayah binaan.

Melalui keterlibatan dalam kegiatan masyarakat dan koordinasi bersama pemerintah daerah serta unsur terkait, Babinsa turut mendukung terciptanya suasana yang aman dan kondusif selama kegiatan berlangsung.

Keterlibatan TNI melalui aparat kewilayahan juga menjadi bagian dari sinergi bersama masyarakat dalam mendukung berbagai program pembangunan di daerah, termasuk kegiatan yang berkaitan dengan pemberdayaan petani dan ketahanan pangan.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib, lancar, dan aman.

Sinergi Harus Berlanjut hingga Petani Merasakan Manfaat

Penanaman jagung pipil dan penyerahan bantuan alsintan di Kelurahan Tuah Negeri menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama antara pemerintah, kelompok tani, penyuluh, dan pemangku kepentingan lainnya.

Tantangan berikutnya adalah memastikan bantuan yang disalurkan dapat dimanfaatkan secara optimal, dirawat dengan baik, dan memberikan manfaat nyata bagi kelompok penerima.

Pendampingan budidaya, peningkatan keterampilan petani, pengelolaan hasil panen, serta akses pasar menjadi faktor penting agar pengembangan komoditas jagung tidak berhenti pada kegiatan seremonial.

Dengan pengelolaan yang berkelanjutan dan kerja sama lintas sektor, potensi pertanian di Pekanbaru diharapkan dapat terus berkembang, memperkuat ketahanan pangan, serta membuka peluang peningkatan kesejahteraan petani dan keluarga mereka. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *