Bangkitkan Potensi, Alam Mayang Jadi Inspirasi! Pertamina EP Lirik Gali Strategi Membangun Wisata Berbasis Masyarakat

News13 Dilihat

PEKANBARU,Saturealita.com-Tak menyerah menghadapi tantangan, Pertamina EP Lirik, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), terus berupaya membangkitkan potensi wisata berbasis masyarakat dan kearifan lokal. Salah satu langkah yang ditempuh adalah menggali pengalaman serta strategi pengembangan objek wisata melalui kunjungan pembelajaran ke Taman Rekreasi Alam Mayang, Pekanbaru, Provinsi Riau.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya pengembangan dua program, yakni Agrowisata Berbasis Vermikultur dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) SEKAWAN yang diarahkan untuk mengembangkan kawasan wisata alam di Lirik.

Langkah ini bukanlah perjalanan baru bagi Pertamina EP Lirik. Selama kurang lebih lima tahun, pembinaan kelompok masyarakat telah dilakukan, termasuk melalui pengembangan agrowisata dengan penanaman buah naga. Namun, perjalanan tersebut tidak selalu berjalan mulus. Serangan hama dan kondisi lahan yang sulit dipulihkan menjadi tantangan serius hingga menghambat keberlanjutan program yang telah dirintis.

Meski demikian, pengalaman masa lalu tidak membuat semangat pengembangan wisata lokal padam. Sebaliknya, berbagai upaya kembali dilakukan melalui eksplorasi ide, penguatan kapasitas masyarakat, serta studi banding ke sejumlah destinasi wisata yang dinilai memiliki pengalaman dan pengetahuan berharga.

Belajar dari Perjalanan Panjang Alam Mayang

Dalam kunjungan tersebut, rombongan Pertamina EP Lirik disambut langsung oleh pengelola Taman Rekreasi Alam Mayang, Riyono Gede Trisoko. Pertemuan ini menjadi kesempatan untuk menggali pengalaman mengenai proses membangun, mengelola, dan mengembangkan kawasan wisata dengan memanfaatkan potensi yang tersedia.

M Raka Siwi, selaku Fungsi CID PT Pertamina EP Lirik, mengatakan bahwa kunjungan tersebut memberikan banyak pengetahuan dan pengalaman yang dapat menjadi bahan pembelajaran untuk pengembangan wisata di wilayah operasional perusahaan.

Menurut Raka, kisah perjalanan Alam Mayang memberikan gambaran bahwa membangun destinasi wisata bukanlah pekerjaan instan. Dibutuhkan keberanian, ketekunan, perencanaan, serta kemampuan menghadapi berbagai tantangan.

“Bagi kami, kunjungan ke Alam Mayang ini tidak sia-sia. Banyak cerita dan pengalaman yang kami dapatkan, terutama mengenai bagaimana membangun sebuah objek wisata hingga berkembang seperti sekarang,” ungkap Raka kepada media online ini.

Ia berharap, berbagai pengalaman yang diperoleh dapat menjadi referensi dalam menyusun langkah pengembangan kawasan wisata Pertamina EP Lirik, sehingga potensi lokal yang ada dapat dikelola secara lebih terarah dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dari Kandang Sapi Menjadi Destinasi Wisata

Dalam pemaparannya, Riyono Gede Trisoko menceritakan perjalanan Taman Rekreasi Alam Mayang yang berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 25 hektare milik keluarganya.

Kawasan tersebut, menurut penuturannya, pada awalnya merupakan area yang dimanfaatkan sebagai kandang sapi sebelum kemudian dikembangkan menjadi kawasan rekreasi dan wisata.

Perubahan fungsi lahan itu tidak berlangsung tanpa perjuangan. Riyono mengungkapkan bahwa dalam proses membangun dan mengembangkan destinasi wisata, terdapat berbagai cobaan dan rintangan, baik yang berasal dari internal maupun eksternal.

Pengalaman tersebut menjadi pelajaran penting bagi rombongan Pertamina EP Lirik bahwa pengembangan wisata membutuhkan komitmen jangka panjang, keberanian mengambil langkah, serta kesiapan menghadapi dinamika di lapangan.

Riyono juga menyambut baik kunjungan pembelajaran tersebut. Ia berharap pengetahuan dan pengalaman yang dibagikan dapat menjadi bekal bagi Pertamina EP Lirik dalam mengembangkan potensi wisata berbasis masyarakat.

“Saya mengucapkan terima kasih atas kunjungan program ini. Semoga apa yang didapatkan di Alam Mayang dapat menjadi hal terbaik dalam pengembangan wisata Pertamina EP Lirik,” tutur Riyono.

Menyemai Harapan Baru bagi Wisata Lirik

Kunjungan pembelajaran ini diharapkan tidak berhenti sebatas pertukaran informasi, tetapi dapat ditindaklanjuti menjadi gagasan dan langkah nyata dalam pengembangan Agrowisata Berbasis Vermikultur serta kawasan wisata alam Lirik.

Melalui pembelajaran dari pengalaman Alam Mayang, Pertamina EP Lirik berupaya menggali pendekatan pengelolaan wisata yang sesuai dengan karakteristik lahan, potensi lokal, serta kemampuan masyarakat setempat.

Pengembangan wisata berbasis masyarakat juga diharapkan mampu membuka peluang kegiatan produktif, meningkatkan nilai tambah potensi lokal, dan menghadirkan manfaat ekonomi bagi masyarakat apabila dikelola secara berkelanjutan.

Perjalanan membangun destinasi wisata memang tidak selalu mulus. Namun, pengalaman yang pernah dialami, tantangan yang dihadapi, serta pengetahuan baru yang diperoleh dapat menjadi modal untuk menyusun langkah yang lebih matang.

Kini, harapan baru bagi pengembangan wisata Lirik kembali disemai. Dengan semangat belajar, kolaborasi, dan keberanian menghadapi tantangan, potensi lokal diharapkan dapat tumbuh menjadi kawasan wisata yang berdaya guna serta memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *