Oleh: Marthin Losu
Atlet dan Pelatih Cabang Olahraga Atletik
Pandangan sya, bahwa perkembangan olahraga di Provinsi Riau, khususnya olahraga disabilitas di bawah naungan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Riau, saat ini telah menunjukkan kemajuan yang sangat baik.
Hal ini dibuktikan melalui keberhasilan sejumlah atlet NPCI Riau dalam meraih prestasi di tingkat nasional, seperti Pekan Paralympic Nasional (Peparnas), maupun di tingkat internasional, termasuk ASEAN Para Games, Asian Para Games, hingga Paralympic Games.
Capaian tersebut patut kita apresiasi dan banggakan bersama. Namun, keberhasilan bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk mempertahankan prestasi sekaligus melahirkan generasi atlet baru yang mampu mengharumkan nama Provinsi Riau dan Indonesia di kancah dunia.
Prestasi tidak lahir secara instan, tetapi melalui proses pembinaan yang panjang, konsisten, dan berkelanjutan.
Menjadi atlet berprestasi membutuhkan pengorbanan besar, baik tenaga, pikiran, waktu, maupun biaya. Di balik medali dan kebanggaan yang diraih, terdapat latihan keras, kedisiplinan, semangat pantang menyerah, serta dukungan berbagai pihak yang menjadi bagian penting dalam perjalanan seorang atlet.
Oleh sebab itu, apabila Pemerintah Provinsi Riau memiliki komitmen untuk mempertahankan prestasi atlet NPCI Riau sekaligus menciptakan bibit-bibit atlet unggul yang mampu bersaing di tingkat internasional, maka perhatian dan dukungan harus diberikan secara berkelanjutan dari tahun ke tahun.
Dukungan tersebut tidak cukup hanya diberikan ketika atlet akan mengikuti kejuaraan atau setelah berhasil meraih medali. Pembinaan harus berjalan secara konsisten, mulai dari penjaringan atlet potensial, pembinaan usia dini, peningkatan kualitas pelatih, pemenuhan kebutuhan latihan, hingga kesempatan mengikuti berbagai kompetisi untuk mengukur kemampuan atlet.
Selain pendanaan yang memadai, ketersediaan sarana dan prasarana olahraga yang aksesibel bagi atlet disabilitas juga menjadi kebutuhan mendasar. Fasilitas latihan harus memenuhi kebutuhan dan karakteristik atlet disabilitas agar mereka dapat berlatih dengan aman, nyaman, dan maksimal.
Dana hibah yang dialokasikan untuk pembinaan NPCI Riau hendaknya mampu mendukung kebutuhan atlet secara menyeluruh, termasuk pelaksanaan kejuaraan daerah, peningkatan kualitas program latihan, penyediaan peralatan olahraga, serta pembaruan fasilitas yang ramah dan aksesibel bagi penyandang disabilitas.
Menurut saya, investasi dalam olahraga disabilitas bukan sekadar pembiayaan kegiatan, melainkan investasi untuk masa depan prestasi, kesetaraan, dan kebanggaan daerah.
Atlet disabilitas memiliki potensi luar biasa. Mereka membutuhkan kesempatan, fasilitas yang layak, pembinaan yang terarah, serta dukungan yang tidak terputus agar kemampuan mereka dapat berkembang secara optimal.
Saya berharap Pemerintah Provinsi Riau, pemangku kepentingan olahraga, pengurus NPCI Riau, pelatih, dan seluruh pihak terkait dapat terus memperkuat sinergi dalam membangun ekosistem olahraga disabilitas yang lebih baik.
Dengan perhatian yang konsisten, pendanaan yang memadai, fasilitas yang aksesibel, serta sistem pembinaan yang berkesinambungan, saya optimistis Riau dapat melahirkan lebih banyak atlet berprestasi dan mengirimkan atlet terbaik sebanyak-banyaknya untuk bersaing pada ajang internasional, termasuk Paralympic Games.
Mari kita jaga prestasi yang telah diraih, jangan biarkan pembinaan terhenti di tengah jalan, dan terus buka peluang bagi lahirnya generasi atlet disabilitas yang tangguh, mandiri, serta berdaya saing dunia.
Karena sejatinya, keberhasilan olahraga disabilitas bukan hanya diukur dari banyaknya medali yang diperoleh hari ini, tetapi juga dari kemampuan kita menyiapkan atlet-atlet hebat yang akan mengukir sejarah pada masa mendatang.
Prestasi harus dipertahankan, pembinaan harus berkelanjutan, dan masa depan atlet disabilitas Riau harus diperjuangkan bersama. (*)



