Babinsa Tenayan Raya Sisir Empat Titik Rawan

Militer0 Dilihat
Edukasi Warga Jadi Benteng Pertama Pencegahan Karhutla

PEKANBARU,saturealita.com/-Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus menjadi perhatian serius aparat kewilayahan di Kota Pekanbaru.

Tidak hanya mengandalkan pemantauan kondisi lapangan, pendekatan persuasif melalui edukasi kepada masyarakat juga menjadi langkah utama untuk memastikan wilayah tetap aman dari ancaman kebakaran, terutama saat memasuki musim yang berpotensi memicu titik api.

Komitmen tersebut terlihat dari kegiatan patroli terpadu dan sosialisasi yang dilaksanakan Babinsa Koramil 07/Tenayan Raya Kodim 0301/Pekanbaru, Serda Hari Surachman, pada Senin (20/7/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.

Kegiatan ini difokuskan pada sejumlah kawasan yang dinilai memiliki potensi kerawanan di wilayah Kelurahan Sialang Sakti, Kecamatan Tenayan Raya.

Patroli dilakukan dengan menyisir beberapa lokasi, di antaranya Jalan Sumatra RT 02 RW 12, Jalan Sialang Bungkuk RT 01 RW 12, kawasan Simpang Badak Hang Tuah, hingga Jalan Sekuntum.

Di setiap titik, Babinsa tidak hanya memastikan kondisi lingkungan tetap aman, tetapi juga berdialog langsung dengan masyarakat mengenai pentingnya menjaga lahan agar tidak dibakar dengan alasan apa pun.

Dalam sosialisasi tersebut, warga diingatkan bahwa membuka lahan dengan cara membakar dapat menimbulkan dampak yang sangat luas.

Selain merusak lingkungan dan mengganggu kesehatan akibat kabut asap, tindakan tersebut juga memiliki konsekuensi hukum sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Serda Hari Surachman mengajak masyarakat untuk menjadi bagian dari solusi dengan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Ia berharap apabila terdapat tanda-tanda munculnya asap maupun aktivitas yang berpotensi menyebabkan kebakaran, masyarakat segera melaporkannya kepada aparat terkait agar dapat ditangani sedini mungkin.

Kegiatan patroli turut melibatkan unsur Masyarakat Peduli Api (MPA) sehingga pengawasan di lapangan dapat berjalan lebih efektif. Sinergi antara TNI dan masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam membangun sistem deteksi dini terhadap potensi karhutla.

Dari hasil pemantauan di lapangan, kondisi wilayah yang dipatroli berada dalam keadaan aman dan terkendali. Berdasarkan data Posko Karhutla di koordinat 0.499469° LS/101.504034° BT, tidak ditemukan hotspot, titik api, maupun titik asap selama kegiatan berlangsung.

Patroli dilaksanakan menggunakan satu unit sepeda motor operasional guna memudahkan mobilitas personel menjangkau lokasi-lokasi yang menjadi sasaran pengawasan.

Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat juga mendapat respons positif karena dinilai mampu meningkatkan kesadaran kolektif dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Melalui kegiatan rutin seperti ini, Koramil 07/Tenayan Raya menegaskan bahwa pencegahan karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.

Edukasi yang dilakukan secara berkesinambungan diharapkan mampu membangun budaya peduli lingkungan sehingga wilayah Tenayan Raya tetap terbebas dari kebakaran hutan dan lahan.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *