Hima Persis Riau, Desak Pemerintah Perduli Terhadap Pemberian Dispensasi UKT, Bukan Menolaknya

oleh
Ketua Umum Himpunan Mahasiawa Persatuan Islam (Hima Persis) Provinsi Riau, Firdaus Efendi

PEKANBARU, Saturealita.Com-Terkait penolakan pemberian dispensasi pembayaran Kuliah Tunggal (UKT) melalui surat Forum Rektor Perguruan Tinggi Keagamaan Islam ke Kementerian Agama (Kemenag), maka sejumlah mahasiswa di UIN Suska Riau dan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) lainnya terancam Alpa Studi.

Hal ini mendapat tanggapan serius dan sangat disayangkan oleh Ketua Umum Himpunan Mahasiawa Persatuan Islam (Hima Persis) Provinsi Riau, Firdaus Efendi menyebut bahwa, Kemenag, semestinya benar-benar serius serta perduli terhadap kelangsungan pendidikan ditengah Pandemic Covid-19 saat ini.

“Pada prinsipnya, pembayaran SPP mahasiswa memakai distem UKT adalah upaya membantu mahasiawa berekonomi lemah. Sementara itu, mau tidak mau, Covid-19 harus diakui telah melumpuhkan perekonomian masyarakat. Artinya, tidak memberikan keringanan pembayaran UKT, maka akan ada ratusan bahkan ribuan mahasiswa di Riau terancam alpa studi,” sebut Firdaus Efendi kepada Wartawan di Kantor Hima Persis Riau, Jl Manunggal Panam Pekanbaru, Rabu (29/4/20) dini hari.

Disebutkan mahasiswa senior di UIN Suska Riau ini, bahwa Covid-19 juga berdampak kepada krisis sektor kesehatan, yang meluas ke berbagai sektor kehidupan lainnya, apakah itu ekonomi, sosial dan dunia pendidikan. Sehingga di butuh kebijakan yang pasti dan serius.

Mengacu kepada sejumlah program pemerintah yang memberi dispensasi di sektor lain, seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT), keringanan kredit, pajak dan lainnya sebagainya.

“Kita sedang dalam keadaan krisis berawal dari aspek kesehatan, memuju perekonomian, sosial, dan saat ini bertengek di dunia pendidikan, maka wajar saja, kalau pemerintah melalui kementerian terkait, memberi perhatian terhadap keberlangsungan pendidikan untuk ribuan mahasiawa”, ulas mantan Menteri Ekonomi Sosial dan Kesejahteraan Mahasiawa, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UIN Suska Riau ini.

Dikataknnya, mahasiswa adalah kelompok yang juga rentan dari aspek ekonomi seiring menurunnya pendapatan keluarga dan membuat beban makin besar. Sementara rata-rata orang tua mahasiswa ada seorang petani, pedagang kecil, buruh, yang golongan ekonomi lemah dan menengah ke bawah.

“Tidak bekerjanya orang tua dan tak ada pemasukan, mahasiswa juga hanya di rumah saja oleh kebijakan physical distancing. Jika perguruan tinggi memaksa memberikan beban UKT kepada mahasiswa secara penuh tanpa ada dispensasi, maka dimana letak kepedulian negara terhadap pendidikan dan rakyatnya?,” lanjut Firdaus.

Selaku ketua Hima Persis Riau, Firdaus secara tegas menyampaikan tuntutan dan meminta Kemenag agar peduli terhadap masyarakat terutama dunia pendidikan dengan memberi cara memberikan dispensasi UKT terhadap mahasiswa yang saat ini terdampak covid 19, baik langsung maupun tidak langsung.

“Demikian harapan kami, semoga tuntutan ini dapat mengugah hati nurani oknum pemerintah yang sedang memegang jabatan sebagai amanah yang penuh tanggung jawab terhadap masyarakatnya”, tegasnya. (***)

Print Friendly, PDF & Email