SPR Tancap Gas! Gebrak Dumai, Buka Jalan Kolaborasi dengan Raksasa Industri

Bisnis, Riau0 Dilihat

Demi Dongkrak PAD Riau dan Peluang Kerja Lokal

Pekanbaru,saturealita.com/-PT Sarana Pembangunan Riau (Perseroda) (SPR) kembali menunjukkan keseriusannya dalam memperluas jaringan bisnis strategis di Provinsi Riau.

Tidak berhenti pada penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan berbagai mitra, BUMD kebanggaan Riau tersebut kini langsung bergerak melakukan langkah nyata dengan menjalin komunikasi intensif bersama sejumlah perusahaan berskala nasional beroperasi di Kota Dumai.

Langkah agresif tersebut menjadi bukti bahwa setiap kerja sama yang dibangun SPR tidak sekadar menjadi dokumen seremonial, melainkan diarahkan menjadi kolaborasi bisnis yang mampu memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta membuka peluang lebih besar bagi perusahaan dan tenaga kerja lokal.

Dalam rangkaian kunjungan kerja yang berlangsung pada Kamis (30/7), Sekretaris SPR, Hariyanto Karim, mewakili Direktur SPR Dr. H. Haris Kampay, memimpin langsung pertemuan dengan sejumlah perusahaan strategis di Dumai.

Turut mendampingi Tenaga Ahli SPR Amiruddin, Satuan Pengawas Internal (SPI) Bakri, serta Head Office Media SPR Edi Ahmad RM.

Agenda pertama diawali dengan kunjungan ke Pelindo Multi Terminal Branch Dumai. Kehadiran rombongan SPR disambut Manager Bisnis Pelindo, Budi, dalam suasana diskusi yang berlangsung hangat dan produktif.

Dalam kesempatan tersebut, SPR turut mempertemukan pihak Pelindo dengan PT Dumai Tally Mandiri (DTM), perusahaan yang bergerak di bidang jasa surveyor dan telah menjalin kerja sama resmi melalui penandatanganan MoU bersama SPR beberapa waktu sebelumnya.

Hariyanto Karim menegaskan bahwa langkah mempertemukan kedua pihak merupakan bentuk keseriusan SPR dalam mengawal implementasi setiap kerja sama yang telah disepakati.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap MoU yang telah ditandatangani benar-benar memiliki tindak lanjut yang nyata. Karena itu kami hadir langsung membawa mitra kami untuk membangun komunikasi dengan perusahaan pengguna jasa,” ujarnya.

Lebih jauh, Hariyanto berharap Pelindo dapat memberikan ruang yang lebih luas kepada perusahaan-perusahaan lokal yang memenuhi persyaratan agar dapat berpartisipasi dalam berbagai peluang usaha yang tersedia.

Menurutnya, keterlibatan perusahaan daerah bukan sekedar hanya akan meningkatkan aktivitas ekonomi lokal, tetapi juga memberikan efek berganda terhadap penciptaan lapangan kerja, peningkatan penerimaan pajak daerah, hingga bertambahnya dividen yang dapat disetorkan BUMD kepada Pemerintah Provinsi Riau.

“Kami ingin perusahaan lokal ikut tumbuh bersama industri besar. Jika perusahaan daerah mendapatkan kesempatan bekerja sesuai aturan yang berlaku, maka manfaatnya akan dirasakan masyarakat melalui bertambahnya tenaga kerja, meningkatnya PAD, serta kontribusi dividen kepada daerah,” jelas Hariyanto.

Menanggapi harapan tersebut, Manager Bisnis Pelindo, Budi, menyatakan pihaknya terbuka terhadap peluang kerja sama dengan perusahaan lokal selama memenuhi seluruh ketentuan dan standar yang telah ditetapkan.

Ia menjelaskan bahwa khusus untuk penunjukan jasa surveyor, keputusan sepenuhnya berada di tangan pemilik barang, sedangkan Pelindo hanya dapat memberikan rekomendasi.

“Prinsipnya kami terbuka. Namun seluruh perusahaan tetap harus memenuhi persyaratan yang berlaku. Untuk jasa surveyor, keputusan akhir tetap berada pada pemilik barang,” jelasnya.

Usai dari Pelindo, rombongan SPR melanjutkan agenda ke PT Pacific Indopalm Industries (PII). Dalam pertemuan yang diterima Manager Humas PII, Sisyanto, kedua pihak membahas berbagai peluang kerja sama, khususnya pada sektor distribusi minyak goreng serta layanan jasa surveyor.

Komitmen SPR memperluas jejaring bisnis tidak berhenti di situ. Pada Jumat (31/7), rombongan dijadwalkan melanjutkan safari bisnis ke kawasan industri Lubuk Gaung dengan mengunjungi Apical Group.

Pertemuan diterima oleh Container Manager Didik, membahas peluang sinergi yang dapat dikembangkan bersama.Selanjutnya SPR melakukan kunjungan ke Sinarmas, di mana rombongan diterima HRD Manager Poke bersama Manager Humas Mariot.

Agenda safari bisnis tersebut kemudian ditutup dengan rencana kunjungan ke Wilmar sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan kemitraan dengan pelaku industri strategis di Kota Dumai.

Langkah cepat yang dilakukan SPR ini menjadi sinyal kuat bahwa BUMD milik Pemerintah Provinsi Riau tersebut tengah membangun ekosistem bisnis yang saling menguntungkan antara perusahaan daerah dan industri nasional.

Dengan menghubungkan perusahaan lokal kepada perusahaan-perusahaan besar, SPR berharap mampu untuk menciptakan rantai bisnis yang sehat, meningkatkan daya saing pelaku usaha daerah, sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap apa yang menjadi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Riau. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *