Babinsa dan Warga Bergerak, Karhutla Tak Diberi Celah
Pekanbaru, saturealita.com/-Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus dilakukan di wilayah Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru. Langkah pencegahan tidak hanya dilakukan ketika api telah muncul, tetapi justru diperkuat melalui patroli dan sosialisasi secara langsung di kawasan yang memiliki potensi kerawanan kebakaran.
Pada Selasa, 18 Agustus 2026 sekitar pukul 11.00 WIB, Babinsa Koramil 07/Tenayan Raya Kodim 0301/Pekanbaru, Serda Yusuf Gunawan, bersama seorang warga masyarakat melaksanakan patroli sekaligus sosialisasi pencegahan Karhutla di wilayah jajaran Koramil 07/Tenayan Raya.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah kewaspadaan dini untuk mengantisipasi munculnya kebakaran hutan maupun lahan, sekaligus mengingatkan masyarakat mengenai besarnya risiko yang dapat ditimbulkan apabila kebakaran terjadi dan tidak segera dikendalikan.
Patroli dilakukan dengan menyusuri sejumlah ruas jalan yang menjadi bagian dari wilayah pemantauan, yakni Jalan Ramah 45, Kelurahan Industri Tenayan Raya, Kecamatan Tenayan Raya, serta kawasan Jalan Harapan Jaya, Kelurahan Raya, Kecamatan Tenayan Raya.
Dengan kondisi cuaca dan lingkungan yang sewaktu-waktu dapat meningkatkan potensi terjadinya kebakaran, keberadaan aparat kewilayahan bersama masyarakat menjadi salah satu mata rantai penting dalam sistem pencegahan. Pemantauan lapangan memungkinkan adanya deteksi lebih awal terhadap indikasi asap, titik api, maupun aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
Dalam patroli tersebut, pemantauan pada koordinat 0.54129° Lintang dan 101.52345° Bujur menunjukkan kondisi relatif aman. Berdasarkan hasil pemantauan, hotspot nihil, titik api nihil, dan titik asap juga nihil.
Tidak ditemukannya titik api maupun asap menjadi kabar positif bagi kondisi wilayah yang dipantau. Namun, kondisi tersebut bukan berarti kewaspadaan dapat dihentikan. Justru pencegahan secara berkelanjutan dinilai penting agar situasi aman tetap terjaga.
Di tengah ancaman Karhutla yang dapat berkembang dengan cepat, sosialisasi kepada masyarakat menjadi bagian yang tidak kalah penting dari kegiatan patroli. Masyarakat diajak untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran serta segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda awal kebakaran di lingkungan sekitar.
Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat juga memperlihatkan pentingnya sinergi antara aparat kewilayahan dan warga dalam menjaga lingkungan. Pencegahan Karhutla bukan semata-mata tugas satu institusi, melainkan membutuhkan kepedulian bersama karena dampak kebakaran dapat dirasakan secara luas.
Dalam kegiatan tersebut, personel yang terlibat terdiri dari satu orang TNI dan satu orang warga masyarakat. Patroli menggunakan satu unit sepeda motor sebagai sarana mobilitas untuk menjangkau lokasi-lokasi pemantauan.
Meskipun dilaksanakan dengan personel terbatas, kegiatan berjalan secara tertib, aman dan lancar. Patroli tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa upaya menjaga wilayah dari ancaman Karhutla dapat dimulai dari langkah sederhana: memantau lingkungan, meningkatkan kepedulian, serta membangun komunikasi antara aparat dan masyarakat.
Bagi wilayah Tenayan Raya, kewaspadaan seperti ini menjadi penting mengingat karakteristik sebagian kawasan yang memiliki lahan terbuka dan area yang berpotensi mengalami kekeringan pada kondisi tertentu. Sedikit kelalaian dapat memicu persoalan besar apabila api muncul dan menyebar tanpa segera diketahui.
Karena itu, patroli pencegahan Karhutla yang dilakukan Serda Yusuf Gunawan bersama warga bukan sekadar aktivitas rutin di lapangan. Di balik perjalanan menyusuri ruas-ruas jalan tersebut terdapat pesan kuat bahwa api harus dicegah sebelum menjadi bencana.
Kondisi nihil hotspot, titik api dan titik asap yang ditemukan dalam pemantauan kali ini menjadi catatan positif. Namun, kewaspadaan tetap harus dijaga. Lingkungan yang aman hari ini harus dipertahankan dengan kepedulian masyarakat dan pengawasan yang dilakukan secara konsisten.
Dari Tenayan Raya, pesan pencegahan itu terus digaungkan: jangan menunggu api membesar untuk bergerak. Deteksi lebih awal, cegah bersama, dan jaga lingkungan agar Pekanbaru tetap aman dari ancaman Karhutla.***











