Babinsa dan Warga Tenayan Raya Perkuat Benteng Pertahanan dar

Militer0 Dilihat
Patroli Senyap di Ujung Kota

Pekanbaru,saturealita.com/-Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus digencarkan di wilayah Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru. Langkah preventif kembali dilakukan melalui patroli lapangan dan sosialisasi kepada masyarakat sebagai bentuk kewaspadaan bersama terhadap potensi munculnya titik api di kawasan yang memiliki kerawanan kebakaran.
Pada Rabu, 19 Agustus 2026 sekitar pukul 11.00 WIB, Babinsa Koramil 07/Tenayan Raya, Kodim 0301/Pekanbaru, Sertu S. Hermanto, bersama warga Kelurahan Industri Tenayan melaksanakan kegiatan patroli sekaligus sosialisasi pencegahan Karhutla di wilayah jajaran Koramil 07/Tenayan Raya.

Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi aktivitas pemantauan wilayah, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran masyarakat agar pencegahan kebakaran dilakukan sejak dini. Edukasi kepada warga dinilai penting mengingat kebakaran lahan dapat berkembang dengan cepat, terutama ketika kondisi lingkungan mendukung penyebaran api.

Patroli dilakukan dengan menyusuri sejumlah lokasi yang menjadi bagian dari wilayah pemantauan, di antaranya Jalan Matoa, Kelurahan Industri Tenayan, Kecamatan Tenayan Raya, serta Jalan Bambu Kuning, Kelurahan Industri Tenayan, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru.

Dengan menggunakan kendaraan sepeda motor, personel bergerak menyusuri jalur yang telah ditentukan sembari mengamati kondisi lingkungan sekitar. Pemantauan dilakukan untuk memastikan tidak terdapat tanda-tanda awal kebakaran maupun aktivitas yang berpotensi memicu terjadinya kebakaran lahan.

Dalam kegiatan tersebut, koordinat pemantauan Karhutla tercatat pada Latitude 0.555828° dan Longitude 101.572742°. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, kondisi wilayah pada saat patroli berlangsung relatif aman. Tidak ditemukan hotspot, titik api maupun titik asap.

Catatan nihil tersebut menjadi kabar positif, sekaligus menjadi pengingat bahwa kondisi aman harus terus dipertahankan melalui kewaspadaan dan kerja sama antara aparat dan masyarakat.

Patroli pencegahan Karhutla memiliki arti penting karena penanganan kebakaran tidak semestinya hanya dilakukan ketika api telah membesar. Justru, langkah paling efektif adalah mencegah munculnya api sejak awal melalui pengawasan wilayah, komunikasi dengan masyarakat serta penyampaian imbauan secara berkelanjutan.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan melibatkan satu personel TNI dan satu orang unsur Masyarakat Peduli Api (MPA). Sinergi tersebut menunjukkan bahwa upaya menjaga lingkungan dari ancaman Karhutla membutuhkan keterlibatan berbagai unsur, terutama masyarakat yang berada paling dekat dengan wilayah rawan.

Kehadiran MPA dalam kegiatan patroli juga menjadi bagian penting dalam memperkuat sistem kewaspadaan di tingkat masyarakat. Masyarakat tidak hanya menjadi pihak yang menerima sosialisasi, tetapi juga memiliki peran strategis dalam memberikan informasi apabila menemukan kondisi yang berpotensi menimbulkan kebakaran.

Sertu S. Hermanto bersama warga melakukan pemantauan dengan pendekatan persuasif, sembari mengingatkan pentingnya kehati-hatian terhadap segala aktivitas yang dapat memicu munculnya api. Kesadaran untuk tidak melakukan pembakaran secara sembarangan menjadi salah satu pesan penting dalam pencegahan Karhutla.

Selain berdampak terhadap lingkungan, Karhutla juga dapat mengganggu kualitas udara, kesehatan masyarakat, aktivitas transportasi serta kehidupan sosial dan ekonomi. Karena itu, pencegahan harus menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya dibebankan kepada aparat pemadam kebakaran maupun unsur keamanan.

Kegiatan patroli seperti ini sekaligus memperlihatkan bahwa kehadiran Babinsa di tengah masyarakat tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan dan kewilayahan, tetapi juga menyentuh persoalan lingkungan yang berhubungan langsung dengan kepentingan masyarakat.

Di sisi lain, komunikasi antara Babinsa dan warga menjadi modal penting dalam membangun sistem peringatan dini. Informasi sekecil apa pun terkait kepulan asap, titik api maupun aktivitas pembukaan lahan yang berpotensi menimbulkan kebakaran dapat segera ditindaklanjuti apabila masyarakat memiliki kepedulian dan keberanian untuk melaporkannya.

Dengan hasil pemantauan hotspot nihil, titik api nihil dan titik asap nihil, patroli pada Rabu tersebut berlangsung dalam situasi aman dan kondusif. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib, aman dan lancar. Namun, kondisi nihil bukan berarti kewaspadaan dapat dihentikan.

Sebaliknya, situasi tersebut menjadi momentum untuk terus mempertahankan pengawasan dan memperkuat kolaborasi antara TNI, MPA dan masyarakat.

Pencegahan Karhutla pada akhirnya bukan hanya tentang memadamkan api, melainkan tentang menjaga ruang hidup masyarakat agar tetap aman dan sehat. Setiap langkah patroli, setiap sosialisasi dan setiap laporan masyarakat menjadi bagian dari mata rantai pencegahan yang menentukan.

Dari jalan-jalan lingkungan di kawasan Industri Tenayan, pesan sederhana kembali ditegaskan: jangan menunggu api membesar untuk bergerak. Mencegah jauh lebih baik daripada memadamkan.

Patroli yang dilakukan Sertu S. Hermanto bersama warga menjadi gambaran nyata bahwa menjaga Pekanbaru dari ancaman Karhutla dapat dimulai dari langkah sederhana berkeliling, mengawasi, mengingatkan dan membangun kepedulian bersama.

Selama sinergi tersebut terus dijaga, harapan untuk mempertahankan wilayah Tenayan Raya tetap aman dari ancaman kebakaran hutan dan lahan akan semakin kuat. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *