Satu Hektare Lahan Pemko Berhasil Dipadamkan
Pekanbaru, saturealita.com/-Kepulan asap kembali menjadi perhatian di wilayah Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru.
Tim Patroli Koramil 07 Tenayan Raya Kodim 0301/Pekanbaru bersama unsur terkait bergerak cepat melakukan pemadaman dan pendinginan kebakaran lahan di kawasan Jalan Gajah Mada RT 04/RW 17, Kelurahan Industri Tenayan, Kecamatan Tenayan Raya, Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.
Kebakaran yang terjadi di kawasan tersebut diketahui melanda lahan gambut dengan luas diperkirakan mencapai ±1 hektare. Kondisi lahan gambut menjadi perhatian khusus karena api yang muncul di permukaan berpotensi menjalar dan membakar lapisan organik di bawah tanah apabila tidak segera ditangani secara menyeluruh.
Dalam penanganan di lapangan, petugas menemukan adanya titik api dan titik asap, sementara berdasarkan pemantauan yang dilakukan, hotspot terpantau nihil. Situasi tersebut tidak membuat petugas lengah. Tim langsung melakukan pemadaman sekaligus pendinginan guna memastikan bara api yang masih tersisa tidak kembali menyala dan meluas ke kawasan sekitarnya.
Upaya penanganan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan unsur TNI, Polri, BPBD, serta petugas keamanan. Dalam kegiatan tersebut tercatat personel gabungan yang terlibat sebanyak 15 orang, terdiri dari 2 personel TNI, 2 personel Polri, 10 personel BPBD, serta petugas security di lokasi.
Petugas mengerahkan berbagai perlengkapan pendukung untuk mempercepat proses pemadaman. Di antaranya satu unit mobil pemadam BPBD, satu unit mesin ministrike, sembilan buah selang, satu buah nozzle, seperangkat peralatan tangan, serta satu unit konektor.
Dengan dukungan peralatan tersebut, petugas berhasil melakukan pemadaman dan pendinginan terhadap area yang terbakar dengan luasan kurang lebih 1 hektare. Pendinginan menjadi bagian penting dalam penanganan kebakaran lahan gambut karena bara dapat bertahan di dalam lapisan tanah dan berpotensi kembali menimbulkan asap maupun api setelah permukaan terlihat padam.
Lokasi kejadian berada pada titik koordinat yang dilaporkan sekitar N 0°33’23.034″ dan E 101°31’12.054″. Berdasarkan keterangan di lapangan, lahan yang terbakar merupakan tanah milik Pemerintah Kota Pekanbaru.
Hingga kegiatan pemadaman dan pendinginan selesai dilakukan, asal api belum diketahui secara pasti. Petugas masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui faktor yang menyebabkan terjadinya kebakaran di kawasan tersebut.
Kondisi ini kembali menjadi pengingat bahwa kawasan lahan gambut membutuhkan perhatian serius, terutama pada periode ketika potensi kebakaran meningkat. Api yang awalnya terlihat kecil dapat berkembang menjadi kebakaran lebih luas apabila tidak segera ditangani, terlebih pada lahan yang memiliki kandungan bahan organik tinggi.
Sinergi antara TNI, Polri, BPBD, security dan unsur masyarakat menjadi salah satu kekuatan penting dalam mempercepat respons terhadap kejadian kebakaran lahan. Kecepatan informasi, mobilisasi personel, ketersediaan peralatan serta tindakan pemadaman dan pendinginan secara menyeluruh menjadi kunci untuk mencegah api meluas.
Tim gabungan juga terus memastikan kondisi lokasi pascapemadaman agar tidak terdapat bara atau asap yang berpotensi memunculkan titik api baru. Pemantauan lanjutan diperlukan mengingat karakteristik lahan gambut yang memungkinkan api menjalar melalui lapisan bawah permukaan.
Peristiwa kebakaran di lahan milik Pemko Pekanbaru tersebut sekaligus menjadi perhatian bersama bahwa pencegahan kebakaran lahan tidak hanya bergantung pada petugas di lapangan.
Kesadaran seluruh pihak untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran serta segera melaporkan apabila melihat kepulan asap atau titik api menjadi bagian penting dalam menjaga lingkungan.
Dengan langkah cepat yang dilakukan tim gabungan, area sekitar satu hektare yang terbakar berhasil ditangani. Namun, penyebab munculnya api masih menjadi pekerjaan lanjutan bagi pihak terkait untuk mengungkapnya.
Kebakaran boleh dipadamkan, tetapi kewaspadaan tidak boleh dipadamkan. Terutama di kawasan gambut, setiap kepulan asap adalah sinyal yang membutuhkan respons cepat agar tidak berubah menjadi kobaran yang lebih besar.***









