Patroli Senyap di Lahan Rawan

Militer0 Dilihat
TNI dan BPBD Tenayan Raya Pastikan Karhutla Tak Berkobar

Pekanbaru, saturealita.com/-Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus digencarkan di wilayah Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru. Langkah preventif kembali dilakukan jajaran Koramil 07/Tenayan Raya bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tenayan Raya dengan menyusuri sejumlah kawasan yang dinilai memiliki potensi rawan terjadinya kebakaran lahan.

Pada Sabtu, 22 Agustus 2026 sekitar pukul 13.00 WIB, Babinsa Koramil 07/Tenayan Raya, Serda Yusuf Gunawan, bersama satu personel BPBD melaksanakan patroli sekaligus sosialisasi pencegahan karhutla. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kewaspadaan masyarakat sekaligus memastikan kondisi kawasan rawan kebakaran tetap dalam pantauan.

Patroli dilakukan bukan sekadar untuk melihat kondisi lapangan, tetapi juga sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan munculnya titik api, terutama di tengah kondisi lahan yang berpotensi mengalami kekeringan. Kehadiran aparat di lapangan diharapkan dapat mempersempit ruang terjadinya pembakaran lahan secara sembarangan serta meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya karhutla.

Dalam kegiatan tersebut, tim menyusuri sejumlah ruas jalan yang berada di wilayah Kelurahan Industri Tenayan, Kecamatan Tenayan Raya. Rute pertama berada di kawasan Jalan Gajah Mada, Kelurahan Industri Tenayan, kemudian dilanjutkan menuju Jalan 45, Kelurahan Industri Tenayan, Kecamatan Tenayan Raya.

Patroli menyasar wilayah yang dipandang perlu mendapatkan perhatian dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Personel melakukan pemantauan secara langsung terhadap kondisi lingkungan sekitar sekaligus menyampaikan pesan-pesan kewaspadaan terkait ancaman karhutla.

Bagi wilayah yang memiliki kawasan lahan terbuka maupun semak belukar, pencegahan menjadi langkah penting. Api yang awalnya kecil dapat berkembang menjadi kebakaran yang sulit dikendalikan apabila kondisi lingkungan mendukung penyebaran api. Karena itu, patroli rutin dan sosialisasi menjadi bagian penting dari strategi mitigasi bencana.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, hingga patroli dilaksanakan tidak ditemukan hotspot, titik api maupun titik asap. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kawasan yang menjadi sasaran pemantauan dalam kegiatan tersebut berada dalam keadaan aman dari indikasi kebakaran pada saat pemeriksaan dilakukan.

Lokasi pemantauan tercatat berada pada koordinat Latitude 0.551855° dan Longitude 101.521037°. Titik koordinat tersebut menjadi bagian dari pencatatan kegiatan pemantauan lapangan sebagai upaya memperkuat sistem pengawasan terhadap potensi karhutla.

Meski tidak ditemukan indikasi kebakaran, kondisi nihil hotspot tidak berarti kewaspadaan dapat dihentikan. Justru patroli pencegahan secara berkelanjutan diperlukan untuk menjaga agar kondisi tersebut tetap bertahan. Pencegahan sejak dini dinilai jauh lebih efektif dibandingkan melakukan penanganan ketika api sudah membesar dan menyebar.

Dalam kegiatan tersebut, unsur yang terlibat terdiri dari satu personel TNI dari Koramil 07/Tenayan Raya dan satu personel BPBD. Patroli dilaksanakan menggunakan satu unit sepeda motor sebagai sarana mobilitas untuk menjangkau sejumlah titik pemantauan.

Sinergi antara TNI dan BPBD dalam kegiatan tersebut memperlihatkan pentingnya kolaborasi antarlembaga dalam menghadapi potensi bencana karhutla. Masing-masing unsur memiliki peran dalam melakukan pemantauan, pencegahan, edukasi serta respons awal apabila ditemukan tanda-tanda kebakaran.

Di sisi lain, masyarakat juga memiliki posisi strategis dalam mencegah terjadinya karhutla. Pengawasan lingkungan tidak dapat hanya mengandalkan aparat. Kesadaran warga untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar menjadi salah satu kunci utama dalam menekan potensi kebakaran.

Sosialisasi yang dilakukan dalam patroli tersebut juga menjadi pengingat bahwa ancaman karhutla bukan hanya persoalan kerusakan lingkungan. Kebakaran lahan dapat menimbulkan asap yang mengganggu kualitas udara, menghambat aktivitas masyarakat, mengganggu transportasi serta menimbulkan dampak ekonomi dan sosial yang lebih luas.

Karena itu, langkah pencegahan yang dilakukan Koramil 07/Tenayan Raya bersama BPBD Tenayan Raya menjadi bagian dari upaya menjaga lingkungan sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat. Patroli yang dilakukan secara rutin diharapkan mampu mendeteksi potensi ancaman sedini mungkin.

Kegiatan patroli dan sosialisasi tersebut berlangsung dalam keadaan tertib, aman dan lancar. Tidak adanya hotspot, titik api maupun titik asap menjadi hasil positif dari pemantauan pada hari tersebut.

Namun, kewaspadaan tetap menjadi kata kunci. Ancaman karhutla dapat muncul sewaktu-waktu sehingga pemantauan wilayah rawan harus terus dilakukan. Dengan keterlibatan aparat, pemerintah daerah dan masyarakat, diharapkan wilayah Tenayan Raya mampu mempertahankan kondisi bebas dari titik api serta mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Patroli tersebut pada akhirnya bukan hanya tentang mencari api, tetapi tentang mencegah api sebelum ia memiliki kesempatan untuk berkobar. Di tengah ancaman karhutla yang selalu mengintai kawasan rawan, langkah kecil berupa patroli, sosialisasi dan kepedulian bersama menjadi benteng awal untuk menjaga lingkungan Pekanbaru tetap aman dari bencana asap dan kebakaran.

Sampai patroli berakhir, situasi di wilayah yang dipantau dilaporkan aman, dengan hotspot, titik api dan titik asap nihil. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *