Api Tak Mau Padam! Karhutla Mengamuk di Tuah Negeri

Militer104 Dilihat
Satu Hektare Lahan Dilalap Api

Pekanbaru,saturealita.com/-Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali membayangi Kota Pekanbaru. Kobaran api dilaporkan melanda kawasan Jalan Panter Badak, RT 003/RW 005, Kelurahan Tuah Negeri, Kecamatan Tenayan Raya, pada Minggu (23/8/2026) sore.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian serius karena api dilaporkan berkembang di tengah kondisi lahan yang terbakar dan hembusan angin yang membuat kobaran berpotensi meluas. Tim gabungan pun bergerak melakukan pemadaman sekaligus pendinginan guna mencegah api kembali membesar.

Berdasarkan laporan lapangan, kegiatan penanganan karhutla dilakukan sekitar pukul 17.00 WIB oleh Serma Herman selaku Babinsa Kelurahan Tuah Negeri, Koramil 07/Tenayan Raya, Kodim 0301/Pekanbaru, bersama unsur kepolisian, BPBD Kota Pekanbaru, Damkar serta masyarakat.

Dalam kejadian tersebut tercatat satu titik hotspot, dua titik api dan dua titik asap. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai kurang lebih 1 hektare. Seluruh area yang terbakar juga dilaporkan berhasil dilakukan pemadaman sehingga tidak terdapat lagi lahan yang belum dipadamkan dalam laporan tersebut.

Kondisi di lapangan menjadi semakin menantang karena api disebut terhembus angin. Situasi seperti ini dapat menyebabkan bara dan api menjalar ke bagian lahan lainnya apabila tidak segera dilakukan pemadaman serta pendinginan secara menyeluruh.

Pemadaman dilakukan dengan mengerahkan armada dan peralatan pemadam. Satu unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi dengan dukungan empat buah selang berukuran 1,5 inci. Personel yang berada di lokasi berasal dari unsur TNI, Polri, BPBD, Damkar dan masyarakat.

Unsur TNI diwakili Babinsa Kelurahan Tuah Negeri. Sementara dari unsur kepolisian hadir Bhabinkamtibmas Kelurahan Tuah Negeri bersama anggota Polsek Tenayan Raya. Penanganan juga diperkuat anggota BPBD Kota Pekanbaru, personel Damkar serta warga sekitar.

Kehadiran masyarakat menjadi bagian penting dalam penanganan kebakaran tersebut. Sinergi lintas unsur dilakukan agar kobaran api dapat segera dikendalikan dan tidak merembet ke kawasan lain yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Lahan yang terbakar diketahui merupakan milik warga bernama Ujang yang beralamat di kawasan Jalan Panter Badak, Kecamatan Tenayan Raya. Hingga kegiatan pemadaman selesai, tidak dilaporkan adanya korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Tim gabungan melaksanakan dua tahapan utama, yakni pemadaman api dan pendinginan. Pendinginan dilakukan untuk memastikan titik-titik yang sebelumnya terbakar tidak kembali mengeluarkan api atau bara yang dapat memicu kebakaran susulan.

Lokasi kejadian dalam laporan dicatat pada koordinat sekitar 0.500873° Lintang Utara dan 101.418515° Bujur Timur. Informasi koordinat tersebut menjadi bagian dari dokumentasi penanganan di lapangan.

Karhutla di tengah kawasan Pekanbaru bukan sekadar persoalan munculnya api. Ketika lahan terbakar dan angin bertiup, potensi penyebaran api dapat meningkat dengan cepat. Karena itu, respons cepat dari aparat dan masyarakat menjadi faktor penting untuk mencegah kebakaran berkembang menjadi lebih besar.

Peristiwa di Jalan Panter Badak ini kembali menjadi pengingat bahwa kewaspadaan terhadap kebakaran lahan harus terus ditingkatkan. Masyarakat yang menemukan munculnya asap atau api di lahan kosong maupun kawasan rawan kebakaran diharapkan segera melaporkannya kepada pihak berwenang agar dapat ditangani sedini mungkin.

Selain upaya pemadaman, pencegahan juga menjadi kunci. Kondisi lahan yang mudah terbakar, ditambah cuaca panas dan hembusan angin, dapat membuat api yang semula kecil berkembang dalam waktu relatif singkat.

Berkat kerja bersama unsur TNI, Polri, BPBD, Damkar dan masyarakat, kebakaran lahan seluas kurang lebih satu hektare tersebut dapat dikendalikan. Kegiatan pemadaman dan pendinginan berlangsung secara tertib dan aman.

Peristiwa tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya kolaborasi seluruh pihak dalam menghadapi ancaman karhutla di wilayah Pekanbaru. Api mungkin berhasil dipadamkan, namun kewaspadaan tidak boleh ikut padam.

Catatan redaksi: Data jumlah personel dalam laporan awal mencantumkan angka yang tidak sepenuhnya konsisten dengan rincian unsur yang disebutkan. Karena itu, narasi ini menggunakan penyebutan unsur personel tanpa menetapkan total gabungan sebagai angka pasti.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *