Karhutla Mengintai, Babinsa Koramil 07/Tenayan Raya Kembali Sisir Lahan Terbakar

Militer9 Dilihat
Api Nihil, Kewaspadaan Tak Boleh Padam

Pekanbaru, saturealita.com/-Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah rawan terbakar kembali dilakukan jajaran Koramil 07/Tenayan Raya, Kodim 0301/Pekanbaru. Selasa, 25 Agustus 2026 sekitar pukul 11.00 WIB, Babinsa Koramil 07/Tenayan Raya, Sertu S. Hermanto, bersama warga Kelurahan Industri Tenayan melaksanakan patroli dan pemantauan terhadap sejumlah kawasan yang sebelumnya terdampak kebakaran.

Patroli tersebut bukan sekadar kegiatan rutin. Kawasan yang disambangi merupakan lahan milik Pemerintah Kota Pekanbaru dan lahan milik warga atas nama Pak Azar yang sebelumnya dilaporkan terbakar. Dari pemantauan di lapangan, luasan lahan yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 5 hektare dan 2 hektare pada lokasi yang berbeda. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena lahan yang pernah terbakar masih memiliki potensi munculnya kembali titik api apabila tidak dilakukan pengawasan secara berkelanjutan.

Dengan menyusuri kawasan rawan, Sertu S. Hermanto bersama warga memastikan kondisi lahan benar-benar aman dari potensi bara api maupun asap yang dapat berkembang menjadi kebakaran lebih besar. Pemantauan pascakebakaran menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan, mengingat lahan yang telah terbakar tidak serta-merta terbebas dari ancaman kebakaran lanjutan.

Patroli juga diarahkan untuk memastikan tidak terdapat aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Dalam kesempatan tersebut, Babinsa bersama warga sekaligus menyampaikan sosialisasi mengenai bahaya karhutla serta pentingnya peran masyarakat dalam menjaga lingkungan. Masyarakat di kawasan rawan diingatkan agar tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan dan segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda munculnya api maupun asap.

Rute patroli dilakukan di sejumlah titik, di antaranya Jalan Tenayan Jaya Ujung, Kelurahan Industri Tenayan, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru, kemudian dilanjutkan menuju kawasan Jalan 45/Gajah Mada, Kelurahan Industri Tenayan. Kedua kawasan tersebut menjadi bagian dari wilayah yang perlu mendapatkan perhatian dalam upaya pengawasan dan pencegahan karhutla.

Berdasarkan hasil pemantauan lapangan, kondisi pada saat kegiatan berlangsung relatif aman. Hotspot nihil, titik api nihil dan titik asap juga nihil. Kondisi ini menjadi kabar positif setelah sebelumnya kawasan tersebut sempat mengalami kebakaran. Namun, nihilnya titik api bukan berarti kewaspadaan dapat dihentikan. Sebaliknya, kondisi tersebut harus dipertahankan melalui patroli dan pengawasan secara konsisten.

Patroli dilakukan dengan melibatkan satu personel TNI, satu personel Masyarakat Peduli Api (MPA), serta menggunakan satu unit sepeda motor sebagai sarana pendukung mobilitas di lapangan. Keterlibatan masyarakat menjadi salah satu unsur penting karena pencegahan karhutla tidak dapat hanya mengandalkan aparat, melainkan membutuhkan kepedulian bersama dari seluruh elemen yang berada di sekitar kawasan rawan.

Titik koordinat yang menjadi bagian dari pemantauan tercatat pada Latitude 0.555828° dan Longitude 101.572742°. Data tersebut menjadi bagian dari laporan pemantauan lapangan dan dapat digunakan sebagai referensi pengawasan terhadap kawasan yang memiliki riwayat kebakaran.

Langkah yang dilakukan Babinsa Koramil 07/Tenayan Raya memperlihatkan bahwa penanganan karhutla tidak berhenti ketika api berhasil dipadamkan. Tahap setelah kebakaran justru menjadi momentum penting untuk memastikan tidak ada bara yang tersisa, tidak muncul kembali titik api, serta masyarakat semakin memahami risiko yang dapat ditimbulkan dari kebakaran lahan.

Karhutla bukan hanya persoalan hilangnya vegetasi dan rusaknya lingkungan. Apabila berkembang luas, kebakaran dapat menimbulkan asap yang mengganggu aktivitas masyarakat, mengancam kualitas udara, mengganggu transportasi, serta memberikan dampak ekonomi dan sosial yang lebih besar. Karena itu, pencegahan sejak dini merupakan langkah yang jauh lebih penting dibandingkan menunggu api membesar.

Kehadiran Babinsa bersama warga di tengah kawasan yang sebelumnya terbakar juga menjadi bentuk pendekatan langsung kepada masyarakat. Pesan yang disampaikan bukan semata-mata larangan, tetapi membangun kesadaran bahwa menjaga lahan dari kebakaran merupakan tanggung jawab bersama.

Kegiatan patroli dan sosialisasi tersebut berlangsung dalam keadaan tertib, aman dan lancar. Tidak ditemukan hotspot, titik api maupun titik asap selama pemantauan. Meski demikian, kewaspadaan tetap menjadi kata kunci, khususnya terhadap kawasan yang sebelumnya mengalami kebakaran.

Di tengah ancaman karhutla yang selalu dapat muncul ketika kondisi lingkungan mendukung, patroli seperti ini menjadi benteng awal. Api memang nihil, tetapi kewaspadaan tidak boleh ikut padam. Pengawasan berkelanjutan, respons cepat, serta keterlibatan masyarakat menjadi modal utama agar kawasan Kelurahan Industri Tenayan dan wilayah Tenayan Raya secara umum tetap aman dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.

Dengan sinergi antara TNI, MPA dan masyarakat, setiap potensi kebakaran diharapkan dapat diketahui lebih awal dan ditangani sebelum berkembang menjadi bencana yang lebih besar. Pesan terpenting dari patroli kali ini sederhana namun tegas: mencegah api sebelum membesar jauh lebih penting daripada berjibaku memadamkan kebakaran yang telah meluas. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *