Babinsa dan Warga Sisir Titik Rawan, Perkuat Benteng Pencegahan Api di Pekanbaru
Pekanbaru, saturealita.com/-Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus digencarkan di wilayah Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru. Meski kondisi lapangan terpantau aman tanpa ditemukan titik api maupun asap, kewaspadaan tetap menjadi prioritas untuk mengantisipasi potensi kebakaran, khususnya di kawasan yang memiliki kerawanan terhadap Karhutla.
Pada Minggu, 30 Agustus 2026 sekitar pukul 11.00 WIB, Babinsa Koramil 07/Tenayan Raya, Sertu S. Hermanto, bersama warga Kelurahan Industri Tenayan melaksanakan patroli sekaligus sosialisasi pencegahan Karhutla di wilayah jajaran Koramil 07/Tenayan Raya, Kodim 0301/Pekanbaru.
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi langkah pemantauan kondisi wilayah, tetapi juga bagian dari upaya membangun kesadaran masyarakat agar ikut berperan aktif mencegah munculnya kebakaran hutan dan lahan.
Patroli dilakukan dengan menyusuri sejumlah ruas jalan yang berada di wilayah Kelurahan Industri Tenayan, Kecamatan Tenayan Raya. Rute pertama berada di Jalan Matoa, kemudian dilanjutkan menuju Jalan Gajah Mada.
Kedua lokasi tersebut menjadi bagian dari wilayah yang dipantau sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan munculnya titik api, terutama ketika kondisi lingkungan berpotensi mengalami kekeringan.
Dalam kegiatan tersebut, petugas juga menyampaikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya Karhutla serta dampak yang dapat ditimbulkan apabila kebakaran terjadi dan meluas.
Karhutla bukan hanya mengancam kawasan hutan dan lahan, tetapi juga dapat menimbulkan kabut asap yang mengganggu aktivitas masyarakat, mengurangi kualitas udara, menghambat transportasi, hingga menimbulkan kerugian terhadap lingkungan dan perekonomian.
Karena itu, langkah pencegahan dinilai jauh lebih penting dibandingkan menunggu api muncul kemudian melakukan penanganan.
Hasil pemantauan di lapangan menunjukkan kondisi relatif aman. Hotspot nihil, titik api nihil, dan titik asap juga nihil. Tidak ditemukan adanya indikasi kebakaran selama pelaksanaan patroli berlangsung.
Pemantauan dilakukan pada koordinat Lat 0.555828° dan Long 101.572742°, sebagai salah satu titik referensi dalam kegiatan pengawasan wilayah rawan Karhutla.
Patroli tersebut melibatkan personel secara terbatas namun tetap mengedepankan sinergi antara aparat dan masyarakat. Dari unsur TNI terlibat 1 personel, sementara unsur Masyarakat Peduli Api (MPA) sebanyak 1 orang. Unsur Polri tidak dilibatkan dalam kegiatan tersebut.
Untuk mendukung mobilitas selama pelaksanaan patroli, digunakan 1 unit sepeda motor sebagai sarana operasional.
Kehadiran Babinsa bersama masyarakat di lapangan menjadi gambaran bahwa pencegahan Karhutla tidak semata-mata menjadi tugas aparat, melainkan membutuhkan kepedulian dan partisipasi seluruh elemen masyarakat.
Dengan patroli rutin dan sosialisasi secara langsung, potensi munculnya api dapat dideteksi lebih awal sekaligus meningkatkan kesadaran warga untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
Langkah tersebut juga menjadi bagian dari komitmen jajaran Koramil 07/Tenayan Raya, Kodim 0301/Pekanbaru dalam menjaga keamanan dan kelestarian lingkungan di wilayah binaannya.
Patroli berakhir dalam keadaan aman, tertib dan lancar. Kondisi tanpa hotspot, titik api maupun titik asap menjadi kabar positif, namun kewaspadaan tetap harus dipertahankan agar wilayah Tenayan Raya tetap terbebas dari ancaman Karhutla.
Bagi aparat dan masyarakat, tidak ditemukannya api bukan berarti pengawasan berhenti. Justru kondisi nihil Karhutla harus menjadi momentum untuk terus memperkuat pencegahan, sehingga potensi bencana dapat ditekan sedini mungkin. ***






