Pendinginan Tak Boleh Kendor
Siak,saturealita.com/-Karhutla kembali menjadi perhatian serius di Provinsi Riau. Tak ingin penanganan berhenti sebatas memadamkan kobaran api, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo, S.A.P., M.M., CHRMP bersama Kapolda Riau Irjen Pol. Dr. Herry Heryawan, S.I.K., M.H., M.Hum turun langsung meninjau kawasan terdampak kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Siak, Sabtu (5/9/2026).
Kedua pucuk pimpinan TNI dan Polri di Riau tersebut meninjau sekitar 34 hektare lahan yang terdampak Karhutla di kawasan Dayun, tepatnya di sekitar Taman Nasional Zamrud dan areal PT BSP, Kampung Dayun, Kecamatan Dayun. Kehadiran langsung di lokasi menjadi sinyal kuat bahwa persoalan Karhutla masih menjadi prioritas dan membutuhkan pengawasan berkelanjutan.
Di tengah kondisi lahan yang telah terdampak kebakaran, Pangdam dan Kapolda mencermati secara langsung situasi lapangan sekaligus mengevaluasi langkah penanganan yang telah dilakukan. Koordinasi dengan unsur terkait juga diperkuat guna memastikan proses penanganan tidak berhenti setelah api berhasil dikendalikan.
Api boleh padam, tetapi kewaspadaan tidak boleh ikut padam. Pesan itulah yang menjadi penekanan utama dalam peninjauan tersebut. Potensi munculnya kembali titik api menjadi perhatian, sehingga proses pendinginan, pemantauan dan pencegahan harus dilakukan secara menyeluruh.
Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo menegaskan bahwa penanganan Karhutla harus dilakukan hingga benar-benar tuntas. Seluruh unsur di lapangan diminta tetap waspada dan tidak lengah terhadap kemungkinan munculnya kembali titik api.
“Penanganan tidak boleh berhenti hanya karena api sudah padam. Pastikan pendinginan dilakukan secara menyeluruh, pantau terus kawasan yang rawan dan jangan sampai muncul kembali titik api. TNI bersama Polri, pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait harus terus bergerak bersama menjaga wilayah ini,” tegas Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo.
Menurut Pangdam, kecepatan bertindak, soliditas koordinasi dan kesinambungan pemantauan menjadi kunci dalam mencegah Karhutla meluas. Penanganan yang cepat dan terpadu juga diperlukan untuk menekan dampak kebakaran terhadap lingkungan maupun masyarakat.
Peninjauan tersebut turut diikuti Asops Kasdam XIX/TT Kolonel Inf Rendra Dwi Ardhani, Dandim 0322/Siak Letkol Czi Andy Kurniawan, S.Hub.Int., serta unsur Polda Riau, Polres Siak, BPBD dan PT BSP.
Turunnya langsung pimpinan TNI-Polri ke kawasan terdampak menjadi gambaran bahwa perang melawan Karhutla di Riau bukan sekadar operasi pemadaman. Setelah api berhasil dikendalikan, babak berikutnya adalah memastikan bara tidak kembali menyala dan kawasan rawan tetap berada dalam pengawasan.
Sinergi TNI, Polri, pemerintah daerah, dunia usaha dan seluruh elemen terkait pun menjadi benteng bersama menghadapi ancaman Karhutla. Dari Dayun, Siak, pesan itu kembali ditegaskan: jangan beri ruang bagi api untuk kembali menguasai lahan. pendam19 ***






