PEKANBARU, saturealita.com-Upaya memperkuat pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus digencarkan. Tim penyuluhan karhutla dari Markas Besar (Mabes) TNI melakukan kunjungan ke Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, dalam rangka memperkuat koordinasi dan kesadaran bersama terhadap ancaman karhutla.
Dalam kegiatan tersebut, Babinsa Kelurahan Industri Tenayan, Sertu Said Hermanto dari Koramil 07/Tenayan Raya, turut mendampingi tim penyuluhan karhutla Mabes TNI selama kegiatan berlangsung.
Kegiatan yang digelar di kawasan PLTU Tenayan, Jalan 70 RT 04/RW 02, Kelurahan Industri Tenayan, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru, tersebut menjadi momentum silaturahmi sekaligus penguatan sinergi antara unsur TNI, pengelola objek vital, dan masyarakat dalam menghadapi potensi karhutla.
Sejumlah pejabat dan unsur terkait hadir dalam kegiatan itu. Di antaranya Masrda TNI Setiawan W, Kolonel Inf Oni Kristiono, Kolonel Arh Yudha Kusumah, Kolonel Inf Eko Wardono, Kolonel Sus Adam, Letkol Arh Zainal Arifin, serta Danramil 07/Tenayan Raya Kapten Inf Muh. Fadhil.
Turut hadir Manager PLTU Tenayan, Khoirul Huda, bersama masyarakat sekitar kawasan Kantor BPMP.
Rangkaian kegiatan diawali dengan silaturahmi Tim Penyuluhan Karhutla Mabes TNI ke PLTU Tenayan Raya. Pertemuan kemudian dilanjutkan dengan paparan dari pihak PLTU Tenayan Raya mengenai kondisi dan berbagai hal yang berkaitan dengan lingkungan serta upaya pencegahan karhutla.
Selanjutnya, Tim Mabes TNI menyampaikan sambutan yang menekankan pentingnya sinergi dan kepedulian seluruh pihak dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, dilakukan pula penyerahan plakat sebagai simbol silaturahmi dan sinergi antara Tim Penyuluhan Karhutla Mabes TNI dengan pihak PLTU Tenayan Raya.
Kegiatan kemudian ditutup dengan foto bersama seluruh peserta yang hadir.
Kehadiran Babinsa Sertu Said Hermanto dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari peran aparat kewilayahan dalam membangun komunikasi dan koordinasi bersama berbagai elemen masyarakat maupun pengelola objek vital di wilayah binaannya.
Pencegahan karhutla tidak hanya menjadi tanggung jawab satu institusi. Kolaborasi antara TNI, pengelola perusahaan, pemerintah dan masyarakat menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya di wilayah yang memiliki kerentanan terhadap karhutla.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam keadaan aman, tertib dan lancar. ***







