PEKANBARU, Saturealita.com — Ingin menikmati pertunjukan teater anak dan pertunjukan tari dalam satu kunjungan? Selaksa Cerita menawarkan dua pertunjukan seni dalam satu tiket pada 14–15 November 2026 di Gedung Anjung Seni Idrus Tintin, Kompleks Bandar Serai (Purna MTQ), Pekanbaru.
Melalui kolaborasi Sanggar Seni Pertunjukan Tunas Pusaka dan Sanggar Seni Tari Bedelau dari SMK Negeri 1 Pekanbaru, acara ini menghadirkan dua karya, yakni teater anak Petualangan & Serindit dan tari Memalas Bumi — The Last Breath of the Forest.
Menariknya, kedua karya tersebut mengangkat persoalan lingkungan melalui pendekatan yang berbeda. Jika teater mengajak penonton menyelami cerita yang dekat dengan dunia anak, pertunjukan tari menyampaikan kegelisahan terhadap kerusakan hutan melalui gerak dan ekspresi tubuh. Perbedaan pendekatan ini memberi penonton pengalaman menikmati seni sekaligus memahami persoalan lingkungan dari dua sudut pandang.
Selain menawarkan hiburan, kolaborasi ini juga membuka ruang bagi masyarakat untuk mengenal karya seni lokal dan mendukung kreativitas generasi muda Pekanbaru. Karena itu, Selaksa Cerita dapat menjadi pilihan tontonan bersama keluarga, teman, maupun komunitas.
Enam Bulan Menggarap Teater Anak
Di balik pertunjukan Petualangan & Serindit, Mimi Suriani, Amd.Sn., M.Pd., selaku penulis dan sutradara, bersama tim menjalani proses penggarapan selama sekitar enam bulan. Waktu tersebut mereka gunakan untuk mengembangkan cerita sekaligus mendampingi anak-anak dalam proses pemeranan.
“Enam bulan, kami mengembangkan cerita dan mendampingi anak-anak dalam proses pemeranan. Kami ingin menghadirkan pertunjukan yang menarik, ya, sekaligus menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga alam,” ujar Mimi.
Sementara itu, M. Aqsal Prakasa, S.Sn., menggarap Memalas Bumi melalui gerak dan koreografi yang menggambarkan kegelisahan terhadap kerusakan hutan. Melalui bahasa tubuh, karya ini mengajak penonton merasakan ancaman terhadap alam tanpa bergantung pada tuturan verbal.
Dengan demikian, kedua pertunjukan tersebut saling melengkapi. Teater menyampaikan pesan melalui cerita, sedangkan tari mengungkapkan kegelisahan melalui gerak. Keduanya mengajak penonton merenungkan kembali hubungan manusia dengan lingkungan.
Persiapan Produksi Libatkan Dua Sanggar
Untuk menghadirkan kedua karya tersebut di atas panggung, tim produksi terus mempersiapkan berbagai kebutuhan acara. Pimpinan produksi, Sendy Alpagari, menjelaskan bahwa persiapan mencakup koordinasi kedua sanggar, kebutuhan pemain dan penari, serta berbagai keperluan teknis pertunjukan.
“Persiapannya tentu melibatkan banyak hal, mulai dari koordinasi kedua sanggar, kebutuhan pemain dan penari, sampai teknis pertunjukan. Kami berusaha memastikan semuanya berjalan baik agar penonton bisa menikmati kedua karya ini dengan nyaman nantinya,” kata Sendy.
Di sisi lain, kegiatan ini juga memiliki nilai pendidikan bagi para peserta, khususnya siswa yang terlibat dalam pertunjukan. Sonia, S.Pd., guru sekaligus pembimbing sanggar Bedelau di SMK Negeri 1 Pekanbaru, menilai kegiatan seni dapat membantu siswa mengenali sekaligus mengembangkan potensi diri.
“Menurut saya, seni itu punya peran penting dalam pendidikan siswa. Mereka tak hanya belajar menari atau tampil di panggung saja, tapi juga belajar disiplin, bekerja sama, dan percaya diri. Setiap anak itu punya potensi, dan melalui kegiatan seperti ini mereka punya kesempatan untuk mengembangkan kemampuan mereka,” ujar Sonia.
Melalui proses tersebut, Selaksa Cerita tidak hanya menjadi ruang pertunjukan, tetapi juga wadah pembelajaran, kolaborasi, dan pengembangan kreativitas generasi muda.
Tiga Sesi, Satu Tiket untuk Dua Karya
Bagi masyarakat yang ingin menyaksikan kedua pertunjukan, panitia menyediakan tiga pilihan sesi di Gedung Anjung Seni Idrus Tintin, Kompleks Bandar Serai (Purna MTQ), Pekanbaru. Berikut jadwalnya:
- Sabtu, 14 November 2026: pukul 14.00 WIB.
- Sabtu, 14 November 2026: pukul 20.00 WIB.
- Minggu, 15 November 2026: pukul 14.00 WIB.
“Pada setiap sesi, penonton dapat menikmati kedua karya secara lengkap. Artinya, cukup dengan membeli satu tiket, penonton bisa menyaksikan teater Petualangan & Serindit sekaligus tari Memalas Bumi.” Jelas Sendy.
Untuk menjangkau berbagai kalangan, panitia menawarkan tiga kategori tiket:
- Siswa/mahasiswa: Rp30.000
- Umum: Rp35.000
- VIP: Rp50.000
Masyarakat dapat memesan tiket melalui tautan berikut:
Pemesanan tiket:
https://forms.gle/Cup35mMDY2HWh8fK7
Untuk informasi lebih lanjut dan pemesanan tiket, masyarakat juga dapat menghubungi:
- Naya: +62 823-8361-3535
- Nadin: +62 823-8488-5560
Melalui Selaksa Cerita, penyelenggara mengajak masyarakat menikmati pertunjukan seni sekaligus memberikan dukungan nyata bagi kreativitas anak-anak dan generasi muda. Lebih dari itu, kedua karya ini menawarkan pengalaman untuk melihat persoalan lingkungan melalui kekuatan cerita dan bahasa tubuh.
Jadi, jangan lewatkan kesempatan menikmati dua pertunjukan dalam satu kunjungan. Ajak keluarga, teman, atau komunitas untuk hadir, pilih sesi favorit, dan pesan tiket sekarang. (***/S.topan)







