Milad ke-3 PMRI, Berlangsung Penuh Semangat Kebersamaan
JAKARTA,saturealita.com/-Peringatan Milad ke-3 Persatuan Masyarakat Riau Indonesia (PMRI) berlangsung penuh semangat kebersamaan, nasionalisme, dan kecintaan terhadap tanah Melayu.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Ketua Umum PMRI, Dr. H. Rusli Effendi, secara resmi membuka acara Dialog Kebangsaan dan Diskusi Potensi Riau yang menjadi salah satu agenda strategis organisasi dalam memperkuat kontribusi masyarakat Riau terhadap pembangunan daerah maupun nasional.
Dalam sambutannya, Rusli Effendi menegaskan bahwa PMRI yang kini memasuki usia tiga tahun bukan sekadar organisasi perkumpulan masyarakat Riau di perantauan, melainkan telah berkembang menjadi wadah perjuangan intelektual, sosial, budaya, dan ekonomi yang memiliki visi besar untuk kemajuan Riau.
Menurutnya, perjalanan PMRI selama tiga tahun terakhir menunjukkan transformasi yang signifikan, dari sebuah forum silaturahmi menjadi organisasi yang aktif melahirkan gagasan dan program nyata bagi masyarakat.
Di hadapan para tokoh masyarakat, akademisi, pengusaha, pemuda, mahasiswa, serta masyarakat Riau yang hadir dari berbagai daerah, Rusli Effendi menyampaikan bahwa tema dialog kebangsaan yang diangkat dalam Milad ke-3 PMRI memiliki makna penting dalam memperkuat persatuan bangsa di tengah berbagai tantangan global dan dinamika sosial yang terus berkembang.
Ia menekankan bahwa masyarakat Melayu memiliki nilai-nilai luhur yang dapat menjadi fondasi dalam menjaga persatuan, toleransi, dan semangat gotong royong sebagai kekuatan bangsa Indonesia.
“Raga boleh berada di rantau, tetapi jiwa tetap di Riau. Semangat inilah yang harus terus kita jaga sebagai bentuk kecintaan terhadap kampung halaman sekaligus kontribusi nyata untuk Indonesia,” ujar Rusli Effendi yang disambut tepuk tangan meriah para peserta dialog.
Lebih lanjut, dalam sesi diskusi Potensi Riau, berbagai isu strategis menjadi pembahasan utama. Mulai dari pengembangan sumber daya manusia, pendidikan, ekonomi kreatif, investasi, hingga pemanfaatan sumber daya alam yang berkelanjutan. Riau dinilai memiliki kekayaan sumber daya yang luar biasa, baik dari sektor migas, perkebunan, pariwisata, budaya, maupun sektor maritim yang dapat menjadi kekuatan utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Rusli Effendi menegaskan bahwa pembangunan Riau ke depan tidak hanya bergantung pada kekayaan alam semata, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusianya. Karena itu, PMRI terus mendorong berbagai program strategis, termasuk Program 1.000 Doktor yang bertujuan mencetak generasi unggul dan berdaya saing tinggi.
Program tersebut telah mendapat dukungan dari berbagai perguruan tinggi melalui kerja sama yang dibangun PMRI dalam beberapa waktu terakhir.
Menurutnya, investasi terbesar yang harus dilakukan masyarakat Riau saat ini adalah investasi di bidang pendidikan dan pembangunan karakter.
Dengan SDM yang unggul, Riau diyakini mampu menjadi daerah yang maju, mandiri, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Selain membahas pembangunan SDM, forum dialog juga menyoroti pentingnya pelestarian budaya Melayu sebagai identitas masyarakat Riau.
Para peserta sepakat bahwa modernisasi dan kemajuan teknologi harus berjalan seiring dengan upaya menjaga nilai-nilai adat, budaya, dan adab Melayu yang selama ini menjadi kebanggaan masyarakat Riau.
Suasana dialog berlangsung dinamis dengan berbagai masukan dan gagasan konstruktif dari peserta. Beragam pandangan yang muncul menunjukkan besarnya perhatian masyarakat terhadap masa depan Riau.
Forum tersebut sekaligus menjadi wadah untuk merumuskan rekomendasi strategis yang dapat disampaikan kepada para pemangku kebijakan sebagai bahan pertimbangan dalam pembangunan daerah.
Milad ke-3 PMRI juga menjadi momentum untuk memperkuat jaringan dan sinergi antara masyarakat Riau yang berada di kampung halaman maupun di berbagai daerah perantauan. Semangat kolaborasi yang dibangun PMRI diyakini mampu menjadi kekuatan besar dalam mendorong kemajuan Riau di masa mendatang.
Menutup sambutannya, Rusli Effendi mengajak seluruh elemen masyarakat Riau untuk terus menjaga persatuan, meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat ekonomi kerakyatan, serta bersama-sama mengawal berbagai program pembangunan yang berpihak kepada kesejahteraan masyarakat.
“Milad ke-3 PMRI bukan sekadar perayaan usia organisasi. Ini adalah momentum konsolidasi, refleksi, dan komitmen bersama untuk menjadikan Riau lebih maju, bermartabat, dan berkontribusi besar bagi Indonesia. Mari kita terus bergerak bersama, menjaga marwah Melayu, dan menghadirkan karya nyata untuk negeri,” tegasnya.
Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah yang berlangsung hangat, menandai semangat kebersamaan masyarakat Riau dalam mengukir masa depan yang lebih cerah melalui wadah PMRI. ***












