Warga Sialang Sakti Diajak Jaga Hutan Tanpa Bakar Lahan
PEKANBARU,saturealita.com/-Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus menjadi perhatian jajaran Kodim 0301/ Pekanbaru melalui Koramil 07/Tenayan Raya.
Di tengah meningkatnya kewaspadaan menghadapi musim kemarau, Babinsa Koramil 07/Tenayan Raya, Serda Hari Surachman, kembali turun langsung ke lapangan melaksanakan patroli sekaligus sosialisasi kepada masyarakat di sejumlah titik rawan di wilayah Kelurahan Sialang Sakti, Kecamatan Tenayan Raya, Jumat (10/7/2026).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 11.00 WIB tersebut difokuskan untuk memperkuat langkah pencegahan Karhutla melalui pendekatan persuasif kepada warga.
Dalam kesempatan itu, Serda Hari Surachman mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan dengan alasan apa pun, karena tindakan tersebut berpotensi menimbulkan bencana lingkungan serta memiliki konsekuensi hukum.
Patroli dilaksanakan dengan menyisir sejumlah lokasi, di antaranya Jalan Sumatra RT 02 RW 12, Jalan Sialang Bungkuk RT 01 RW 12, kawasan Simpang Badak Hang Tuah, Jalan Sekuntum, hingga Jalan Budi Luhur yang seluruhnya berada di wilayah Kelurahan Sialang Sakti, Kecamatan Tenayan Raya.
Selain memantau kondisi wilayah, Babinsa juga berdialog langsung dengan warga, mengajak mereka meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan indikasi munculnya titik api maupun aktivitas pembakaran lahan yang dapat memicu kebakaran lebih luas.
Hasil patroli menunjukkan situasi wilayah masih dalam kondisi aman dan terkendali. Berdasarkan pemantauan di Posko Karhutla dengan koordinat 0.519325° Lintang dan 101.508855° Bujur, tidak ditemukan adanya hotspot, titik api maupun kepulan asap.
Kondisi tersebut menjadi indikator bahwa kesadaran masyarakat terhadap bahaya Karhutla mulai menunjukkan hasil positif, meskipun kewaspadaan tetap harus dipertahankan.
Dalam pelaksanaan kegiatan, Serda Hari Surachman didampingi seorang anggota Masyarakat Peduli Api (MPA). Tim menggunakan satu unit sepeda motor sebagai sarana mobilitas untuk menjangkau seluruh titik patroli yang telah ditentukan.
Menurut Babinsa, keberhasilan mencegah Karhutla tidak hanya bergantung pada aparat, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat.
Oleh sebab itu, edukasi dan komunikasi langsung dengan warga akan terus dilakukan secara berkesinambungan agar budaya membuka lahan dengan cara membakar dapat ditinggalkan.
Melalui patroli rutin dan sosialisasi yang konsisten, Koramil 07/Tenayan Raya berharap wilayah binaannya tetap terbebas dari kebakaran hutan dan lahan.
Sinergi antara TNI, MPA, dan masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus melindungi kesehatan serta keselamatan masyarakat dari dampak kabut asap yang selama ini menjadi ancaman serius di Provinsi Riau.***






