Munas III Tegaskan Lompatan Besar Menuju Konstituen Dewan Pers
JAKARTA,saturealita.com/-Musyawarah Nasional (Munas) III Pro Jurnalismedia Siber (PJS) mencatatkan sejarah baru dalam perjalanan organisasi pers nasional. Dalam suasana penuh semangat persatuan, Mahmud Marhaba kembali dipercaya secara aklamasi sebagai Ketua Umum PJS periode 2026–2027. Keputusan bulat yang lahir dari dukungan 22 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) itu menjadi penegasan kuat bahwa PJS kini memasuki babak baru dengan visi yang semakin besar: mempercepat langkah menjadi konstituen Dewan Pers.
Munas yang berlangsung di Jakarta, Selasa (21/7/2026), bukan sekadar agenda pemilihan kepemimpinan. Forum tertinggi organisasi ini menjadi panggung konsolidasi nasional yang memperlihatkan semakin kokohnya soliditas PJS. Dukungan tanpa perlawanan kepada Mahmud Marhaba mencerminkan tingginya kepercayaan seluruh pengurus daerah terhadap arah organisasi yang telah dibangun selama ini.
Karena hanya terdapat satu kandidat, proses pemilihan berlangsung melalui mekanisme aklamasi. Sidang pleno kemudian difokuskan pada penyampaian pandangan umum dari seluruh DPD. Beragam masukan, evaluasi, dan gagasan strategis mengemuka, namun semuanya bermuara pada satu harapan yang sama, yakni menjadikan PJS sebagai organisasi pers yang profesional, berkualitas, dan memiliki legitimasi kuat di tingkat nasional.
Dalam pidatonya, Mahmud Marhaba menegaskan bahwa seluruh aspirasi daerah akan menjadi pijakan dalam menyusun langkah organisasi ke depan. Ia menilai keberhasilan PJS hanya dapat dicapai melalui kerja kolektif seluruh jajaran pengurus di tingkat pusat maupun daerah.
Salah satu kebijakan yang kembali ditegaskan adalah sistem kepengurusan dengan masa jabatan satu tahun. Menurut Mahmud, model tersebut merupakan inovasi organisasi yang dirancang untuk menciptakan budaya kerja yang lebih cepat, terukur, dan berorientasi pada hasil.
Ia menjelaskan bahwa setiap kepengurusan akan dinilai berdasarkan indikator yang jelas, salah satunya keberhasilan melaksanakan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di masing-masing daerah. Dengan demikian, setiap pengurus dituntut bekerja sejak awal masa jabatan tanpa menunda program hingga akhir periode.
Mahmud menilai pola kepemimpinan yang terlalu panjang sering kali membuat pelaksanaan program berjalan lambat dan baru terlihat hasilnya menjelang pergantian kepengurusan. Karena itu, PJS memilih melakukan terobosan agar organisasi tetap dinamis dan produktif.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa Munas III merupakan momentum strategis dalam perjalanan organisasi. Bukan hanya menentukan kepemimpinan baru, tetapi juga memperkuat fondasi PJS untuk menghadapi tantangan dunia pers yang semakin kompleks di era digital.
Suasana Munas semakin semarak dengan kehadiran ratusan peserta dari berbagai penjuru Indonesia, mulai dari Aceh hingga Maluku. Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa jaringan organisasi terus berkembang dan semakin solid. Semangat kebersamaan terlihat dalam setiap sesi sidang hingga diabadikan melalui foto bersama seluruh peserta sebagai simbol persatuan nasional.
Terpilihnya kembali Mahmud Marhaba secara aklamasi menjadi sinyal kuat bahwa PJS memiliki stabilitas kepemimpinan yang dibutuhkan untuk menjalankan agenda-agenda strategis organisasi. Fokus utama ke depan adalah memperkuat kualitas sumber daya wartawan melalui peningkatan kompetensi, memperluas konsolidasi organisasi hingga ke daerah, serta mempercepat pemenuhan berbagai persyaratan menuju pengakuan sebagai konstituen Dewan Pers.
Munas III pun menutup rangkaian sidangnya dengan optimisme tinggi. Dukungan bulat dari seluruh DPD menjadi modal besar bagi PJS untuk terus tumbuh sebagai organisasi pers yang profesional, adaptif terhadap perubahan zaman, serta berkomitmen menjaga marwah dan kualitas jurnalisme Indonesia. Dengan semangat baru yang lahir dari Jakarta, PJS kini menatap masa depan dengan keyakinan untuk menjadi salah satu pilar penting dalam penguatan ekosistem pers nasional.***






