MoU Kebun Sawit dan Pangan Digadang Jadi Mesin Baru PAD Riau
Pekanbaru,saturealita.com/-PT Sarana Pembangunan Riau (SPR) Perseroda terus menunjukkan agresivitasnya dalam membuka sumber-sumber baru Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Riau.
Belum lama menjalin kerja sama pengelolaan limbah, kini SPR kembali membuat gebrakan dengan menandatangani nota kesepahaman (MoU) bersama Koperasi Maju Berkah Bersama Riau (KMBBR) untuk pengelolaan kebun kelapa sawit dan komoditas pangan.
Penandatanganan MoU yang berlangsung di Kantor SPR, Jalan Diponegoro, Pekanbaru, Selasa (4/8) pukul 15.30 WIB, menjadi bukti keseriusan SPR dalam memperluas lini bisnis strategis yang berorientasi pada peningkatan pendapatan daerah.
Kesepakatan tersebut ditandatangani langsung oleh Direktur Utama SPR Perseroda, Dr. H. Haris Kampay, bersama Bendahara KMBBR, Rina, serta disaksikan Notaris Ira Asiska, Sekretaris SPR Hariyanto Karim, Asisten Direktur Hariyono, Manager Bisnis Arif Subayang, Tenaga Ahli Amiruddin, dan Satuan Pengawas Internal (SPI) Bakri.
Dalam sambutannya, Haris Kampay menegaskan bahwa kerja sama ini bukan sekadar seremoni di atas kertas. Menurutnya, SPR akan langsung bergerak merealisasikan program yang telah disepakati tanpa menunda waktu.
“Setelah MoU ini ditandatangani, kita langsung bekerja. SPR akan memperoleh 40 persen dari keuntungan bersih yang nantinya akan menjadi kontribusi nyata terhadap peningkatan PAD Riau,” ujar Haris.
Ia bahkan memastikan langkah awal sudah dimulai. Sebanyak dua ton beras akan menjadi program perdana sebagai implementasi kerja sama tersebut.
“Besok, Insya Allah sudah kita mulai dengan dua ton beras,” katanya optimistis.
Tak hanya itu, Haris juga mengungkapkan bahwa agenda besar telah menanti. Jika tidak ada perubahan jadwal, pada Kamis (6/8) dirinya akan bertolak ke Jakarta untuk bertemu pihak Agrinas guna membahas pengelolaan kebun kelapa sawit yang akan dijalankan koperasi sebagai tindak lanjut dari kesepakatan tersebut.
“Jadi kita tidak menunggu-nunggu waktu lagi. Kita langsung bekerja,” tegasnya.
Langkah cepat yang dilakukan SPR ini menunjukkan komitmen perusahaan daerah tersebut dalam membangun ekosistem bisnis yang produktif. Setelah merambah sektor sumur idle, jasa surveyor, pupuk, minyak goreng, hingga pengelolaan limbah, kini SPR memperluas sayap ke sektor perkebunan sawit dan komoditas pangan yang dinilai memiliki potensi ekonomi besar.
Di sisi lain, Bendahara KMBBR, Rina, mengaku bangga dapat menjadi bagian dari kolaborasi strategis bersama SPR.
Menurutnya, sinergi ini menjadi awal yang baik dalam membangun usaha berbasis koperasi yang mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekaligus mendukung peningkatan pendapatan daerah.
“Kami berharap kerja sama ini berjalan lancar dan membawa manfaat besar bagi semua pihak, khususnya untuk kemajuan Riau,” ujarnya.
Sebelumnya, SPR juga telah menandatangani kerja sama dengan PT Trans Multi Cargo (TMC) dalam bidang pengelolaan limbah. Dengan tambahan kemitraan di sektor sawit dan pangan, SPR semakin mempertegas transformasinya sebagai motor penggerak bisnis daerah yang aktif menciptakan peluang usaha baru demi memperkuat kemandirian ekonomi dan mendongkrak PAD Provinsi Riau.***





