Langit Tenayan Raya Dipantau Ketat!

Militer29 Dilihat
Babinsa dan Warga Bergerak Karhutla, Titik Api Nihil

Pekanbaru,Saturealita.com-Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus digencarkan di wilayah Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru. Langkah preventif kembali dilakukan jajaran Koramil 07/Tenayan Raya, Kodim 0301/Pekanbaru, dengan menyisir sejumlah kawasan yang dinilai perlu mendapat perhatian terhadap potensi terjadinya kebakaran.

Pada Senin, 10 Agustus 2026 sekitar pukul 11.00 WIB, Babinsa Koramil 07/Tenayan Raya, Sertu S. Hermanto, bersama warga Kelurahan Industri Tenayan melaksanakan kegiatan patroli sekaligus sosialisasi pencegahan Karhutla.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga wilayah tetap aman dari ancaman kebakaran, khususnya di kawasan yang memiliki potensi rawan terbakar. Selain melakukan pemantauan kondisi lapangan, kegiatan juga diarahkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar bersama-sama mencegah munculnya titik api yang dapat berkembang menjadi kebakaran lebih luas.

Patroli dilakukan dengan menyusuri sejumlah ruas jalan di wilayah Kelurahan Industri Tenayan, Kecamatan Tenayan Raya. Rute pertama berada di Jalan Tenayan Ujung, Kelurahan Industri Tenayan, kemudian dilanjutkan menuju Jalan 45, Kelurahan Industri Tenayan.

Pergerakan patroli tersebut menjadi bentuk kesiapsiagaan aparat kewilayahan bersama masyarakat dalam mengantisipasi potensi Karhutla. Pemantauan dilakukan untuk memastikan kondisi wilayah tetap terkendali sekaligus mendeteksi sedini mungkin apabila terdapat indikasi munculnya asap maupun titik api.

Dalam kegiatan pemantauan tersebut, koordinat yang menjadi salah satu titik perhatian berada pada Latitude 0.555828° dan Longitude 101.572742°.

Hasil pemantauan di lapangan menunjukkan kondisi relatif aman. Tidak ditemukan hotspot maupun titik api di wilayah yang menjadi sasaran patroli. Selain itu, titik asap juga nihil.

Kondisi tersebut menjadi kabar positif dalam upaya menjaga kawasan Tenayan Raya tetap terbebas dari ancaman Karhutla. Meski demikian, kewaspadaan tetap menjadi hal penting karena potensi kebakaran dapat muncul sewaktu-waktu, terutama apabila terdapat faktor pemicu di lapangan.

Patroli juga memperlihatkan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam upaya pencegahan Karhutla. Dalam kegiatan tersebut, unsur TNI melibatkan satu personel, sementara unsur Masyarakat Perduli Api (MPA) turut diperkuat satu orang. Adapun unsur Polri tidak dilibatkan dalam kegiatan patroli kali ini.

Untuk mendukung mobilitas selama kegiatan, personel menggunakan satu unit sepeda motor sebagai sarana patroli.

Kegiatan tidak hanya berorientasi pada pemantauan, tetapi juga membawa pesan penting kepada masyarakat mengenai bahaya Karhutla. Pencegahan dinilai jauh lebih efektif dibandingkan penanganan setelah kebakaran terjadi, mengingat dampak kebakaran hutan dan lahan dapat meluas serta mengganggu lingkungan dan aktivitas masyarakat.

Melalui kegiatan patroli secara rutin, aparat kewilayahan bersama masyarakat berupaya membangun kewaspadaan bersama. Masyarakat diharapkan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi munculnya api atau asap di wilayah sekitarnya.

Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat juga menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi dan koordinasi di tingkat wilayah. Dengan adanya pemantauan langsung, kondisi lapangan dapat diketahui lebih cepat sehingga apabila ditemukan potensi gangguan, langkah penanganan dapat dilakukan sedini mungkin sesuai kondisi yang ada.

Patroli di Jalan Tenayan Ujung hingga Jalan 45 tersebut berlangsung dengan tertib, aman dan lancar. Selama kegiatan berlangsung, tidak ditemukan hal-hal menonjol maupun indikasi Karhutla.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa pencegahan Karhutla membutuhkan kerja bersama. Bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi juga membutuhkan kepedulian masyarakat sebagai pihak yang berinteraksi langsung dengan lingkungan sekitar.

Dengan sinergi antara Babinsa, masyarakat dan unsur pendukung seperti MPA, pengawasan terhadap kawasan rawan kebakaran di wilayah Tenayan Raya diharapkan dapat terus diperkuat. Deteksi dini, patroli lapangan dan sosialisasi kepada warga menjadi rangkaian penting untuk menjaga wilayah tetap aman dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.

Hingga patroli berakhir, situasi wilayah yang menjadi sasaran pemantauan terpantau aman, dengan hotspot nihil, titik api nihil dan titik asap nihil.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *