PEKANBARU, saturealita.com-Gelombang aspirasi pekerja kembali mengemuka di kawasan operasional PT Pertamina Hulu Rokan (PHR). Federasi Serikat Pekerja Niaga, Bank, Jasa dan Asuransi (NIBA) Provinsi Riau melakukan aksi unjuk rasa damai di Rumbai Gate South, Camp PHR Rumbai, Rabu (16/9/2026).
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk penyampaian aspirasi terkait persoalan hubungan industrial yang melibatkan karyawan perusahaan subkontraktor PHR, yakni PT Vadhana dan PT Rifansi Dwi Putra.
Dalam aksi, pihak federasi menyatakan aksi berkaitan dengan apa yang mereka sebut sebagai tidak terlaksananya hasil kesepakatan atau notulen pertemuan tanggal 13 Agustus 2026, serta tindak lanjut terhadap surat Disnaker Siak Nomor 500.15/Disnaker/498 tanggal 8 September 2026 dan surat PHR Nomor 489/PHR-01130/2026-SO tanggal 8 September 2026.
Aksi yang dijadwalkan dimulai pukul 06.00 WIB hingga selesai, dengan estimasi massa sekitar 200 orang.
Empat Tuntutan Utama
Dalam pemberitahuan resmi aksi, terdapat empat tuntutan utama yang akan disampaikan kepada pihak terkait.
Pertama, meminta agar kontrak kerja PT Vadhana dicabut atau ditinjau ulang dengan melibatkan serikat pekerja.
Kedua, meminta kontrak kerja PT Rifansi Dwi Putra dicabut atau ditinjau ulang dengan melibatkan serikat pekerja.
Ketiga, massa meminta agar mantan karyawan PT Berkah Dwi Putra dapat dipekerjakan kembali sesuai dengan kesepakatan awal yang mereka rujuk.
Keempat, meminta penghapusan status BHL (Buruh Harian Lepas) bagi pekerja security dan administrasi pada PT Vadhana maupun PT Rifansi.
Pihak federasi menegaskan aksi tersebut akan dilakukan secara damai, tertib dan tidak anarkis serta mengikuti ketentuan yang berlaku.
“Mulai aksi hingga mediasi yang kami lakukan hari ini, sama dengan ‘GATOT’ Gagal Total. Ironisnya yang hadir dalam pertemuan mediasi tersebut, malah orang yang tidak berkompeten alias tidak memegang kebijakan atau keputusan dalam persoalan ini”, kata Ketua PD F SP NIBA KSPSI AGN Riau, Erick Suryadi R Amd AAIJ, saat dikonfirmasi usai aksi maupun mediasi.
Disamping itu, Ketua PC F. SP NIBA kita Pekanbaru, Buyung Achmad SH. MH menegaskan, persoalan semacam ini, seharusnya pihak PT. Vadhana dan PT. Rifansi Dwi yang hadir unsur pimpinan yang mampu memberikan keputusan dalam persoalan tersebut “, ungkapnya singakat
200 Massa Disiapkan, Aksi Diklaim Tetap Damai
Untuk mendukung penyampaian aspirasi, massa disebut akan membawa sejumlah alat peraga berupa sound system, bendera organisasi dan spanduk.
Dalam pemberitahuan tersebut juga tercantum rencana mobilisasi sekitar 50 unit kendaraan roda dua dan 10 unit kendaraan roda empat.
Aksi ini dipimpin oleh Erick Suryadi R, A.Md., AAIJ sebagai penanggung jawab. Sementara posisi koordinator lapangan diisi Buyung Achmad, SH., MH., Dangarfiansyah, S.Sos., Supian dan Jopper Gultom.
Adapun tim negosiator terdiri dari Erick Suryadi, A.Md., AAIJ, Indra Cahyono, S.Sos., Ali Umar, Jopper Gultom serta Buyung Achmad, SH., MH.
Aspirasi tersebut menempatkan persoalan kontrak perusahaan subkontraktor, status pekerja dan keberlanjutan hubungan kerja sebagai isu utama yang hendak dibawa ke meja dialog.
Di tengah aksi yang dijanjikan berlangsung damai, perhatian kini tertuju pada respons pihak perusahaan dan pemangku kepentingan terkait terhadap empat tuntutan yang disampaikan serikat pekerja.
Aksi di Rumbai Gate South pun menjadi ruang terbuka bagi semua pihak untuk memberikan penjelasan dan mencari penyelesaian melalui mekanisme dialog serta ketentuan hubungan industrial yang berlaku. ***


