PEKANBARU – saturealita.com — Panggung teater pelajar kembali bergema di Kota Pekanbaru. Kali ini, Teater Lentera Ungu SMAN 1 Pekanbaru tampil melalui pentas tunggal perdana dengan membawakan Pesta Pencuri, karya Jean Anouilh, di Anjung Seni Idrus Tintin, jumat dan sabtu 25–26/9/2026.
Rinaldi, S.Pd., guru seni budaya SMAN 1 Pekanbaru, menyutradarai pertunjukan tersebut. Pentas ini sekaligus menjadi langkah penting bagi Teater Lentera Ungu untuk memperkenalkan kiprahnya di tengah geliat teater pelajar Riau.
Selama dua hari, para pemain tampil dalam tiga sesi. Mereka menjaga energi permainan selama kurang lebih dua jam hingga akhir pertunjukan. Penonton pun tetap berada di kursinya dan mengikuti jalan cerita hingga tirai menutup panggung.
Teater Lentera Ungu tidak hanya mengandalkan kekuatan aktor. Tim artistik menghadirkan tata panggung yang megah dan tertata. Setting, musik, gerak, serta komposisi panggung berpadu membangun atmosfer sekaligus memperkuat permainan para aktor muda.
Rinaldi menyebut pementasan tersebut lahir dari proses panjang. Ia bersama tim menghabiskan waktu hampir tujuh bulan untuk mempersiapkan pentas perdana Teater Lentera Ungu.
“Kami proses lumayan panjang, hampir tujuh bulan. Karena ini pentas perdana, tentu kami ingin memberikan yang terbaik untuk penonton,” jelas Rinaldi.
Rinaldi juga menghadapi tantangan saat memilih Pesta Pencuri. Karya Jean Anouilh itu menuntut kemampuan artistik yang cukup besar, sementara sebagian besar pemain masih membangun pengalaman mereka di atas panggung.
Namun, tantangan tersebut justru membuka ruang belajar bagi Teater Lentera Ungu. Para pemain belajar mengolah karakter, menjaga ritme permainan, sekaligus membangun kerja kolektif dalam sebuah produksi besar.
Rinaldi juga menggandeng dua koreografer muda, Anzal Zikri, S.Sn., M.A. dan Elleanor Virgiana, S.Pd. Sementara itu, Yudi Yongke dan Micko Cello menggarap komposisi musik.
Kolaborasi tersebut membuat pertunjukan tidak hanya bertumpu pada dialog. Gerak, visual, dan musik ikut membentuk bahasa panggung serta memperkuat atmosfer cerita.
Generasi Baru Teater Pelajar
Kehadiran Teater Lentera Ungu menambah warna perjalanan teater pelajar di Pekanbaru. Sebelumnya, kelompok seperti Labschool Teater SMK Labor, Senja 5 SMAN 5, serta Sanggar Tunas Pusaka eks SMKN 5 turut menghidupkan perkembangan teater pelajar di kota ini.
Kini, Teater Lentera Ungu membawa semangat yang sama: menjadikan panggung sebagai ruang belajar, berekspresi, sekaligus mempertemukan generasi muda dengan dunia seni pertunjukan.
Sendy Alpagari turut mendukung pentas perdana tersebut sebagai pimpinan produksi.
Menurut Sendy, keberhasilan pementasan itu lahir dari proses yang sudah Rinaldi rancang sejak jauh hari. Ia mengingat Rinaldi telah menyampaikan gagasan untuk menggarap Pesta Pencuri sejak 2025.
“Selamat buat Naldi, sukses pentas tunggalnya. Naldi sutradara luar biasa, orangnya sangat tenang tapi tegas. Tahun lalu, 2025, dia sudah cerita akan garap Pesta Pencuri pada saya dan akhirnya terwujud dan sukses,” terang Sendy.
Sendy juga mengapresiasi kepercayaan Rinaldi yang menunjuknya sebagai pimpinan produksi dalam pertunjukan tersebut.
Rinaldi sendiri mengaku tidak menyangka hasil kerja timnya dapat menghadirkan pertunjukan seperti yang mereka harapkan.
“Saya tidak menyangka akan jadi macam gini pertunjukan kami. Ini karena kerja sama tim yang luar biasa. Terima kasih kepada Bang Sendy dan tim serta anak-anak saya yang hebat,” tutup Rinaldi.
Pementasan Pesta Pencuri akhirnya tidak hanya menandai pentas tunggal perdana Teater Lentera Ungu. Pertunjukan itu juga menunjukkan bahwa panggung teater pelajar Pekanbaru terus bergerak dan melahirkan energi baru.
Dari ruang kelas, para pelajar membawa kegelisahan, keberanian, disiplin, dan imajinasi mereka ke atas panggung. Mereka membuktikan bahwa teater pelajar bukan sekadar kegiatan sekolah, melainkan bagian dari perjalanan panjang kesenian di Riau.
(***/s.topan)










