PEKANBARU, Saturealita.com-Ada kegelisahan yang tak bisa disembunyikan. Ketika Bareskrim Polri mengumumkan penetapan 3 tersangka dugaan penyadapan ilegal Presiden pada 3 November 2026, publik menangkap sinyal yang lebih besar dari sekadar perkara LIMS.
Koordinator BAHU Prabowo DPD Riau, Wanton, menyebut apa yang terjadi hari ini adalah efek domino dari sebuah sistem lama yang mulai runtuh satu persatu.
“Sang raja sedang gelisah. Karena para antek-anteknya satu persatu ditangkap. Itu yang kami baca dari fakta-fakta di lapangan,” ujar Wanton kepada media online ini.
Wanton tidak menyebut nama personal raja yang ia maksud, namun ia menggambarkan sebuah pola kekuasaan yang selama ini diduga bermain di balik layar.
“Dulu semua bisa diatur. Alat negara diduga bisa dipakai untuk menyadap Presiden, pejabat, tokoh politik, media, LSM, pengusaha. Server LIMS yang seharusnya untuk pro justitia sesuai Perkap No 5 Tahun 2010, diduga dipakai tanpa prosedur. Sekarang ketika Bareskrim pakai scientific crime investigation, sita 11 HP, 1 iPad, 4 flashdisk, dan tetapkan LSP, ASN, EH sebagai tersangka, tentu dalangnya gelisah,” tegasnya.
Menurut BAHU Prabowo DPD Riau, penetapan 3 tersangka ini baru permulaan.
“Ini baru tahap 1, 2, 3, 4. Tahap 5 nya adalah pasal 258 ancaman 10 tahun. Ketika satu antek ditangkap, dia akan buka suara. Ketika satu alat penyadap ditemukan di Mabes dan diduga dipindah-pindah, jejak digitalnya tidak bisa hilang. Karena itu sang raja yang selama ini merasa kebal pasti gelisah,” kata Wanton dengan nada soft dan tajam.
BAHU Prabowo DPD Riau menilai, kegelisahan itu wajar. Karena selama ini ada anggapan bahwa kekuasaan bisa abadi, bahwa loyalis bisa melindungi dari mana-mana.
“Sekarang zamannya Presiden Prabowo. Hukum harus di atas segalanya. Tidak ada raja-rajaan. Yang ada hanya Presiden RI yang sah dan konstitusi. Siapa pun dalangnya, sekuat apa pun antek-anteknya, jika terbukti menyadap Presiden tanpa prosedur, harus ditangkap dan diadili,” tutup Wanton.
Ia menegaskan, BAHU Prabowo DPD Riau mendukung penuh Bareskrim untuk tidak berhenti di 3 tersangka.
“Tangkap semua antek-anteknya, sampai ke dalangnya. Agar terang, siapa sebenarnya yang gelisah itu,” ujarnya.***












