Masalah Karhutla Bukan Pekara Mudah Dalam Aplikasi Pencegahan
PEKANBARU, saturealita.com/-Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus menjadi perhatian serius jajaran Koramil 07/Tenayan Raya, Kodim 0301/Pekanbaru.
Mengingat kondisi cuaca yang berpotensi meningkatkan risiko terjadinya kebakaran, kegiatan patroli sekaligus sosialisasi kepada masyarakat terus digencarkan sebagai langkah antisipasi sejak dini.
Seperti yang dilakukan Babinsa Koramil 07/TR, Serma Herman, pada Kamis (18/6/2026). Ia kembali melaksanakan patroli rutin dan sosialisasi pencegahan Karhutla di sejumlah wilayah yang dinilai memiliki potensi rawan kebakaran.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen TNI dalam menjaga keamanan lingkungan serta meminimalisir terjadinya bencana kebakaran hutan dan lahan yang dapat menimbulkan kerugian besar, baik dari sisi lingkungan, kesehatan masyarakat, maupun perekonomian.
Patroli menyasar beberapa titik di wilayah binaan Koramil 07/TR, yakni Jalan Abdul Rahmad Wahid RT 04 RW 03, Jalan Badak Ujung RT 02 RW 04, Jalan Budi Agung RT 03 RW 02, Kelurahan Tuah Negeri, serta Jalan Budi Luhur RT 01 RW 07, Kelurahan Industri Tenayan, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru.
Selain melakukan pemantauan langsung terhadap kondisi lahan, Serma Herman juga aktif memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Menurutnya, kesadaran masyarakat merupakan faktor utama dalam mencegah terjadinya Karhutla.
“Dalam setiap patroli kami selalu mengutamakan pendekatan persuasif melalui sosialisasi dan edukasi kepada warga. Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan serta segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda kebakaran maupun aktivitas yang berpotensi memicu munculnya titik api,” ujarnya.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, koordinat patroli berada pada titik 0.30″22932N101.31.789E. Dari hasil pengecekan tersebut, tidak ditemukan adanya hotspot, titik api maupun kepulan asap. Kondisi wilayah terpantau aman dan terkendali.
Dalam pelaksanaan patroli, Serma Herman tidak bekerja sendiri. Kegiatan tersebut melibatkan satu personel dari unsur TNI bersama tiga anggota Masyarakat Peduli Api (MPA) yang selama ini menjadi mitra strategis dalam upaya pencegahan Karhutla di wilayah Kecamatan Tenayan Raya.
“Pelibatan MPA sangat membantu pelaksanaan patroli di lapangan. Sinergi antara TNI dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam mendeteksi dini potensi kebakaran sekaligus memberikan pemahaman kepada warga mengenai pentingnya menjaga lingkungan,” jelasnya.
Untuk menunjang mobilitas selama patroli, tim menggunakan satu unit sepeda motor dinas milik Koramil 07/Tenayan Raya sehingga dapat menjangkau lokasi-lokasi yang menjadi sasaran pemantauan dengan lebih efektif.
Serma Herman menegaskan bahwa kegiatan patroli dan sosialisasi akan terus dilakukan secara berkesinambungan, terutama memasuki musim kemarau.
Langkah ini merupakan bentuk kesiapsiagaan TNI bersama seluruh elemen masyarakat dalam mengantisipasi munculnya titik api sedini mungkin.
Ia berharap masyarakat tetap menjaga komitmen untuk tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Menurutnya, pencegahan akan jauh lebih efektif dibandingkan penanggulangan ketika kebakaran sudah terjadi.
“Dari hasil kegiatan yang kami laksanakan, situasi di wilayah patroli berlangsung aman, lancar dan tertib. Kami akan terus mengedepankan langkah-langkah edukatif dan pencegahan sebagai upaya utama dalam menjaga wilayah tetap bebas dari kebakaran hutan dan lahan,” tutup Serma Herman.***






