IKAS Perkuat Persaudaraan dan Serukan Perang Melawan Narkoba
PEKANBARU,saturealita com-Dalam Momentum Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah dimanfaatkan Ikatan Keluarga Air Molek Sekitarnya (IKAS) Kota Pekanbaru untuk mempererat tali persaudaraan sekaligus memperkuat komitmen membangun daerah melalui kebersamaan.
Kegiatan silaturahmi yang digelar pada Ahad (12/7/2026) di Panggung Toktan, Jalan Harmonis Hangtuah Ujung, berlangsung penuh kehangatan dan dihadiri tokoh adat, pengurus organisasi, serta ratusan keluarga besar IKAS.
Acara tersebut bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan menjadi wadah memperkokoh nilai-nilai kekeluargaan masyarakat asal Air Molek dan Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) yang kini menetap di Kota Pekanbaru.
Suasana penuh keakraban terlihat sejak awal kegiatan, ketika para peserta saling bertegur sapa dan berdiskusi mengenai berbagai persoalan sosial serta peluang kontribusi bagi pembangunan daerah.
Turut hadir Ketua Majelis Kerapatan Adat (MKA) Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) yang juga Ketua Ikatan Keluarga Indragiri Hulu (IKA Inhu), Datuk Seri HR. Marjohan Yusuf, Pembina IKAS Aris Abeba, Dewan Penasehat IKAS Zamri, Ketua IKAS Pekanbaru Ir. Anis Suhardi, Sekretaris IKAS Ir. Efendi, panitia pelaksana, serta seluruh anggota IKAS yang berasal dari berbagai wilayah di Pekanbaru.
Dalam sambutannya, Datuk Seri HR. Marjohan Yusuf mengapresiasi kekompakan masyarakat Air Molek yang dinilainya terus terjaga meski berada di perantauan. Menurutnya, kebersamaan merupakan modal utama untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan Provinsi Riau di berbagai bidang.
Ia menilai persatuan masyarakat Melayu asal Air Molek harus terus dipertahankan agar mampu menjadi kekuatan sosial yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar. Semangat gotong royong dan saling mendukung dinilai menjadi ciri khas yang harus diwariskan kepada generasi berikutnya.
Namun di balik suasana kebersamaan tersebut, Datuk Marjohan juga menyampaikan keprihatinannya terhadap meningkatnya ancaman penyalahgunaan narkotika yang menurut informasi berkembang cukup mengkhawatirkan di sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Indragiri Hulu.
Ia mengingatkan bahwa persoalan narkoba bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, tetapi juga membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, ia mengajak seluruh keluarga besar IKAS untuk menjadi bagian dari gerakan sosial dalam mencegah penyalahgunaan narkotika, dimulai dari lingkungan keluarga masing-masing.
“Peredaran narkoba menjadi ancaman serius bagi masa depan generasi muda. Kita tidak boleh tinggal diam. Seluruh masyarakat Inhu, di mana pun berada, harus bersatu mengambil langkah nyata untuk melindungi anak-anak kita dari bahaya narkoba,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris IKAS Pekanbaru, Ir. Efendi, menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya terus melakukan pembenahan agar mampu berkembang menjadi organisasi kekeluargaan yang semakin profesional dan bermanfaat bagi masyarakat.
Menurutnya, keberadaan IKAS tidak hanya sebagai wadah silaturahmi, tetapi juga diharapkan mampu menjadi mitra masyarakat dan pemerintah dalam berbagai kegiatan sosial, pendidikan, budaya, hingga pembangunan sumber daya manusia.
Ia optimistis semangat kebersamaan yang selama ini terbangun akan menjadi fondasi kuat untuk menghadirkan berbagai program yang memberi manfaat nyata bagi anggota maupun masyarakat luas.
Pandangan serupa juga disampaikan Dewan Penasehat IKAS Pekanbaru, Zamri. Ia menilai regenerasi kepengurusan menjadi salah satu agenda penting yang harus segera dipersiapkan agar organisasi tetap dinamis dan mampu mengikuti perkembangan zaman.
Menurutnya, keterlibatan generasi muda harus semakin diperluas sehingga mereka memiliki rasa memiliki terhadap organisasi yang dibangun para pendahulu. Dengan demikian, keberlangsungan IKAS akan tetap terjaga dan mampu berkembang secara berkesinambungan.
“Regenerasi merupakan investasi organisasi. Anak-anak muda harus diberikan ruang untuk belajar, berkarya, dan melanjutkan estafet kepemimpinan sehingga IKAS semakin maju di masa mendatang,” ujarnya.
Di sisi lain, Ketua Panitia Kegiatan, Kurniati, menyampaikan apresiasi kepada seluruh keluarga besar IKAS yang telah memberikan dukungan, baik moril maupun materiil, sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan baik.
Ia menegaskan bahwa seluruh rangkaian acara terlaksana melalui semangat swadaya dan gotong royong dari anggota IKAS sendiri.
Hal itu menjadi bukti bahwa rasa kekeluargaan masih sangat kuat dan menjadi kekuatan utama organisasi.
Melalui peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah ini, IKAS Pekanbaru berharap semangat hijrah tidak hanya dimaknai sebagai pergantian tahun dalam kalender Islam, tetapi juga menjadi momentum memperbaiki diri, mempererat persaudaraan, meningkatkan kepedulian sosial, serta memperkuat komitmen untuk bersama-sama membangun masyarakat yang lebih maju, harmonis, dan bebas dari ancaman narkoba.
Silaturahmi yang berlangsung sederhana namun penuh makna tersebut menjadi simbol bahwa kekuatan sebuah organisasi tidak hanya diukur dari besarnya jumlah anggota, melainkan dari kemampuan menjaga persatuan, menumbuhkan kepedulian, dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat luas.***


